Yu Djum Dan 4 Gerai Gudeg Legendaris Di Yogyakarta

No comment 146 views

Berikut artikel Yu Djum dan 4 Gerai Gudeg Legendaris di Yogyakarta, Semoga bermanfaat

KOMPAS.com – Salah sesuatu pendiri gerai gudeg legendaris di Yogyakarta, Djuhariah alias Yu Djum, pada Senin (14/11/2016) dahulu meninggal di usianya yg ke-85. Sebagai ikon kuliner gudeg, gerai Yu Djum terus menjadi incaran wisatawan.

Termasuk Yu Djum, sedikitnya ada lima penjual gudeg di Yogyakarta yg jadi favorit warga dan wisatawan. Berikut daftarnya dihimpun KompasTravel, Selasa (15/11/2016).

1. Gudeg Yu Djum 

Yu Djum pertama kali berjualan gudeg di kawasan Karangasem, sebelah utara Universitas Gajah Mada (UGM). Yu Djum kemudian membuka gerai di Jalan Wijilan yg jadi sentra gudeg di Yogyakarta. 

(Baca: Ini Istimewanya Gudeg Yu Djum yg Legendaris)

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Gudeg Yu Djum yg disajikan dengan daun pisang.

Kini, Yu Djum memiliki tujuh gerai yg tersebar di Yogyakarta. Gerai Yu Djum di Jalan Wijilan dan Jalan Kaliurang adalah yg paling ramai pengunjung.

Salah sesuatu keunggulan Gudeg Yu Djum adalah semuanya dibuat memakai alat masak tradisional, yakni kayu bakar. Meski rasa manisnya cukup ‘nendang’, gudeg kering ini cukup diincar wisatawan dari luar Jawa. 

2. Gudeg Pawon

Pawon dalam bahasa Jawa berarti ‘dapur’. Sesuai namanya, gerai sesuatu ini menyajikan gudeg segera di dapurnya. Uniknya lagi, Gudeg Pawon baru dibuka akan pukul 22.00 WIB hingga dini hari. 

Gudeg Pawon dirintis oleh Bu Prapto Widarso sejak tahun 1958. Gudeg berjenis basah ini disajikan dengan sambal krecek yg pedas, serta ayam kampung yg dimasak berjam-jam. Gudeg Pawon berlokasi di Jalan Janturan 36-38, Warungboto, Yogyakarta.

(Baca: Nikmatnya Gudeg Pawon di Tengah Malam)

3. Gudeg Permata

Gudeg Permata berlokasi di Jalan Gajah Mada, tepat di sebelah barat bekas bioskop Permata. Sama seperti Pawon, Gudeg Permata juga buka pada malam hingga dini hari. 

Gudeg Permata yg berkonsep lesehan ini telah buka sejak 1951 dan tak diragukan lagi kelezatannya. Resep turun temurun membuat cita rasanya otentik dan disukai segala pengunjung.

(Baca juga: Di Yogya, Lidah Wajib Bertamasya)

4. Gudeg Sagan

Jika dua gerai gudeg sebelumnya berkonsep warung, dapur, dan lesehan, maka Gudeg Sagan berkonsep restoran. Gerai yg terletak di Jalan Profesor Dr Herman Yohanes Nomor 53, Caturtunggal ini menyuguhkan gudeg basah dengan ayam kampung yg dimasak memakai tungku kayu. 

Ya, meskipun bertempat di restoran modern, cara pembuatan gudegnya masih tradisional. Ciri khas lainnya dari Gudeg Sagan adalah areh alias kuah gudeg yg sengaja dituangkan banyak-banyak ke atas seporsi gudeg. Gerai restoran Gudeg Sagan buka akan pukul 18.00-24.00 WIB.

(Baca juga: Sejarah di Balik Ketenaran Gudeg)

5. Gudeg Manggar Bu Jumilan

Manggar adalah macam gudeg yg unik, yakni memakai kembang kelapa muda sebagai bahan utamanya. Oleh karena itu, Gudeg Manggar memiliki cita rasa yg khas. Lebih gurih dan padat.

Tribun Jogja/Hamim Thohari Gudeg manggar

Salah sesuatu penjual Gudeg Manggar yg legendaris adalah Warung Bu Jumilan yg terletak di Jalan Srandakan Km 8, Kabupaten Bantul. Warung Bu Jumilan buka akan pukul 08.00-15.00 WIB.

(Baca: Tak Seperti Gudeg Biasanya, Gudeg Ini Terbuat dari Bunga Kelapa)

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/11/15/192000327/yu.djum.dan.4.gerai.gudeg.legendaris.di.yogyakarta
Terima kasih sudah membaca berita Yu Djum dan 4 Gerai Gudeg Legendaris di Yogyakarta. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Yu Djum Dan 4 Gerai Gudeg Legendaris Di Yogyakarta"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.