William Wongso: Sate, Pecel, Lawar Bali Layak “Go International”

Berikut artikel William Wongso: Sate, Pecel, Lawar Bali Layak “Go International”, Semoga bermanfaat

MANGUPURA, KOMPAS.com – Indonesia selain kaya mulai budaya dan bahasa, ternyata Indonesia juga memiliki ragam masakan kuliner yg layak diperjuangkan buat dikenal dunia.

William Wirjaatmadja Wongso atau lebih dikenal dengan nama William Wongso seorang pakar kuliner terkenal Indonesia menyebutkan, kurangnya minat pemerintah mempromosikan kuliner Indonesia.

Kondisi tersebut membuat masakan Indonesia yg beraneka ragam, justru nampak lesu di Indonesia.

Sehingga, kuliner yg setidaknya dikenal segala negeri, keadaan tersebut tidak kelihatan dan cuma dikenal di daerah saja.

MADE AGUS WARDANA Sate Lilit khas Bali di Warung Legian pada Bazar Indonesia, di Brussel, Belgia, Minggu (30/8/2015).

“Hanya sejumlah menu yg dikenal di daerah lain. Contoh masakan padang terkenal karena setiap kota besar atau kecil ada restoran atau rumah makan padang. Kalau di Bali terkenal dengan tiga menu yakni lawar babi, babi guling, dan sate lilit,” ujarnya.

“Tapi masakan Bali terkenal cuma di kalangan non Muslim saja. Untungnya ada ayam betutu, lawar ayam atau sapi yg halal dimakan orang Muslim,” sambung William ketika bedah buku perdananya Flavors of Indonesia di Periplus Store Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Sabtu (28/5/2016).

Sebagai ahli kuliner yg menguasai seni masakan Eropa dan Asia, William pada awalnya bercita-cita menapaki karier di bidang film dan fotografi seperti ayahnya, Soewadi Wongso.

Namun lantaran terinspirasi dengan keahlian sang ayah dalam memasak, hal tersebut menumbuhkan minatnya bagi mencintai dunia kuliner.

Karena memiliki kekhasan dengan tidak jarang melakukan kunjungan ke tempat yang berasal masakan dan segera berinteraksi dengan ahlinya.‎

MADE AGUS WARDANA Lawar Ayam khas Bali di Warung Legian pada Bazar Indonesia, di Brussel, Belgia, Minggu (30/8/2015).

William tidak luput menuliskan tiga menu Bali yg memiliki rasa “mistis” lantaran masakan Bali dikenal dengan budaya dan tradisinya.

“Dengan cara-cara masakan tertentu ini aku setidaknya mengupas 30 masakan khas di Indonesia yg menurut buku perdana aku layak buat go international,” kata William.

“Apalagi Indonesia memiliki banyak bandara internasional. Kenapa tidak dimanfaatkan buat memasarkan masakan khas Indonesia. Jangan profit oriented saja. Berikan kesempatan bagi membuka masakan khas atau tertentu di bandara. 100 persen bandara di Indonesia cuma memikirkan profit oriented saja,” keluhnya. (Tribun Bali/Manik Priyo Prabowo)

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/05/28/191600227/William.Wongso.Sate.Pecel.Lawar.Bali.Layak.Go.International.
Terima kasih sudah membaca berita William Wongso: Sate, Pecel, Lawar Bali Layak “Go International”. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "William Wongso: Sate, Pecel, Lawar Bali Layak “Go International”"