Yang Cantik Di Jember, Pantai Papuma

No comment 125 views

Berikut artikel Yang Cantik di Jember, Pantai Papuma, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Jember dikenal mulai acara karnaval batiknya yg mempesona. Tapi selain itu, Jember juga milik Pantai Papuma yg indah.

Liburan? Travelling? Pantai? Mendadak ide gila itu terlintas di pikiran. Mencoba mengajak teman, tetapi tenyata pada gak bisa. Oke, kembali beraktifitas di luar meja kerja itu pasti sangat menyenangkan.

Mendadak lebih baik dari pada rencana tetapi malah gak terwujud. Itu sama sekali tak menyenangkan. Tapi kali ini, dengan keadaan serba dadakan malah dapat terlewati.

Papuma, sebuah pantai yg berada di Ambulu, Jember. Tidak begitu jauh dari Surabaya. Bisa ditempuh berkisar empat jam dengan bus Damri dari Teminal Bungurasih, Surabaya.

Setelah seluruh satu alat tempur selesai dipersiapkan, tepat jam sepuluh berangkat dari kontrakan di Gresik. Kurang lebih sesuatu jam perjalanan sampai ke Bungurasih, sedikit celingak celinguk mencari bus jurusan Ambulu.

Sempat bertanya ke dua calon penumpang bus ekonomi, tetapi ternyata si calon penumpang bukan bertujuan ke Ambulu. Hampir setengah jam menunggu bus ekonomi jurusan Ambulu yg tidak kunjung datang.

Melihat Damri jurusan Jember, membuat aku bergegas mendekati dan bertanya pada petugas Damri. Ternyata bus jurusan Ambulu telah tak ada lagi, tepat pada jam setengah beberapa belas tadi malam. Akhirnya tanpa mikir panjang segera saja menaiki bus tersebut.

Suasana yg hiruk piruk, karena memang bus ekonomi tentunya sempit. Asap rokok, plus tangisan anak kecil. Namun aku lebih baik berdamai dengan keadaan. Toh tak ada gunanya mengeluh kondisi di dalam bus yg memang cukup lama aku tunggu.

Detik demi detik, saat kantuk tidak tertahankan, mata pun terpejam. Bosan memejamkan mata, kembali terbangun dan mencermati sekitar. Saya memang suka perjalanan, karena setiap perjalanan yg terus aku lewati ada saja hal baru menarik buat diceritakan dan tentunya dituangkan dalam sebuah tulisan.

Kerap sekali aku terbangun dan berusaha bersahabat dengan kondisi di dalam bus. Orang-orang di sekitar terus saja silih berganti. Tak tahu kapan mereka naik dan bahkan kapan mereka turun.

Terbangun dengan riuhnya para penumpang di dalam bus. Tersadar, ternyata telah sampai di Jember. Ketika melewati Alun-alun Jember. Langsung disambut dengan masjid yg besar di tengah kota Jember.

Serasa angin menyapa di shubuh, sayup-sayup suara adzan shubuh pun terdengar. Saya bertanya kepada kenek bus, dan ternyata aku pun turun tidak jauh dari masjid. Berjalan sambil melihat sekitar alun-alun, dan lampu-lampu jalan yg memang masih terang benderang.

Perjalananlah yg membuat aku banyak belajar kehidupan. Bersyukur dengan apa yg ada, bahwa jauh di luar sana masih banyak yg tidak seberuntung kehidupan ini.

Bergegas, berwudhu ditempat wudhu akhwat, sambil menikmati gemercik air yg menghilangkan rasa kantuk dan melaksanakan sholat shubuh berjamaah. Hikmat sekali rasanya. Lebih hikmat lagi, suara merdu imam shalat jamaah yg membuat hati teduh.

Matahari akan menampakkan wujudnya, menyinari bumi, lambat laun panasnya akan memanasi bumi. Namun, suasana Jember yg memang menyenangkan ketika pertama kali aku menghirup udara di Jember.

Saya pun beranjak dari masjid, menulusuri pinggir jalanan alun-alun, hingga aku melihat becak. Saya memanggil bapak yg sedang mengkayuh becak. Saya cuma ingin ke tempat pemberhentian angkot atau line.

Line pun melintas dihadapan saya. Langsung nego sama si bapak sopir. Sesuai kesepakatan, aku cuma sampai di perempatan menuju Papuma. Merhatiin sepanjang jalan, yg kotanya gak riweh, adem, dan tampaknya masih ada bangunan tua.

Sampai juga di perempatan menuju Ajung. Setelah bertanya dengan warga sekitar, tukang ojek, lebih baik segera ke Papuma. Karena dari Ajung juga belum ada angkot dalam kondisi masih pagi sekali.

Akhirnya keputusan jatuh pada, naek ojek. Sepertinya lebih sangat memungkinkan, selain lebih murah. Karena mulai sangat mahal kalau naik taksi. Namanya juga backpacker, seluruh satu harus super duper hemat. Sebisa mungkin harus muriah meriah tetapi menyenangkan dan tetap enjoy selama diperjalanan.

Kali ini shock dengan cuaca yg adem. Aysik banget, masih berkabut tebal. Suasana ini mulai sangat susah ditemukan di gresik yg memang panas.

Masih takjub dengan suasana teduh di jember, ditambah lagi melewati hujan jati yg memang rindang, perkebunan sayuran warga sekitar, hingga akhirnya aroma pantai pun terasa.

Sebelum sampai ke Papuma, pastinya mulai melewati pantai lain, dan keindahannya juga lumayan.
Berhenti sejenak buat membayar pajak masuk pantai. Hanya bayar tujuh ribu rupiah.
Dari gerbang pembayaran, mulai sangat menanjak hingga sampai pantai.

Jalannya memang mengharuskan ekstra hati-hati dengan tingkat tinggi. Selain jalannya yg sangat menanjak, juga tikungan tajam yg sebelah kiti jalan segera menjorok jurang, ini nih sensasinya.

Semakin dekat, semakin tercium aroma laut. Anginnya yg sejuk, disambut sang mentari yg lambat laun terang dan sang mentari semakin tinggi. Hiruk pikuk Papuma aku jumpai di pagi itu.

Para nelayan yg mungkin saja baru pulang segera menjajahkan hasil nelayan ke para pembeli. Karena memang sekitar Papuma banyak sekali warung, suasana yg jarang ditemukan.

Matahari pelan-pelan semakin menyengat dan aku masih saja sibuk dengan dunia aku sendiri. Motret! Dunia yg begitu membawa aku terlarut, fotografi yg semakin membuat aku terus ingin berpetualang. Sambil berpetualang dan menangkapnya, merekamnya dengan kamera yg hasilnya di sebuah foto.

Laut Papuma yg memang masih sangat asri. Warnanya indah sekali, bau lautnya begitu khas, ditambah lagi dengan karang-karang yg masih kokoh. Suka sekali suasananya.
Semakin menyengat sang mentari, semakin banyak pengunjung dan semakin ramai.

Mengabadikan moment, menelusuri bibir pantai dan tidak lupa bagi narsis. Jam beberapa siang, aku pun beranjak pulang ke Gresik. Sayang sekali hujan pun dengan derasnya, sejenak menunggu hujan reda dan semakin indah langit di Jember yg memang tak dinodai oleh aktifitas sekitar.

Saya suka sekali. Tak lupa membeli sekedar oleh-oleh dan segera pulang dengan bus jurusan Jember-Surabaya. Liburan singkat dan mendadak. Momen yg indah dengan semua keindahan alam.

Sumber: https://travel.detik.com/read/2016/11/21/151500/3295004/1025/yang-cantik-di-jember-pantai-papuma
Terima kasih sudah membaca berita Yang Cantik di Jember, Pantai Papuma. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Yang Cantik Di Jember, Pantai Papuma"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.