Wow…! Kanal-kanal Amsterdam Nan Cantik…

No comment 75 views

Berikut artikel Wow…! Kanal-kanal Amsterdam nan Cantik…, Semoga bermanfaat

KEHEBATAN negeri Belanda dalam memanfaatkan transportasi air sebagai salah sesuatu transportasi penting sejak abad ke-17 telah tak diragukan lagi.

Transportasi kanal-kanal di seputar kota Amsterdam sudah menggerakan perekonomian Belanda hingga mencapai masa golden age sehingga menjadi negara adi daya pada abad tersebut.

MADE AGUS WARDANA Termos teman setia dalam perjalanan menuju Amsterdam, Belanda.

Kemampuan mempertahankan dan menjaga kelestarian keberadaan  kanal-kanal tersebut membuahkan warisan tidak ternilai buat generasi selanjutnya.

Wajar saja, UNESCO menetapkan buat memasukkan daerah-daerah cincin kanal abad ke-17 di Amsterdam ini ke dalam daftar warisan dunia UNESCO pada tahun 2010.

Itulah sekelumit pikiran aku dalam rangka melakukan perjalanan ke Amsterdam dua waktu lalu. Sebelum aku lanjutkan cerita tentang kanal-kanal Amsterdam yg cantik, di bawah ini aku ceritakan suasana perjalanan menuju kota Amsterdam, Belanda.

Berbekal tas ransel yg berisi bungkusan kue wingko babat buatan istri, teh panas di dalam termos yg setia menemani perjalanan aku dari Stasiun Brussel Central menuju Stasiun Amsterdam Central.

Saya memilih train inter city (IC) dengan harga 53 euro (pp) dengan waktu tempuh cuma 3 jam lebih 16 menit.

Kereta ini berangkat pukul 06.49 kemudian sempat berhenti di stasiun Brussel Airport, Mechelen, Antwerpen, Rosendaal, Dordrecht, Roterdam, Den Haag HS, Schiphol Airport dan terakhir datang pukul 10.00 di Stasiun Amsterdam Central.

MADE AGUS WARDANA Suasana di kereta api menuju Amsterdam, Belanda.

Berada di gerbong kereta selama 3 jam, aku manfaatkan waktu tersebut dengan membaca keterangan tentang Amsterdam. Mencatat tempat yg mesti dikunjungi, mengatur waktu dan jarak tempuh antara obyek yg sesuatu dengan yg lain.

Obyek wisata yg tak begitu jauh, aku mulai tempuh dengan berjalan kaki.

Saya terduduk lesu di gerbong kelas 2, terganggu dengan  suara kencang yg mengganggu penumpang lainnya. Seorang penumpang cerewet bukan main, berbicara seenaknya tanpa perduli disekitarnya.

Suara keras melengking bernada keras dengan bahasa Belanda. Dia lupa bahwa headset yg menempel di kuping sebagai penyebab ketidakpeduliannya terhadap penumpang lain.

Kuping yg gemerlap dengan anting-anting segede gajah kelihatan wah. Wajahnya kemerahan, dengan luapan emosi menghentak lawan bicara di telepon. Saya persis di belakangnya, sangat terusik dengan tingkah lakunya.

MADE AGUS WARDANA Stasiun Amsterdam Central di Belanda.

Dalam hati aku berkata dalam bahasa Bali, “Eeeh… Luh! sing dadi gigisan ngomel dini? Kaden luh gen ngelah tongosne dini, gedeg basang bline cubit bangkiangne!”

Ini adalah ungkapan bercanda saja dalam pikiran saya, kalau diterjemahkan berarti begini: “Eh Nona, tak bisakah anda berbicara secara pelan-pelan di sini? Anda pikir tempat ini bagi dirimu saja. Awas kalau aku marah, aku dapat cubit pinggangmu”.

Pasti pembaca KompasTravel bertanya, memangnya Bli berani mencubit wanita itu? Tentu jawaban aku tak lah. Karena aku tahu kalau aku cubit berarti itu pelecehan dan aku mampu dicaci maki oleh perempuan itu.

Sesaat kemudian, aku bertambah kesal dengan nada suara semakin melengking. Saya bangun dan menghampirinya. Saya memanggil wanita itu dengan sopan, “Mohon maaf, suara anda sangat mengganggu.”

MADE AGUS WARDANA Suasana di luar Stasiun Amsterdam Central di Belanda.

Reaksinya kaget seperti orang kebelet pipis. Dia membuka headset di kuping, segera sadar, meminta maaf sambil tersenyum kecap manis.

Saya pun tersenyum nyengir atas sikap yg sopan atas permintaan maaf tersebut. Alangkah damainya kalau kalian saling memaafkan, bukan? Tidak perlu berantem jungkir balik, bikin susah banyak orang saja cuma gara-gara masalah kecil.

Tepat pukul 10.16 aku datang di Amsterdam Central Stasiun. Pagi itu, suasana tenang dengan para penumpang yg berlalu-lalang sibuk membawa koper dan menuruni tangga lift menuju ke hall stasiun Amsterdam.

Di tengah hall stasiun, para pedagang ramah melayani pembeli dengan aneka makanan dan minuman. Selangkah kemudian orang-orang cipika-cipiki bertemu kerabat atau pacarnya sambil bercium bebas sesuka hati. Asyik!

MADE AGUS WARDANA Kanal depan Stasiun Central Amsterdam di Belanda.

Berbahagialah mereka, cium mesra tak ada yg mengganggu. Silakan! Silakan! ini negeri yg penuh toleransi. Belanda lho! Negeri yg penuh kebebasan, tetapi jangan salah negeri yg bukan kebablasan. Negeri yg diatur oleh aturan-aturan yg melindungi warganya.

Tiga kanal utama

Langit Amsterdam sedikit demi sedikit terang. Mendung akan kehilangan kekuasaan, diganti oleh sinar matahari yg menyinari kota Amsterdam. Kuasa alam tak dapat ditolak begitu saja, hangatnya sudah menyinari hati para turis berdecak ria.

Horeee matahari! Mereka seakan-akan berlomba memilih tempat  wisata yg menarik. Merekam moment dengan smartphone,  kemudian di-share di media sosial. Ada yg live streaming meniru gaya para reporter televisi. Ada pula yg garuk-garuk kepala kehilangan dompet, antara pasrah dan khawatir.

MADE AGUS WARDANA Wisata air di kanal Amsterdam. Kanal-kanal ini begitu terawat dan menjadi obyek wisata.

Sekali-sekali rokok bau ganja terendus lewat, membuat pusing kepala yg menghirupnya. Lagi-lagi, ini adalah Amsterdam ya!

Terus, aku melangkah ke arah barat menuju kawasan Jordaan, sebuah distrik termahsyur di Belanda. Kawasan khas di area kanal Amsterdam ini memiliki banyak jalan centil dan sempit. Dari Jordaan ini aku menemukan ketiga kanal penting merupakan Prinsengracht, Herengraht dan Keizergraht.

Bagi aku orang Belanda itu sangat kreatif. Kreatifitas itu kelihatan dari  terciptanya transportasi air yg serba lengkap dan saling terkoneksi sesuatu sama lain.

Tranportasi air yg memakai kanal-kanal besar maupun kecil tertata rapi, dipelihara bersih serta bermanfaat besar buat warganya.

MADE AGUS WARDANA Kanal yg bersih di Amsterdam, Belanda.

Tidak ada yg membuang sampah sembarangan, tak ada pembiaran perilaku bodoh yg merusak kanal-kanal, tak ada pencemaran limbah rumah tangga sekali pun.

Keberhasilan ini berkat pendidikan masyarakatnya yg tahu membedakan mana yg baik dan buruk. Sadarlah, bahwa kebersihan itu harus diajarkan sejak anak-anak masih usia dini.

Pahamilah, bahwa tindakan buruk dengan cara membuang sampah ke kanal-kanal tersebut yg telah pasti mulai merugikan seluruh orang.

Di tepi ketiga kanal penting itu, bisa dijumpai dua obyek wisata menarik seperti Museum Keju, Museum Tulip, Gereja tua Westerkerk serta Rumah Anne Frank, seorang gadis yahudi umur 15 tahun yg menjadi korban kekejaman Hitler. Setiap hari ratusan turis rela antre berjam-jam bagi melihat rumah tersebut.

MADE AGUS WARDANA Rumah Anne Frank terletak persis di tepi kanal Prinsengraht, Belanda.

Rumah Anne Frank terletak persis di tepi kanal Prinsengraht yg menjadi tempat persembunyian keluarga Anne Frank saat Hitler berkuasa  di Jerman. Didalam rumah ini ada sebuah pintu rahasia di mana keluarga tersebut bersembunyi.

Anne Frank dalam persembunyian tersebut menulis di buku harian yg menceritakan kehidupannya selama dalam persembunyian tersebut. Karena adanya pengkhianatan, keluarga Anne Frank berhasil diketahui oleh Nazi Jerman, yang  selanjutnya  dikirim ke Kamp  konsentrasi.

Anne Frank meninggal dunia pada ketika umur 15 tahun. Adanya tulisan harian inilah menjadikan Anne Frank terkenal dan diterbitkannya berbagai buku, film teater dan lain-lain.

Sementara itu, di tepi tepi kanal ini juga kelihatan cantik berjejer rumah terapung yg menjadi tempat tinggal permanen buat warga Belanda. Rumah terapung ini layaknya rumah tinggal biasa dilengkapi dengan berbagai ruangan kamar, tempat makan dan sebagainya.

MADE AGUS WARDANA Menikmati kanal-kanal yg bersih di Amsterdam, Belanda.

Kemudian di tempat ini pula, lintasan kapal wisata air (tour canal Cruise) yg menelusuri sepanjang kanal tetap menjadi incaran wisatawan bagi menikmati kecantikan  kanal yg bersih, bersejarah dan bermanfaat untuk segala lapisan masyarakat.

Para pembaca KompasTravel yg budiman, sambil menikmati white bir dengan keju, mari luangkan waktu bagi menikmati keindahan kanal Amsterdam sambil minum di kafe pinggir kanal yg cantik, indah dan menawan sepanjang masa. (MADE AGUS WARDANA, tinggal di Belgia)
Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/05/28/095100527/Wow.Kanal-kanal.Amsterdam.nan.Cantik.
Terima kasih sudah membaca berita Wow…! Kanal-kanal Amsterdam nan Cantik…. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Wow…! Kanal-kanal Amsterdam Nan Cantik…"