Uniknya Pemakaman Trunyan, Jenazah Hanya Diletakkan Di Atas Tanah

Berikut artikel Uniknya Pemakaman Trunyan, Jenazah Hanya Diletakkan di Atas Tanah, Semoga bermanfaat

BANGLI, KOMPAS.com – Pemakaman Trunyan yg berusia ratusan tahun, semakin menjadi daya tarik wisatawan. Keunikannya adalah di Pemakaman Trunyan tak ada penguburan jenazah. Jenazah dibiarkan dalam posisi terbuka yg cuma dibalut dengan kain saja. Lokasinya berada di Desa Trunyan, Kintamani, Bangli, Bali.

Bagaimana transportasi dan suasana di pemakaman Trunyan? Untuk menuju Pemakaman Trunyan harus melewati Danau Batur memakai perahu motor dengan waktu 10-15 menit. Biaya penyeberangan, sesuatu perahu motor bertarif sekitar Rp 1.250.000 (pulang pergi) yg dapat ditumpangi cuma 7 penumpang ditambah 2 awak perahu motor.

Penyewaan dapat didapatkan di dua dermaga di Danau Batur yg telah dilengkapi dengan arah atau petunjuk di dua titik jalan. Ketika perahu motor sampai di lokasi Pemakaman Trunyan, kemudian naik ke daratan segera di pintu gerbang kuburan.

Di pintu gerbang telah disambut oleh pengurus kuburan dari desa adat Trunyan yg setiap harinya mengurus kedatangan dan panduan untuk wisatawan yg datang. Seperti yg dikerjakan oleh Wayan Kedip, dengan ramah memberikan informasi terkait Pemakaman Trunyan.

Seperti yg diceritakan Wayan Kedip bahwa cuma ada 11 kuburan. Jumlah ini memang telah menjadi ketentuan secara turun temurun yg diwariskan oleh leluhurnya.

“Kuburannya cuma 11 kuburan saja. Bisa dilihat wajahnya tak ditutupi. Silahkan, tak apa-apa,” kata Wayan Kedip, Truyan, Kintamani, Bangli, Bali, Minggu (21/8/2016).

Bagaimana seandainya ada warga telah tua, sakit kemudian meninggal wajar dan harus diletakkan di pemakaman tanpa dikubur? Ternyata, tetap tak mulai tidak mengurangi jumlah kuburan karena telah ketentuan leluhur, tapi dengan cara menggusur tempat jenazah orang yang lain yg lebih dahulu diletakkan.

Siapa yg paling awal diletakkan di antara 11 jenazah tersebut, jenazah itulah yg mulai dikeluarkan dari pekarangan kuburan. Tulang-tulangnya kemudian diletakkan di sekitar kuburan, begitu pun barang-barang bawaan seperti perabot dan busana pemberian keluarganya.

KOMPAS.com/SRI LESTARI Wayan Kedip ketika memandu wisatawan yg berkunjung.

“Kalau ada yg meninggal wajar, ya kuburan yg lebih lama itu yg digeser. Tulang-tukangnya ya ditaruh di situ saja. Sekali pun jenazahnya masih ada dagingnya, ya harus bergilir,” tambah Kedip.

Di sekitar kuburan berserakan tulang-tulangnya yg dikeluarkan dari pekarangan pemakaman karena ada jenazah yang lain yg secara bergiliran menempati. Selain tulang-tulangnya, ada puluhan tengkorak jenazah yg usianya telah tua.

Tengkorak disusun rapi yg tidak jauh dari 11 kuburan tersebut, tepatnya di bawah pohon Taru Menyan. Apakah Pohon Taru Menyan itu? Taru adalah pohon dan Menyan adalah kemenyan yg dikenal harum atau wangi.

Jadi Taru Menyan adalah pohon yg beraroma wangi sehingga dapat mengusir bau tidak sedap dari proses pembusukan jenazah yg tak dikubur. Apalagi cerita rakyat zaman dulu, Kawasan Truyan ini mengeluarkan aroma harum karena adanya pohon Taru Menyan.

Wayan Kedip mengatakan bahwa di Desa Truyan ada tiga pemakaman. Pertama adalah Pemakaman Truyan tanpa ditanam (dikubur), diperuntukkan untuk yg meninggal dengan usia tua dan atau sakit. Kedua adalah pemakaman untuk warga yg mengalami kecelakaan, jenazah harus ditanam.

Ketiga adalah pemakaman anak-anak, jenazahnya dikubur. Lokasi ketiga kuburan ini berjauhan. Di sekitar Kuburan Truyan terdapat Pura Dalem yg terletak di pinggir danau yg tidak jarang dikunjungi buat melakukan persembahyangan. Pura ini juga menjadi salah sesuatu obyek wisata saat wisatawan berkunjung di Kuburan Truyan karena lokasinya bersebelahan.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/22/142323227/uniknya.pemakaman.trunyan.jenazah.hanya.diletakkan.di.atas.tanah
Terima kasih sudah membaca berita Uniknya Pemakaman Trunyan, Jenazah Hanya Diletakkan di Atas Tanah. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Uniknya Pemakaman Trunyan, Jenazah Hanya Diletakkan Di Atas Tanah"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.