“Weekend Yuk” Ke Corfu Dan Malta…

No comment 380 views

Berikut artikel “Weekend Yuk” ke Corfu dan Malta…, Semoga bermanfaat

KOMPAS.com – Laut Mediterania atau juga yg kadang disebut sebagai Laut Tengah adalah adalah laut antarbenua terletak antara Eropa di utara, Afrika di selatan, dan Asia di timur. Laut ini mencakup wilayah seluas 2,5 juta kilometer persegi.

Pada masa lalu, laut ini yaitu jalur dahulu lintas yg sibuk. Sebagai jalur perdagangan dan pertukaran budaya antara orang Mesir, Yunani kuno, Romawi kuno dan Timur Tengah. Sejarah Mediterania berperan utama bagi permulaan dan perkembangan peradaban barat.

Corfu

Melalui Laut Mediterania, Oceania Cruise membawa aku dari utara Yunani menuju Selatan Erop. Athena, Olympia, Corfu, Sicilia, Malta dan kembali ke Yunani tepatnya di Santorini.

Jangan melewatkan Corfu, seandainya anda hendak menyambangi Yunani, dalam rencana wisata Eropa anda. Corfu adalah pulau indah yg menjadi destinasi populer seandainya anda berkunjung ke negeri para Dewa Dewi.

ARSIP KOMPAS TV Suasana kota tua Corfu

Secara geografis, Pulau Corfu terletak di bagian paling utara kepulauan Pantai Lonina, Yunani. Pulau ini sendiri terletak tepat di tepi Pantai Adriatik, sangat dekat dengan negara induk Yunani dan Albania.

Pulau dengan area seluas 592 kilometer persegi dan penduduk sejumlah lebih dari 35.000 jiwa ini memiliki sejarah yg sarat dengan pertempuran dan penaklukan.

Warisan dari perjuangan kelihatan dalam bentuk benteng, gereja juga istana atau kastil sebagai tempat perlindungan. Pada tahun 2007, Corfu dinobatkan sebagai pulau warisan dunia dengan sebutan kastropolis atau kota kastil.

Salah sesuatu peninggalan yg juga menjadi destinasi wisata yg populer di Corfu adalah Paleokatristka, sebuah gereja Ortodok yg bentuknya seperti kastil, terletak  25 mill dari pusat Kota Corfu.

ARSIP KOMPAS TV Delman, transportasi alternatif di Malta. Mengelilingi Malta dengan delman dikenakan biaya hingga 60 euro.

Gereja ini berada di atas tebing dan menjadi salah sesuatu saksi masa-masa peperangan Corfu. Meskipun mungil,  Paleokatritska ditata dengan sangat apik, taman mungil dengan bunga aneka warna  menyambut di teras. Interior gerejanya pun sangat artistik.

Selain Paleokatritska, daerah tujuan wisata lainnya di Corfu adalah Kanoni. Letaknya di bukit dan kalian mampu melihat lansekap Corfu dari ketinggian. Di Kanoni juga tersebar kafe dan restaurant. Jika Anda ingin singgah lebih lama di Corfu di Kanoni juga terdapat hotel dan penginapan.

Dari Kanoni, kalian dapat melihat bahwa secara kesuluruhan Corfu adalah pulau yg sangat lengkap, perbukitannya asri,  lautannya berwarna biru toska yg memesona dan arsitektur bangunan yg sarat sejarah.

Dahulunya,  penduduk Corfu adalah pelaut sama halnya dengan penduduk Venice, Italia. Namun saat Corfu diserang dan  terdesak oleh Turki, mereka naik ke daratan dan membangun benteng-benteng pertahanan dan juga bercocok tanam sebagai upaya mempertahankan hidup.

Komoditas yg dominan dari Corfu adalah zaitun. Buah zaitun dan produk olahannya,  memenuhi pasar-pasar di Yunani.  Mulai dari buahnya yg dijadikan dasar buat membuat salad, dahulu ada pula aneka toiletris seperti sabun, pelembab tubuh, hingga minyak zaitun.

ARSIP KOMPAS TV Pemandangan dari Bukit Kanoni di Corfu.

Tak lama, Corfu jatuh di bawah kekuasaan Inggris setelah Perang Napoleon. Corfu akhirnya diserahkan oleh kerajaan Inggris bersama dengan pulau-pulau yg tersisa di Kepulauan Ionian, dan unifikasi dengan Yunani modern. Perjanjian ini disimpulkan dalam 1864 di bawah Traktat London.

Setelah Paleokatritska dan Kanoni, para turis biasanya mengunjungi pusat kota. Pusat kota Corfu padat dengan penduduk dan menjadi pusat bisnis. Corfu mampu disebut lebih kosmopolitan dari ibu kota Yunani, Athena dan juga Olympia.

Bangunan-bangunannya terdapat campuran pengaruh dari para penjajah sebelumnya, Venice dan Inggris. Pengaruh Inggris juga sangat kuat pada arsitektur gerejanya.

Malta

Dari Corfu, Oceania Cruise kemudian menyambangi Malta atau Valleta. Sebuah negara makmur di Selatan Italia. Di Malta, Oceania melego jangkar di Valleta Cruise Port. Ini tempat singgah kapal-kapal pesiar yg membawa ribuan turis berwisata ke Malta.

ARSIP KOMPAS TV Minyak zaitun, suvenir wajib dari kota Corfu.

Meski termasuk dalam kategori negara terkecil keenam di dunia dengan luas 112 kilometer persegi, Malta masuk dalam urutan 100 negara makmur tahun 2016 yg dirilis oleh Bank Dunia. Malta menempati posisi ke 36.

Sektor pariwisata menyumbang hampir 40 persen pendapatan negara, sisanya tiba dari sektor perdagangan, jasa dan industri perkapalan. Meskipun kecil, kontur Malta yg perbukitan, cukup melelahkan juga kalau dikelilingi dengan berjalan kaki.

Tapi jangan khawatir, Malta sangat mengerti bahwa buat mengakomodasi padatnya turis dengan memperbaiki sistem transportasinya.

Sehingga para turis tak kesulitan bagi tetap mengelilingi malta menjangkau segala sudut kota bersejarah ini dengan angkutan umum. Ada bus umum, bus khusus turis, dan juga delman.

Wisata menjadi sumber pendapatan Malta yg cukup dominan,  lebih dari beberapa juta wisatawan pada peak season mampir ke negara yg pernah menjadi jajahan Inggris hingga tahun 1970 ini.

ARSIP KOMPAS TV Kapal pesiar lego jangkar di Valleta Cruise Port.

Di Malta, tata bangunannya dipengaruhi oleh arsitektur Baroque dari era 1600 hingga 1700 Masehi. Ciri-cirinya kota didominasi oleh gereja ataupun benteng sebagai pusat administrasi negara.

Jika anda ingin berburu suvenir khas Malta, silakan mampir ke Republik Street. Para seniman jalanan Malta, ada di sepanjang jalan ini. Mulai  dari kerajinan tangan seperti aksesoris, lukisan hingga musisi jalanan yg menjual CD instrumentalia Malta.

Ikuti cerita lengkap pelesir Weekend Yuk ke Corfu dan Malta, pada Minggu, 19 Juni 2016, pukul 10.30 WIB, di Kompas TV. (Kompas TV/Fitri Oktarini)
Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/18/080600527/.Weekend.Yuk.ke.Corfu.dan.Malta.
Terima kasih sudah membaca berita “Weekend Yuk” ke Corfu dan Malta…. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "“Weekend Yuk” Ke Corfu Dan Malta…"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.