Wajah Singapura Yang Jarang Kamu Lihat Di Keong Saik Road

No comment 118 views

Berikut artikel Wajah Singapura yang Jarang Kamu Lihat di Keong Saik Road, Semoga bermanfaat

Singapura – Liburan ke Singapura tidak cuma sekadar Orchard Road. Jelajahi juga kawasan Chinatown di Keong Saik Road, buat melihat aneka bangunan kuno yg jarang kami lihat.

Bila liburan ke Singapura, traveler pasti mulai melangkahkan kaki menuju ke dua spot yg telah terkenal jenis Merlion, Padahal masih ada dua kawasan yang lain di Singapura yg tidak kalah menarik buat dieksplorasi. Seperti kawasan Chinatown yg ada di sepanjang Keong Saik Road.

Keong Saik adalah nama sebuah jalan di kawasan Tanjong Pagar, Singapura. Jalan ini membentang dan diapit oleh dua jalan yg lainnya, antara yang lain Jalan New Bridge Road, Neil Road, hingga Duxton Road. detikTravel sendiri pernah menyusuri kawasan jalan ini ketika pergi ke Singapura dua waktu yg lalu.

Dari Hotel Oasia Downtown, tempat detikTravel menginap perlu berjalan kaki sekitar 10 menit saja. Melewati Tanjong Pagar Plaza, dahulu kemudian Duxton Plain Park, akhirnya sampai juga di kawasan Keong Saik Road. Beruntung ketika itu udara sedang bersahabat, sejuk dan enak bagi jalan-jalan pagi.

Pemandangan di kawasan Keong Saik Road (Wahyu/detikTravel)

Yang menjadi suguhan penting dari kawasan Keong Saik ini adalah deretan bangunan lawas yg memiliki perpaduan arsitektur China dan Kolonial Inggris yg kental. Bangunan ini berdiri dengan susunan yg sangat rapi, berderet dan berjejer di sepanjang jalan Keong Saik.

Beberapa masih berfungsi sebagai tempat tinggal, dua yg yang lain berubah fungsi sebagai toko, perkantoran, restoran, bar hingga tempat spa. Tentu saja penampilan restoran atau bar di kawasan ini jadi sangat keren, mengingat mereka memakai bangunan-bangunan kuno ini sebagai tempat berjualan dengan tak mengubah bentuk asli bangunannya.

Pemandu kita bernama Candice Chua, pun menceritakan sejarah tentang kawasan Keong Saik ini. Menurut Candice, lalu kawasan ini yaitu perkampungan yg dihuni orang-orang China pertama yg ada di Singapura.

“Jalan ini telah ada sejak tahun 1920. Dinamakan Jalan Keong Saik, karena lalu Keong Saik adalah nama saudagar China di Malaka yg tinggal di jalan ini,” cerita Candice.

Bangunan kuno berderet di sepanjang Keong Saik Road (Wahyu/detikTravel)

Sementara itu di sisi lain, generasi asli Singapura yg telah sepuh masih mempertahankan keotentikan tempat berjualan mereka. Itu dapat traveler temui dari dua kedai kopi dan Chinese Food tradisonal jenis Tong Ah Eating House yg dapat traveler temukan di sini.

Kawasan ini pun kerap didatangi wisman yg tidak jarang nongkrong-nongkrong di bar, ataupun makan di restoran. Sementara untuk anak-anak muda Singapura, juga menjadikan Keong Saik Road sebagai kawasan tempat gaul mereka, ketika makan siang ataupun ketika malam.

Traveler yg liburan ke Singapura mampu juga coba menyusuri jalan Keong Saik dan merasakan pengalaman menikmati sisi yang lain Kawasan Chinatown di Singapura. Coba juga bagi nongkrong di restoran atau bar yg banyak bertebaran di kwasan Keong Saik ini. Dijamin seru!

Bangunannya masih sangat otentik (Wahyu/detikTravel)

(wsw/fay)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/08/22/075035/3280207/1520/wajah-singapura-yang-jarang-kamu-lihat-di-keong-saik-road
Terima kasih sudah membaca berita Wajah Singapura yang Jarang Kamu Lihat di Keong Saik Road. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Wajah Singapura Yang Jarang Kamu Lihat Di Keong Saik Road"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.