Tirta Empul, Mata Air Suci Bali

No comment 114 views

Berikut artikel Tirta Empul, Mata Air Suci Bali, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Tirta Empul dalam bahasa Bali adalah air yg menyembur dari dalam tanah, yaitu mata air suci. Rasakanlah kesegaran airnya di Pura Tirta Empul.

Tirta Empul, yg dalam bahasa Bali berarti air yg menyembur keluar dari dalam tanah, yaitu mata air suci yg kini menjadi bagian dari kawasan tempat peribadatan umat Hindu Bali dengan nama yg sama merupakan Pura Tirta Empul. Mata air yg berlokasi di dataran tinggi yg sejuk, tepatnya di Desa Manukaya, Kecamatan Tampak Siring, Kabupaten Gianyar, Bali ini juga yaitu mata air yg dikeramatkan yg menurut masyarakat setempat selain menjadi tempat menyucikan diri dari penyakit dan hal-hal buruk lainnya juga sebagai tempat mujarab buat yg ingin doa dan harapannya terkabul.

Dari cerita masyarakat setempat, tempat ini yaitu bagian dari legenda perseteruan para Dewa dengan seorang raja yg sakti namun tamak bernama Mayadanawa. Dengan kesaktian yg dimilikinya, raja tersebut berhasil memperluas daerah kekuasaannya dengan menaklukkan dan menguasai kerajaan yang lain seperti Bugis, Makasar, Sumba dan Lombok. Namun karena ketamakanya, Raja ini menyetarakan dirinya dengan Dewa dan menjadikan dirinya sebagai satu-satunya yg patut disembah serta melarang rakyatnya bagi menyembah yg yang lain termasuk para Dewa. Mengetahui hal ini, Dewa Bhatara Indra dan pasukannya pun turun ke dunia bagi melungsurkan Sang Raja.

Sang Raja pun kalah dalam pertempuran dan melarikan diri ke dalam hutan, namun pasukan Dewa Bhatara Indra tidak henti mengejar Sang Raja. Di tengah pengejaran, karena mengetahui pasukan yg mengejarnya mengalami kelelahan, dengan kesaktiannya Sang Raja menciptakan mata air beracun agar para pasukan tersebut meminumnya, siasatnya pun berhasil yg mengakibatkan banyak pasukan dewa bhatara yg keracunan.

Untuk mengatasinya, Dewa Bhatara Indra pun menciptakan mata air tandingan yg bisa menetralisir racun tersebut dengan menancapkan tombaknya ke tanah, mata air inilah yg menjadi cikal bakal sumber mata air tirta empul. Setelah berhasil menyembuhkan pasukannya, Dewa Bhatara Indra pun berhasil memanah dan membunuh Sang Raja meski Sang Raja telah berusaha mengecoh Sang Dewa dengan mengubah dirinya menjadi batu paras. Peristiwa pertempuran yg menewaskan Raja Mayadanawa yg tamak inilah yg melatari peringatan Hari Raya Galungan oleh masyarakat bali yg menggambarkan kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (keburukan).

Karena kesucian dan khasiat mata air ini kemudian dibuatlah kolam pemandian pada masa Raja Sri Candrabhaya (sekitar 962 Masehi) bagi memfasilitasi masyarakat yg ingin memperoleh keberkahan dari mata air ini, dan dibangun pula Pura diatasnya pada masa pemerintahan Raja Masula Masuli yg berkuasa dari sekitar tahun 1178 Masehi. Di samping Komplek Pura Tirta Empul ini juga terdapat Istana Negara Tampaksiring yg dibangun oleh Presiden RI pertama, Ir. Soekarno pada tahun 1957.

Saat mengunjungi komplek pura tirta empul ini kami mulai diminta buat memakai kamen atau kain sarung yg biasa digunakan buat beribadah oleh masyarakat hindu bali sebagai bentuk penghormatan kami terhadap komplek suci bangunan peribadatan. KOmplek Pura Tirta Empul memiliki tiga bagian utama, merupakan Nista Mandala di bagian terluar, Madya Mandala di bagian tengah, dan Utama Mandala sebagai tempat beribadat di bagian dalam/utamanya.

Kolam pemandiannya sendiri berada di bagian tengah dari komplek pura tersebut dan berjumlah beberapa kolam pemandian dimana disetiap kolam terdapat dua pancuran air yg menyerupai cangkang keong yg menyemburkan air yg bersumber dari mata air suci. Masing-masing memiliki pancuran tersebut memiliki nama sesuai dengan khasiatnya seperti pancuran Penglukatan dan pancuran pembersihan. Tradisi menyucikan diri masyarakat Bali di pemandian suci ini dikenal dengan ritual melukat yg dalam prosesinya dengan terlebih lalu meletakkan canang berisi sesaji dan dupa yg dibakar dalu diberi doa.

Sebelum mengalir ke pancuran-pancuran berbentuk cangkang keong tersebut, air dari mata air suci tersebut terlebih dahulu ditampung di kolam suci yg letaknya di sisi atas kolam pemandian. Air dari kolam pemandian kemudian dialirkan ke kolam penampungan yg berisi  ratusan ikan2 koi besar yg berwarna-warni dan dari kolam ikan ini baru dialirkan lagi ke dalam sungai.

Komplek pemandian ini tak cuma ramai dikunjungi oleh masyarakat Bali yg ingin melukat, namun juga oleh wisatawan lokal serta mancanegara yg ingin memperoleh khasiat dari mata air suci tersebut. Antrian panjang juga mulai terjadi di komplek pemandian pada masa-masa yg bertepatan dengan perayaan upacara keagamaan. Hal ini menjadi sebuah keniscayaan, dikarenakan sifat masyarakat bali dikenal sebagai masyarakat yg religius yg terus berusaha menjaga nilai-nilai budaya leluhur mereka dan menyelaraskannya dengan kehidupan mereka di masa kini.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/11/04/120000/3330455/1025/tirta-empul-mata-air-suci-bali
Terima kasih sudah membaca berita Tirta Empul, Mata Air Suci Bali. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Tirta Empul, Mata Air Suci Bali"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.