Turis Asing Di Bali Lebih Suka Menginap Di Hotel Non-Bintang?

No comment 69 views

Berikut artikel Turis Asing di Bali Lebih Suka Menginap di Hotel Non-Bintang?, Semoga bermanfaat

DENPASAR, KOMPAS.com – Hotel non-bintang makin diminati oleh wisatawan mancanegara (wisman) sebagai tempat menginap selama mereka berwisata ke Bali.

Pilihan menginap di hotel non-bintang yg makin meningkat itu diikuti oleh menurunnya kesukaan turis asing bagi menginap di hotel bintang.

Demikian hasil Survei Perilaku Wisatawan Mancanegara (disingkat Superwisman) yg diadakan oleh Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali.

Penurunan atau peningkatan dalam pilihan menginap turis asing itu ditemukan dari perbandingan antara hasil Superwisman yg dilaksanakan pada periode Agustus 2014 dengan Superwisman pada 2015.

Hasil Superwisman Agustus 2015 disiarkan oleh BI kepada media pada Rabu (25/5/2016) kemarin.

“Preferensi menginap wisman di hotel bintang dan non-bintang pada periode Agustus 2015 mengalami pergeseran seandainya dibanding periode Agustus 2014. Survei ini dikerjakan BI terhadap wisman di terminal keberangkatan internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada ketika wisman mulai meninggalkan Bali,” jelas Dewi Setyowati, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali.

Berdasarkan hasil survei tersebut, persentase wisman yg menginap pada hotel non-bintang di periode Agustus 2015 meningkat sebesar 2 persen dibanding periode Agustus tahun 2014.

Sedangkan persentase responden yg menginap pada hotel bintang turun sebesar 4 persen. Hasil survei itu juga menunjukkan, pilihan menginap ke macam akomodasi “lain-lain” juga meningkat 2 persen.

“Menginap di akomodasi `lain-lain` itu ya termasuk ke kos-kosan dan rumah tinggal,” Dewi dalam pesan singkat kepadaTribun Bali, Rabu (25/5/2016).

BI menduga, pergeseran minat ke hotel non-bintang disebabkan oleh semakin banyaknya suplai hotel non-bintang yg tersebar di seluruh daerah tujuan wisata di Bali.

Meningkatnya minat pada hotel non-bintang dan akomodasi “lain-lain” itu juga dapat dikaitkan dengan menurunnya pengeluaran wisman bagi biaya akomodasi wisata, yg di dalamnya termasuk biaya penginapan.

Berdasarkan hasil survei Agustus 2015, porsi biaya akomodasi (termasuk biaya penginapan) turis asing di Bali mengalami penurunan 4 persen dibandingkan periode Agustus 2014.

Sementara itu, porsi pengeluaran turis asing buat biaya makan-minum dan berbelanja (termasuk kebutuhan sehari-hari) meningkat masing-masing sebesar 4 persen dan 3 persen pada tahun 2015 dibandingkan tahun 2014.

Dewi menjelaskan, Superwisman itu dikerjakan dalam upaya buat mengetahui (tracking) perkembangan industri pariwisata di Bali sebagai salah-satu lapangan usaha yg memberikan andil terbesar dalam perekonomian Bali.

“Bank Indonesia secara rutin melakukan Survei Perilaku Wisatawan mancanegara di Provinsi Bali. Survei dikerjakan setiap tahun dalam beberapa periode, merupakan pada bulan Mei (low season) dan bulan Agustus (high season),” ucap Dewi.

Superwisman itu bertujuan buat mengetahui perilaku penting dari wisman, khususnya yg terkait maksud/tujuan dan kebutuhan wisman selama berwisata di Bali.

Selain itu, survei juga bagi menganalisis karakteristik wisman dari sisi pengeluaran dan lama tinggal (length of stay), serta preferensi berwisata di Bali. (Tribun Bali/AA Seri Kusniarti)

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/05/27/102800227/Turis.Asing.di.Bali.Lebih.Suka.Menginap.di.Hotel.Non-Bintang.
Terima kasih sudah membaca berita Turis Asing di Bali Lebih Suka Menginap di Hotel Non-Bintang?. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Turis Asing Di Bali Lebih Suka Menginap Di Hotel Non-Bintang?"