Yang Baru Di Malang, Ekowisata Boon Pring

No comment 150 views

Berikut artikel Yang Baru di Malang, Ekowisata Boon Pring, Semoga bermanfaat

Malang – Destinasi wisata baru selalu bermunculan di Malang. Salah sesuatu yg paling populer adalah Ekowisata Boon Pring di Desa Sananrejo.

Ekowisata Boon Pring, mulai menjadi andalan Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, sebagai destinasi wisata.

Ekowisata ini memanfaatkan keberadaan embung atau telaga berasal dari dua sumber mata air. Dapat dijumpai beragam macam tanaman bambu di lokasi yg berada di lereng Gunung Semeru ini.

Kepala Desa Sanankerto M. Subur mengatakan, sudah ada 65 macam tanaman bambu yg ditanam di lahan khusus, atau dikenal dengan hutan bambu, memanfaatkan lahan ekowisata Boon Pring memiliki luas sekitar 36,8 hektare.

“Tahun ini kalian targetkan ada seratus macam tanaman bambu. Puluhan ribu bibit telah bersiap kita tanam,” katanya berbincang dengan detikTravel, Selasa (28/3/2017).

Embung Boon Pring berada di Desa Sananrejo, Malang (Aminudin/detikTravel)Embung Boon Pring berada di Desa Sananrejo, Malang (Aminudin/detikTravel)

Dikatakan Subur, dinamakan Embung Boon Pring, karena keberadaannya berada di tengah tengah rerimbunan tanaman bambu.

“Embung dibangun sekitar tahun 1978, dan akan mengembangkan wahana wisata ini sekitar beberapa tahun lalu. Kami berharap, ini mulai menjadi destinasi wisata andalan desa kita nantinya,” jelas Subur.

Biaya bagi menikmati wahana ekowisata Boon Pring cukup murah, yakni Rp 5 ribu per orang. Hasilnya nanti bagi menunjang perawatan dan operasional ekowisata.

“Sejak awal kalian membawa konsep ekowisata, kelestarian alam serta melindungi sumber mata air. Pengunjung mampu belajar atau melihat seluruh macam bambu di sini,” terang Subur.

Adanya Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat, lanjut Subur, mulai cukup menolong dan mendorong berdirinya Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Kertoraharjo.

Keberadaan Bumdes secara resmi dikukuhkan Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo turut mendongkrak perekonomian warga sekitar dan tidak mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malang.

“Tahun kemarin (2016), Embung ini telah menyumbang PAD sampai Rp 160 juta. Tahun ini diharapkan mulai lebih meningkat lagi dengan mengambil dana desa sebagai modal sebesar Rp 170 juta,” ungkap Subur.

Ada fasilitas sepeda perahu (Aminudin/detikTravel)Ada fasilitas sepeda perahu (Aminudin/detikTravel)

Modal itu, kata dia, mulai digunakan bagi mengembangkan fasilitas wahana ekowisata. Seperti penambahan flying fox, sepeda perahu, dan kolam renang.

“Kami percaya Bumdes Kertoraharjo bagi mengelola Boon Pring dapat berkembang dan membawa kesejahteraan warga,” sebutnya.

Wakil Head of Network and Service Bank Negara Indonesia (BNI) wilayah kerja Malang Akbad Bachtiar, menuturkan, BNI hadir bagi memperluas dan memperkuat literasi keuangan kepada masyarakat, yg selama ini belum mendapatkan akses lembaga keuangan dan layanan perbankan.

Termasuk dukungan langsung berdirinya Bumdes di pedesaan, sebagai upaya pengentasan kemiskinan. “Ada lima fungsi penting kami, merupakan memberikan literasi keuangan, edukasi, konsultasi, pendampingan bisnis rintisan, serta mengantar berdirinya Bumdes, kepada desa yg belum mendirikan,” ujar Akbad terpisah.

Asyik buat wisata bareng si buah hatiAsyik bagi wisata bareng si buah hati Foto: (Aminudin/detikTravel)

Dijelaskan, Bumdes Kertoraharjo tidak mengurangi jumlah Agen46 BNI, yg sekarang telah mencapai 71 Bumdes. Pendirian Bumdes yaitu gerakan pemberdayaan masyarakat dari desa oleh desa agar lebih mandiri.

“Kami percaya pengelolaan ekowisata Boon Pring oleh Bumdes Kertoraharjo mulai maju, dan pastinya membawa kesejahteraan masyarakat, karena banyak desa yang lain yg bisa dan berhasil,” sebut Akbad. (rdy/rdy)

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/03/29/084424/3458964/1519/yang-baru-di-malang-ekowisata-boon-pring
Terima kasih sudah membaca berita Yang Baru di Malang, Ekowisata Boon Pring. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Yang Baru Di Malang, Ekowisata Boon Pring"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.