Turki, Jejak Kejayaan Muslim Di Benua Eropa

No comment 161 views

Berikut artikel Turki, Jejak Kejayaan Muslim di Benua Eropa, Semoga bermanfaat

Istanbul – Sejarah Turki tak terlepas dari penyebaran agama Islam di Eropa. Turki adalah destinasi yg menawan sebagai titik rapat beberapa benua.

Dikumpulkan detikTravel dari situs resmi pariwisata Turki Kamis (30/6/2016) Turki yg didominasi oleh mayoritas umat Muslim juga tidak lepas dari pengaruh Kesultanan Utsmaniyah atau yg disebut juga Kesultanan Ottoman.

Pada awalnya, Turki disebut sebagai Semenanjung Anatolia. Dahulu kerajaan muncul silih berganti hingga dikuasai Yunani pada tahun 1200 SM. Turki dikuasai Aleksander Agung pada tahun 334 SM dan berpindah kembali ke tangan Romawi dan menjadi Byzantium dengan ibukota Konstantinopel. Dinasti Seljuk menaklukan Turki di abad ke-11 dan membawa Islam ke negeri kebab itu.

(ayasofyamuzesi.gov.tr)

Turki mencapai kejayaan bersama Kesultanan Ottoman pada abad ke-16 dan 17 di bawah kepemimpinan Sulaiman. Saat itu pasukan Ottoman sempat masuk ke Eropa Tengah dan terlibat perang dengan pasukan Kekaisaran Romawi. Begitu juga dengan Safavid Persia di Timur dan Rusia setelahnya.

Awal abad ke-19 menjadi awal jatuhnya Kesultanan Ottoman. Selain menurun secara militer dan kesejahteraan, sejumlah sentimen dan konflik politik akan terjadi di dalam negeri. Puncaknya adalah kekalahan Kesultanan Ottoman pada Perang Dunia I dan terciptanya Republik Turki di bawah Mustafa Kemal Ataturk.

Hingga kini, agama Islam pun menjadi mayoritas di Turki. Sejumlah bangunan bersejarah yg lekat dengan Islam pun masih berdiri tegak dan menjadi saksi dari kejayaan Islam di Eropa.

(Arief Kas/d’Traveler)

Salah satunya adalah Museum Hagia Sophia, bangunan megah yg pernah menjadi gereja dan masjid. Saat menjadi masjid, tak ada perubahan arsitektur maupun interior dari Hagia Sophia. Perubahan cuma berupa penambahan kaligrafi kaligrafi Islam dan mimbar buat tempat imam salat. Sebuah bukti umat Islam adalah umat yg toleran di masa itu.

Selain Museum Hagia Sophia, traveler juga mampu menelusuri sisa kejayaan Islam di Masjid Sultan Ahmed atau yg disebut Blue Mosque serta Istana Topkapi yg menjadi Museum Sejarah Islam. Di mana di dalamnya bisa dijumpai aneka barang peninggalan Nabi Muhammad SAW.

(arief kas/d’Traveler)

Jangan lupakan juga Grand Bazaar yg yaitu tempat belanja paling top di Istanbul. Kalau mau cari barang eksotis atau oleh-oleh, Grand Bazaar adalah tempatnya. Semua juga ada!

Tapi tak cuma di Istanbul, peninggalan kejayaan Islam juga banyak ditemui di ibukota Ankara. Di sana traveler mampu menemui banyak masjid yg kaya mulai sejarah Islam.

Naik balon udara di Cappadoccia (Sudrajat/detikTravel)

Kemudian traveler juga tak boleh lupa mampir ke Cappadoccia. Selain dikenal mulai lanskapnya yg unik dan didominasi oleh bukit kapur, Anda juga mampu coba naik balon udara dan melihat indahnya pemandangan dari udara.

Dari beragam penyedia paket, harga buat naik balon udara sekitar USD 200-250 (Rp 2,8-3,5 juta) per orang. Tentu saja cukup mahal karena faktor keamanan dan keselamatan penumpang adalah nomor satu.

Selain destinasi yg telah disebutkan di atas, tentunya masih ada banyak jejak peninggalan Muslim di Turki yg mampu Anda temukan. Mumpung libur Lebaran mulai langsung tiba, mungkin Anda dapat merayakannya di Turki bersama keluarga. Hitung-hitung sekalian ziarah. (rdy/fay)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/06/30/082000/3245489/1520/turki-jejak-kejayaan-muslim-di-benua-eropa
Terima kasih sudah membaca berita Turki, Jejak Kejayaan Muslim di Benua Eropa. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Turki, Jejak Kejayaan Muslim Di Benua Eropa"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.