Ziarah Ke Petilasan 2 Penyebar Islam Pertama Di Pangandaran

No comment 366 views

Berikut artikel Ziarah ke Petilasan 2 Penyebar Islam Pertama di Pangandaran, Semoga bermanfaat

Pangandaran – Berlokasi di Cagar Alam Pangandaran, ada beberapa makam yg ramai dikunjungi oleh peziarah. Konon itu adalah petilasan dari penyebar Islam pertama di Pangandaran.

Hal itu pun diketahui detikTravel ketika berkunjung ke Cagar Alam Pangandaran pada hari Minggu minggu dulu (24/7/2016). Letak persisnya berada di pintu masuk Gua Parat atau Keramat yg ada di sisi kiri jalan.

Kedua makam itu tampak sangat biasa, dengan keramik berwarna biru dan dasar semen. Di salah sesuatu makam pun ada tulisan 27 Djuli, yg entah apa maksudnya. Di ketika itu pula ada sejumlah anak muda yg duduk dan berziarah di tepi makam.

Ketika datang di depan makam, pemandu aku yg bernama Yahya pun menjelaskan mulai kisah makam beberapa makam tersebut. Menurut cerita Yahya, kedua makam tersebut adalah petilasan dari beberapa penyebar Islam pertama di Pangandaran.

“Ini petilasannya Syekh Ahmad dan Syekh Mohamad, bukan makam, berasal dari Mesir, ke sini sambil berdagang mengikuti mata angin. Ternyata dia di Pangandaran mendaratnya,” ujar Yahya.

Tulisan di bawah salah sesuatu makam (Randy/detikTravel)

Konon Syekh Ahmad dan Syekh Mohamad juga kadang bersemadi di dalam Gua Parat. Namun saat dicari masyarakat, kedua syeh menghilang tanpa diketahui rimbanya. Kemudian dibuatlah kedua makam yg jadi petilasan.

Sebelum datangnya kedua penyebar Islam tersebut, dulu ada Kerajaan Hindu di Pangandaran. Hal itu diketahui dari situs Batu Kalde yg ada di sisi yang lain Cagar Alam Pangandaran.

“Ceritanya itu dulunya di sini ada Kerajaan Hindu, itu di situs Batu Kalde. Belum masuk Islam, sekarang kan telah (Islam) di Pangandaran,” terang Yahya.

Kedua petilasan itu pun jadi tempat ziarah (Randy/detikTravel)

Menariknya, ternyata kedua penyiar Islam tersebut juga memiliki petilasan di Cirebon. Disebutkan oleh Yahya, bahwa kedua penyiar Islam itu juga dikenal sebagai Syekh Kanoman dan Kasepuhan. Nama yg sama dengan beberapa keraton di Cirebon.

“Di Cirebon juga ada petilasannya, namanya ganti Syekh Kanoman sama Kasepuhan. Orangnya masih ini, makanya suka banyak orang ziarah ke sini,” terang Yahya.

Jika ditelusuri, mungkin saja ada hubungan antara kedua Syekh dengan Sunan Gunung Jati di Cirebon. Oleh sebab itu, kedua makam yg adalah petilasan itu seringkali dikunjungi wisatawan. (rdy/fay)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/08/01/085007/3265547/1519/ziarah-ke-petilasan-2-penyebar-islam-pertama-di-pangandaran
Terima kasih sudah membaca berita Ziarah ke Petilasan 2 Penyebar Islam Pertama di Pangandaran. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Ziarah Ke Petilasan 2 Penyebar Islam Pertama Di Pangandaran"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.