Yuk, Menikmati Keasrian Kampung Bambu Klatakan Borobudur…

No comment 186 views

Berikut artikel Yuk, Menikmati Keasrian Kampung Bambu Klatakan Borobudur…, Semoga bermanfaat

MAGELANG, KOMPAS.com – Dunia mengakui seandainya Candi Borobudur memiliki keindahan yg luar biasa dari segi artsitekturnya. Maka tidak heran seandainya jutaan wisatawan membanjiri candi yg dibangun sekitar tahun 800 masehi itu setiap tahun.

Namun tak banyak dari wisatawan yg mengetahui bahwa sejatinya alam sekitar Candi Borobudur juga memiliki keindahan yg patut dikunjungi. Kampung Bambu Klatakan di Dusun Bojong, Desa Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, adalah salah satunya.

Kampung yg berjarak sekitar lima kilometer dari Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) itu menawarkan kesejukan hutan bambu yg masih alami. Akses menuju kampung ini tak lah sulit. Wisatawan mampu memakai mobil, sepeda motor, atau dapat juga dengan delman.

Namun buat mencapai ke lokasi hutan bambu wisatawan mampu berjalan kaki melewati jalan setapak perkampungan Bojong dan perkebunan warga. Tiba lah di hutan bambu seluas 20 hektar yg rimbun dan sejuk.

Kawasan tersebut telah ditata sedemikian rupa oleh warga sehingga kelihatan bersih namun tetap terjaga keasliannya. Kursi-kursi bambu di dua sudut tersedia buat beristirahat wisatawan.

KOMPAS.COM/IKA FITRIANA Wisatawan sedang ber-swa foto di sudut Kampung Bambu Klatakan, Borobudur, Jawa Tengah, Minggu (4/9/2016).

Di dua sudut kelihatan sekelompok anak muda yg asyik swa foto (selfie) dengan latar rerimbunan pohon bambu nan hijau. Suasana semakin hangat dengan adanya para penjaja makanan tradisional yg khas bahkan makanan yg tak ditemukan di tempat lain.

Sebut saja nasi jagung kluban (urap sayur), bubur sayur, jenang, lemper, singkong bumbu ingkung hingga minuman badeg (nira kelapa).

Suprih Prasetyo, Kepala Desa Wringinputih, menyampaikan bahwa Kampung Bambu Klatakan ini yaitu salah sesuatu destinasi wisata baru yg diinisiasi oleh warga dan didukung oleh PT. TWCB.

Lokasi ini sengaja memanfaatkan lahan hutan bambu punya warga yg sebelumnya biasa-biasa saja.

“Sebelumnya cuma hutan bambu biasa saja, warga cuma menebang bambu di sini buat keperluan bangun rumah, pagar, atau lainnya. Tapi kemudian kalian perbaiki, bersihkan, tata, sehingga jadi tempat yg mampu menarik wisatawan,” kata Suprih, di sela peresmian Kampung Bambu Klatakan, Bojong, Minggu (4/9/2016).

KOMPAS.COM/IKA FITRIANA Warga menjual makanan tradisional di Kampung Bambu Klatakan, Borobudur, Jawa Tengah, Minggu (4/9/2016).

Suprih menyebutkan, selain mampu menikmati keindahan hutan bambu, di kampung ini wisatawan juga mampu menikmati matahari terbenam (sunset), menyaksikan tempuran (pertemuan) tiga sungai Tangsi, Progo, dan Gending, ada rumah pohon serta hamparan lahan dapat di lalui dengan mobil offroad.

“Meski baru diresmikan tetapi telah banyak wisatawan yg tiba kemari. Warga juga bersemangat membangun obyek wisata ini, karena harapan ke depan mampu menyokong perekonomian warga,” kata dia.

Wisata Edukasi dan Konservasi Pohon Bambu

Menurut Suprih, setiap wisatawan yg tiba mulai diminta buat ikut menaman sesuatu pohon bambu. Hal ini buat mendukung pelestarian pohon bambu yg semakin minim setiap tahun.

Pujo Suwarno, Sekretaris Perusahaan PT. TWCB, mengemukakan bahwa Kampung Bambu Klatakan yaitu salah sesuatu obyek wisata di luar Candi Borobudur yg berbasis alam, edukasi sekaligus konservasi pohon bambu.

“Jadi wisatawan tak sekadar berwisata mulai tapi juga belajar banyak hal tentang alam, seni, budaya, serta konservasi bambu,” katanya.

KOMPAS.COM/IKA FITRIANA Wisatawan menikmati minuman tradisional badeg atau nira kepala di Kampung Bambu Klatakan, Borobudur, Jawa Tengah, Minggu (4/9/2016).

Pujo menjelaskan, ada lebih dari 10 macam bambu yg ada di Kampung Bambu Klatakan. Hutan bambu yg belakangan semakin tergusur dengan pemukiman ini yaitu daerah resapan air yg baik.

Pujo melanjutkan bahwa kampung ini menjadi salah sesuatu dari 20 desa yg diproyeksikan menjadi desa pendukung obyek wisata Candi Borobudur. Target ke depan desa-desa tersebut menjadi magnet buat meningkatkan angka kunjungan dan lama tinggal wisatawan di Borobudur.

“Jadi wisatawan tak menumpuk di Candi Borobudur saja, mereka dapat menikmati desa-desa wisata sekitarnya dan diharapkan tinggal lebih lama di sini. Kami mulai bangun balai ekonomi dan homestay-homestay bagi mendukung hal itu,” kata Pujo Suwarno.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/09/05/072200827/Yuk.Menikmati.Keasrian.Kampung.Bambu.Klatakan.Borobudur.
Terima kasih sudah membaca berita Yuk, Menikmati Keasrian Kampung Bambu Klatakan Borobudur…. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Yuk, Menikmati Keasrian Kampung Bambu Klatakan Borobudur…"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.