Yang Kamu Belum Tahu Dari Papua, Baju Kain Rumput

No comment 200 views

Berikut artikel Yang Kamu Belum Tahu Dari Papua, Baju Kain Rumput, Semoga bermanfaat

WaisaiPapua terkenal dengan koteka yg biasa digunakan oleh kaum adam. Nah, di Sorong Selatan ada busana yg pasti belum kamu tahu, merupakan baju kain rumput.

detikTravel mendapat kesempatan bagi berkunjung ke Raja Ampat atas undangan Sidang Sinode GKI XVII, minggu dahulu di Pantai WTC, Waisai. Acara ini bukan cuma kegiatannya adalah bazar dari berbagai kabupaten di Raja Ampat.

Di bazar ini ada sebuah stand dari Inanwata yg isinya adalah busana adat dari Sorong Selatan, baju kain rumput. Baju ini digunakan oleh masyarakat sorong selatan buat berbagai acara adat.

“Biasa kalian pakai ini buat acara seperti antar mas kawin atau pernikahan atau karnaval,” kata Ruth Karet, Koordinator persekutuan wanita tingkat klasis.

Daun sagu (Bonauli/detikTravel)Daun sagu (Bonauli/detikTravel)

Baju ini dibuat dari daun sagu yg dikeringkan. Tapi tak sembarang daun sagu lho. Ada syaratnya.

“Pucuk dari pohon sagu harus yg masih tertutup dan diambil pada ketika air laut surut,” jelas Ruth.

Daun sagu yg telah dipetik kemudian direndam selama sebenyar dan diambil tulangnya. Yang tertinggal hanyalah daun saja.

Daun ini kemudian dibelah jadi lebih kecil searah dengan tulang daun. Dari sesuatu daun mulai menghasilkan 4 potongan.

Setelah itu, potongan daun mulai dijemur selama sesuatu hari. Kalau telah kering barulah proses pewarnaan dimulai.

Pewarna diambil dari akar pohon bengkulu yg di parut. Akar ini mulai memberikan warna merah dan kuning, terganyung dari lamanya proses perebusan. Untuk warna hitam, mereka memakai tanah.

Pewarnaan selesai, barulah proses pemintalan dimulai. Proses pemintalan adalah penganyaman kain rumput secara manual.

Pemintalan kain rumput (Bonauli/detikTravel)Pemintalan kain rumput (Bonauli/detikTravel)

2 Rumput kering terlebih lalu dipilin menjadi sesuatu yg mulai digunakan sebagai karet dipinggang atau disebut tali. Mereka mulai memberikan variasi jumlah dari tali, minimal 2 tali.

Masyarakat Sorong selatan cuma memakai kayu sepanjang sekitar 1 meter buat mengaitkan ujung-ujung tali dan akan mengayam.

Untuk membuat sesuatu rumput biasanya menghabiskan 4 pucuk daun sagu. Lamanya pengerjaan kain juga tergantung dari banyaknya tali.

Satu kain rumput mulai dihargai Rp 500.000 bagi rok. Kalau mau sepasang dengan baju harganya jadi beberapa kali lipat, merupakan Rp 1.000.000 sepasang.

Masyarakat yg menggunkan baju kain rumput (Bonauli/detikTravel)Masyarakat yg menggunkan baju kain rumput (Bonauli/detikTravel)

“Ini asli dari Sorong selatan, tak ada di tempat lain,” ungkap Ruth.

Bazar ini cuma mulai berlangsung selama sampai hari Jumat (17/3/2017). Buat yg lagi ada di Raja Ampat, yuk main-main ke bazar ini!
(bnl/wsw)

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/03/14/121717/3446462/1519/yang-kamu-belum-tahu-dari-papua-baju-kain-rumput
Terima kasih sudah membaca berita Yang Kamu Belum Tahu Dari Papua, Baju Kain Rumput. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Yang Kamu Belum Tahu Dari Papua, Baju Kain Rumput"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.