Uniknya Rujak Mengkudu Khas Gombong

No comment 131 views

Berikut artikel Uniknya Rujak Mengkudu Khas Gombong, Semoga bermanfaat

KEBUMEN, KOMPAS.com – Dalam tradisi Jawa, rujak adalah salah sesuatu kudapan yg keberadaannya terbilang cukup penting. Dalam dua upacara adat, seperti acara tujuh bulanan kehamilan, rujak wajib ada.

Seiring perkembangan zaman, rujak juga mengalami perkembangan dan modifikasi. Tetapi seandainya ingin mencicipi rujak yg benar-benar tradisional, di Kabupaten Kebumen tepatnya di daerah Gombong, terdapat penjual rujak tumbuk yg patut Anda coba.

Salah sesuatu penjual rujak tumbuk tersebut adalah Slamet Glonto. Dengan memakai gerobak sederhana, setiap harinya pria asli Gombong tersebut berjualan rujak di depan Rumah Sakit Palang Biru yg berada di Jalan Kartini Gombong.

Yang membuat rujak ini spesial adalah dua bahan baku pembuatannya telah tak banyak yg menggunakan, seperti pace atau mengkudu dan pisang batu.

“Karena bahan bakunya yg telah cukup sulit ditemukan, ketika ini di Gombong tinggal beberapa orang yg berjualan rujak pace,” jelas Slamet.

Lebih lanjut dia menyampaikan rujak yg memakai pace dan pisang batu sebagai bahan bakunya telah dikenal masyarakat Gombong secara turun temurun.

Pada rujak racikan Slamet, pisang batu, pace, dicampur dengan dua bahan lainnya seperti cabai rawit, terasi, dan kacang tanah goreng. Bahan bumbu tersebut ditumbuk memakai lumpang kayu yg berukuran tak terlalu besar dan alu dari batu.

Tribun Jogja/Hamim Thohari Rujak mengkudu

Setelah bumbu dirasa cukup halus, beragam macam buah-buahan seperti jambu air, timun, pepaya, bengkoang, pakel, nanas, belimbing, kedondong, dimasukan ke dalam alu dan ditumbuk bersama bumbunya.

Penggunaan pace dan pisang batu menghasilkan rasa yg segar dan sedikit sepet, serta berair sehingga tidak mengurangi kaya rasa rujak yg sesuatu ini. Bagi para penggemar rujak dijamin mulai ketagihan setelah mencicipi rujak yg sesuatu ini.

Selain rasanya yg istimewa, rujak sesuatu ini juga kaya manfaat. Pace banyak dikenal karena kemampuanya menurunkan darah tinggi dan mencegah kanker. Sedang pisang batu bisa mengatasi diare.

“Selama ini pelanggan aku belum ada yg mengeluh diare setelah makan rujak ini meski pesannya sangat pedas. Ini karena penggunaan pisang batu,” jelas Slamet.

Tidak cuma menyediakan rujak, Slamet juga menyediakan lutis. Berbeda dengan rujak, bagi lutis beragam buah yg digunakan tak ditumbuk melainkan disajikan bersama bumbu yg sama dengan lutis.

Setiap harinya rujak ini akan melayani pembeli dari jam 11.00 hingga 16.30. Sedang buat harga, seporsi rujak ataupun lotis bisa anda nikmati cuma dengan Rp 8.000. (Tribun Jogja/Hamim Thohari)

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/08/080700627/Uniknya.Rujak.Mengkudu.Khas.Gombong
Terima kasih sudah membaca berita Uniknya Rujak Mengkudu Khas Gombong. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Uniknya Rujak Mengkudu Khas Gombong"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.