Toleransi Dan Cinta Di Balik Indahnya Candi Plaosan

No comment 123 views

Berikut artikel Toleransi dan Cinta di Balik Indahnya Candi Plaosan, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Candi Plaosan di Klaten menyimpan kisah cinta dan toleransi yg menarik disimak. Candi ini cukup gampang dicapai dan letaknya tidak seberapa jauh dari Candi Prambanan.

Candi Prambanan adalah mahakarya, siapa yg tak kenal dan terpukau dengan setiap sudut yg membuat decak kagum setiap traveler yg datang. Saat ini kami tinggalkan sejenak Candi Prambanan yg telah mendunia, kalian bergeser ke arah timur sejauh 1,5 km dari Prambanan, di mana ada kompleks candi yg dibuat dari rasa cinta dan toleransi yg mulai sangat kental kalian rasakan ketika kalian mengunjunginya.

Berbeda dengan Prambanan yg mempunyai mitos tak bersahabat untuk traveler yg tiba berdua dengan pasangannya. Karena kabarnya mulai kena kutukan Roro Jongrang dan Bandung Bodowoso. Candi ini adalah sebaliknya, banyak pasangan yg tiba berdua, suami istri yg belum mempunyai keturunan dan traveler jomblo kadang hilir mudik buat meminta ‘tuah’ mistis Romantis dari candi ini.

Terletak di Dusun Plaosan, Prambanan, candi romantis ini bernama Plaosan. Mempunyai beberapa buah bangunan utama, disebut Candi Plaosan Lor (utara) dan Candi Plaosan kidul (selatan). Ahli bernama De Casparis mendukung pendapat bahwa Candi Plaosan diperkirakan dibangun pada masa Rakai Pikatan dari Kerajaan Mataram Hindu, pada awal abad ke-9 M.

Pendapat ini didasarkan pada isi Prasasti Cri Kahulunan (842 M) yg menyatakan bahwa Candi Plaosan Lor dibangun oleh Ratu Sri Kahulunan dengan dukungan suaminya. Menurut De Casparis, Sri Kahulunan adalah gelar Pramodyawardani, putri Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra. Pramodyawardani yg memeluk agama Buddha, menikah dengan Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya, yg memeluk agama Hindu.

Penguat lainnya saat pada tanggal 3 oktober 2003 ditemukan prasasti yg diperkirakan berasal dari abad ke-9 M. terbuat dari lempeng emas 18,5×2,2 cm, menguatkan dugaan candi ini dibangun pada masa Rakai Pikatan.

Begitu besar cinta di antara Rakai Pikatan dan Pramodyawardani menjadi dasar pembangunan candi romantis ini. Perbedaan ideologi dan agama dari beberapa wangsa yg berbeda (sanjaya dan syailendra) sudah meniadakan perbedaan antara Buddha dan Hindu, dan menghasilkan sebuah karya indah sebagai lambang pemujaan antara pasangan sesuatu dengan pasangan lainnya.

Datanglah pada ketika pagi atau sore hari, di mana kalian dapat menikmati sunrise dan sunset dengan latar belakang persawahan khas pedesaan dan Gunung Merapi.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/07/27/122500/3260820/1025/toleransi-dan-cinta-di-balik-indahnya-candi-plaosan
Terima kasih sudah membaca berita Toleransi dan Cinta di Balik Indahnya Candi Plaosan. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Toleransi Dan Cinta Di Balik Indahnya Candi Plaosan"