Wakatobi, Keseimbangan Daratan Dan Lautan

No comment 118 views

Berikut artikel Wakatobi, Keseimbangan Daratan dan Lautan, Semoga bermanfaat

LAUTAN, dan terutama pesona bawah laut, yaitu hal penting yg terlintas di pikiran tentang Wakatobi. Impresi itu tak salah karena sekitar 90 persen keragaman terumbu karang di dunia berada di dalam laut Wakatobi yg yaitu gabungan suku kata depan empat pulau di wilayah kepulauan tersebut, yakni Wangiwangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko.

Berdasarkan catatan Kompas, sekitar 750 macam terumbu karang, dari sekitar 850 macam di dunia, ada di Wakatobi. Karena itulah, Wakatobi termasuk salah sesuatu dari 10 tujuan wisata yg pembangunannya menjadi prioritas pemerintah pusat.

Adapun sembilan daerah yang lain yg juga beroleh status prioritas tersebut adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, dan Morotai.

Keragaman terumbu karang di Wakatobi juga termasuk yg diperhitungkan dalam jejaring negara-negara Coral Triangle Initiative (CTI) on Coral Reefs Fishery and Food Security, yakni Indonesia, Filipina, Malaysia, Timor-Leste, Papua Niugini, dan Kepulauan Solomon.

Ini sekalipun sejumlah hal juga mengancam keberlangsungannya, seperti penangkapan ikan dengan metode tak lestari dengan memakai bom atau sianida, pemutihan (bleaching) menyusul pemanasan iklim, sedimentasi menyusul pembangun di daratan, dan sebagainya.

Namun, pesona bawah laut itu tetap mengundang sejumlah wisatawan bagi tiba karena pesona bawah laut Wakatobi tetap menarik dan cenderung gampang dijangkau menyusul titik-titik penyelamannya yg relatif banyak.

Underwater nirvana. Begitulah kata Jacques Cousteau (Jacques-Yves Cousteau, oseanografer dan salah seorang penemu perangkat selam SCUBA), ihwal pesona bawah laut Wakatobi.

Akan tetapi, rupanya Wakatobi bukan melulu tentang laut. Pesona di darat, terutama yg terkait dengan aspek sosial budaya, juga tidak kalah memesona.

Sebagian buat tujuan mengenalkan sisi yang lain Wakatobi itulah, pada 14-20 September dahulu sejumlah jurnalis dan awak media melakukan kunjungan ke Wakatobi yg statusnya pada 1996 adalah sebagai wilayah taman nasional.

Kunjungan tersebut difasilitasi Swisscontact, lembaga berbentuk yayasan berorientasi bisnis pada bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Segera setelah datang di Wangiwangi, setelah menumpang Kapal Motor Uki Raya 06 dengan volume 83 GT (gross tonnage) dari Kota Baubau yg semalaman membelah Laut Banda sejak Rabu (14/9/2016) hingga Kamis (15/9/2016) pagi, Kompas segera siap menuju Tomia. Sebetulnya, pelayaran dari Kota Baubau menuju Wangiwangi bukanlah satu-satunya pilihan.

Penerbangan menuju Bandara Matahora, Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi, dapat saja ditempuh dari Jakarta setelah sebelumnya transit di Makassar dan Kendari. Namun, terkadang pelayaran mesti ditempuh menyusul rute udara yg kerap terlalu padat sehingga tak memungkinkan beroleh tiket dalam waktu seketika.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/11/18/092100127/wakatobi.keseimbangan.daratan.dan.lautan
Terima kasih sudah membaca berita Wakatobi, Keseimbangan Daratan dan Lautan. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Wakatobi, Keseimbangan Daratan Dan Lautan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.