Wanita Solo Traveling Ke Thailand, Bisa Banget!

No comment 187 views

Berikut artikel Wanita Solo Traveling ke Thailand, Bisa Banget!, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Traveler yg ingin solo traveling, mampu mencoba ke Thailand. Negara ini cukup aman dan menyenangkan walau dikunjungi sendirian.

Liburan bermodalkan tipis ini, dilalui dengan perjalanan 1 jam dari Gresik. Dengan santai berjalan sambil membawa carrier tidak lupa bersama kamera tersayang. Bahkan, sebelum masuk, aku sempat mengabadikan plang keberangkatan international.

Maskapai yg aku gunakan sangat perhatian terkait membawa benda cair. Untung tak bawa banyak-banyak sampo. Sempat aku lirik, hasil sitaan petugas ada sampo dll yg mungkin berlebihan.

Saya pun datang di Bangkok, tepatnya di Bandara Don Mueang. Salah sesuatu bandara di Bangkok. Bandara yg cukup jauh dari pusat Kota bangkok. Mendarat, dan segera melenggang keluar bandara, bahkan sempat aku abadikan plang bandara.

Sebuah jepretan petanda aku telah mendarat di Bangkok. Sekitar pukul 8 malam, waktu bangkok, yg mana tak ada perbedaan waktu antara surabaya dan Bangkok. Sebelum keluar bandara mata aku segera tertuju pada seorang security dan ibu-ibu yg duduk dengan sibuknya di meja kerjanya.

Menghampiri bapak security dan bertanya harus bagaimana saya, seandainya ingin ke Khaosan Road yg yaitu tujuan penting aku sesampai di Bangkok, bagi mencari penginapan. Sebuah bus A1 tiba, mata aku segera tertuju pada kertas kecil itu yg telah diberikan seorang bapak security rute aku hingga sampai ke Khaosan Road.

Saya pun segera bergegas keluar, dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu yg bersamaan duduk dengan Pak Malikh. Saya segera naik ke bus, dan selayang bertanya pada ibu-ibu yg yaitu kernek bus A1 sekiranya bus ini ke Mo Chit, dan benar bus A1 mulai melewati Mo Chit, yg yaitu salah sesuatu jalur BTS di Bangkok.

Masih celingak-celinguk menikmati kota ini, ramai sekali pikir saya. Satu persatu pemberhentian bus dilewati, dan akhirnya, bus berhenti di Mo Chit. Turun dari bus bersamaan orang-orang yg aku tak tahu mau ke mana mereka.

Dan tentunya sempat mengabadikan jepretan suasan bangkok di malam hari, menyenangkan tiba kesebuah negara yg belum pernah aku datengi. Masih celingak-celinguk di Mo Chit dan sesuai petunjuk secarik kertas kecil, pemberian bapak malikh, petunjuknya, sesampai di Mo Chit, naiklah bus 3, 44, 524, 59, 509, 503.

Dengan sabar menunggu deretan nomer bus tersebut. 5 menit, 10 menit, hingga hampir setengah jam tidak kunjung tiba bus yg di nanti. Ada bus 524 yg lewat, tetapi saat aku coba memberhentikan bus tersebut, sopir bus malah tak berhenti, tak cuma itu, bus sepi tak ada penumpang sama sekali.

Akhirnya aku menetapkan buat menaiki BTS saja, menurut dari buku panduan thailand yg aku miliki, mampu melalui National Galery, dari sana dapat naik bus. Akhirnya aku menaiki BTS, dengan modal 40 Baht.

Menikmati BTS dari Mo Chit menuju National Galery, dan melihat hiruk piruk dahulu lalang. Ternyata aku kelewatan hingga ke Chit Lom, kalau ini jangan ditiru. Akhirnya aku turun, dan menaiki BTS yg menuju National Stadium tentunya ke Siam via BTS Sukhumvit Line.

Turun di Siam, sempat mengabadikan jepretan salah sesuatu mall keren di Bangkok, Siam Square, tidak begitu lama, BTS silom line  menuju National Stadium. Alhamdulillah, hati telah legah, telah sampai dan tentunya berharap mampu mampu bus hingga ke Khaosand Road.

Dan mampu bus yg di nanti, telah bahagia sekali, berharap segera sampai tujuan, mampu segera mampu penginapan dan tidur dengan nyenyak. Harapan hanyalah harapan, merasa curiga kalau bus ini tak sesuai jalur yg aku harapkan. Akhirnya aku menetapkan buat berhenti saja, dari pada aku semakin kesasar.

Berhenti di sebuah mall, dan telah tutup, sepi sekali. Saya coba bertanya pada seorang ibu-ibu. Namun ia ternyata tak mampu berbahasa Inggris. Meski begitu, beliau dengan senang hati coba menjelaskan, bahwa area menuju Khaosan Road jalannya ditutup karena sedang ada aksi demokrasi besar-besaran oleh rakyat Bangkok.

Tidak cuma itu, seorang cowok yg kira-kira seumuran saya. Dia menyarankan, agar aku naik taxi saja, namun dengan taxi meter. Tidak segala taxi mau mengantar penumpang ke daerah Khaosan Road, dikarenakan kondisi yg sedang hiruk piruk para demonstran waktu itu.

Alhamdulillah akhirnya ada taxi yg mau berhenti, dan tentunya taxi meter. Dengan suasana hati was-was, maklum ramenya malam Bangkok, bukan karena cuma banyaknya wisatawan yg tiba ke bangkok, tapi di penuhi para demonstran, terlebih lagi daerah Khaosan Road.

Suasana hiruk piruk sepanjang Khaosan Road, sangat padat. Pelan-pelan aku mencari tempat peraduan selama dua hari di Bangkok, tetapi ternyata cukup sulit. Kamar penuh, kalau pun masih kosong, dengan harga yg luar biasa, mana ada budget semahal itu, maklum aku benar-benar budget tipis.

Muter sana sini menemukan guest house, daerahnya di gang sempit, tidak begitu terdengar dari hiruk piruk musik2 dari bar Khaosand Road. Saya bertemu sepasang kekasih dan ternyata mereka telah booking terlebih dulu kamar di guest house tersebut, dan tentunya lagi-lagi aku menelan pahit kehabisan kamar.

Guest house terakhir yg aku temukan biasa, tetapi terasa ramai sekali. Saya sedikit bingung, tetapi alhamdulillah, ada kamar kosong dengan 160 Baht. Saya dapat menikmati kamar super sempit, kipas angin yg cukup berisik, dan aku pikir tak perlu menyalakan kipas angin, karena cuaca bangkok cukup dingin, dan tentunya kamar mandi dipakai bersama.

Tak perlu pikir panjang, aku segera ambil kunci kamar, dan harga memang sesuai dengan apa yg kami dapatkan, kamar tak berkunci. Karena kunci rusak, konyol sekali memang. Tapi tak apalah, yg utama aku dapat menikmati liburan ini, toh kamar tersebut cuma tempat peraduan tidur di malam hari hingga pagi, serta barang-barang bawaan.

Keesokan harinya, aku mencari tahu bagi kendaraan menuju Chatuchak, dengan penuh semangat mampu sampai Chatuchak. Tidak cuma ke Chatuchak, tetapi juga ke Grand Palace, Wat Arun, Wat Pho, dan pastinya ke Pattaya dengan bus.

Menikmati suasana pataya tak lupa menonton Tiffany’s Show. Pattaya adalah tujuan terakhir saya. Setelah menikmati Pattaya, aku pun kembali ke Indonesia setelah dua hari di Thailand.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/11/18/153500/3295441/1025/wanita-solo-traveling-ke-thailand-bisa-banget
Terima kasih sudah membaca berita Wanita Solo Traveling ke Thailand, Bisa Banget!. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Wanita Solo Traveling Ke Thailand, Bisa Banget!"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.