Tiga Jurus Indonesia Gaet Turis Pada 2017

No comment 133 views

Berikut artikel Tiga Jurus Indonesia Gaet Turis pada 2017, Semoga bermanfaat


KOMPAS.com
– Tiga jurus kembali dinyatakan Menteri Pariwisata Arief Yahya bagi selalu menggenjot kinerja sektor pariwisata pada 2017. Targetnya, tahun ini Indonesia disambangi 15 juta wisatawan mancanegara.

Go digital, air connectivity, dan homestay Desa Wisata!” tegas Arief soal ketiga jurus itu, dalam jumpa pers akhir 2016, dua waktu dulu di Kementerian Pariwisata.

Menurut Arief, beberapa pekerjaan dasar telah dianggap rampung pada 2016, merupakan branding dan advertise. Sesudah kedua langkah itu, lanjut dia, yg dibutuhkan sekarang untuk sektor pariwisata adalah penjualan.

“Promosi yg selama ini bertitik berat di branding dan advertising, harus akan bergeser ke selling. Branding telah gencar di tahun pertama, advertising digeber tahun kedua, tahun ketiga telah harus selling to the point, kalian bagi wisatawan tak mampu menolak bagi berwisata ke Indonesia,” papar Arief.

Mission in-possible

Seperti telah dicanangkan sebelumnya, Pemerintah mematok target 20 juta wisatawan mancanegara bertandang ke Indonesia pada 2019.

Tahapan target 15 juta wisatawan mancanegara pada 2017, kata Arief, butuh pertumbuhan 25 persen kunjungan turis asing. Tantangan ini muncul ketika angka pertumbuhan pergerakan wisatawan adalah 4,4 persen di tataran global dan 5,1 persen di kawasan ASEAN.

Arief tidak menampik, banyak kalangan menilai target wisatawan mancanegara yg dipatok Indonesia terlalu pesimistis, bahkan menyebutnya sebagai mission impossible.

KOMPAS/DANU KUSWORO Dua wisatawan yang berasal Perancis menikmati aroma kopi yg sudah disangrai di Kafe Mane, salah sesuatu tempat berkumpul penikmat kopi di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Kafe ini menyajikan kopi terbaik yg didapatkan dari petani Manggarai. Sebagian besar tamu di kafe ini adalah wisatawan asing yg singgah di Ruteng dalam perjalanan mengunjungi tempat-tempat wisata di Flores.

“Sebagai fighter, kami harus mengubah asumsi itu menjadi mission in-possible! Ingat, hasil yg luar biasa cuma dapat dicapai dengan cara yg tak biasa,” ujar Arief.

Syarat yg harus terpenuhi, sebut Arief, bisa disingkat sebagai 3S, merupakan solid, speed, dan spread. Ketiga kata tersebut juga yaitu budaya kerja yg dikembangkan di kementeriannya.

“Harus kompak, cepat, dan impact bisnisnya besar,” tegas Arief.

Dengan pemikiran ini, kata Arief, tiga jurusnya mendapatkan peran, terutama di 3 destinasi terbesar—Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau—serta di 10 destinasi prioritas baru yg membentang dari Toba sampai Wakatobi.

Gerakan Go Digital Tourism, papar Arief, telah dimulai dengan peluncuran platform Indonesia Tourism Exchange (ITX) pada September 2016. Ini yaitu platform digital market place dalam ekosistem pariwisata yg mempertemukan buyers dan sellers di dunia maya.

“Kami berharap triwulan II/2017 telah operasional 100 persen dan seluruh industri pariwisata telah go digital,” kata Arief.

Selain itu, juga sudah diluncurkan War Room M-17 di gedung Sapta Pesona, sebagai  pusat pemantauan berbasis teknologi digital.

Di ruang tersebut terpasang 16 layar monitor buat memantau data tren dan pemasaran pariwisata, serta beragam masukan publik lewat beragam media digital atas kinerja sektor pariwisata Indonesia.

Dari akses hingga target

Lalu, keterhubungan udara digenjot dengan selalu tidak mengurangi kapasitas kursi penerbangan ke dan di Indonesia. Targetnya, ada 4 juta kursi penerbangan pada 2017.

Upaya mewujudkan target ini pun sudah menggandeng antara yang lain Kementerian Perhubungan, maskapai penerbangan, dan otoritas terkait.

“Karena 75 persen wisatawan (mancanegara) itu masuk Indonesia dengan airlines, kalian sentuh yg terbesar lalu buat quick win,” kata Arief.

Airlines nantinya mulai didorong terbang ke destinasi wisata di Indonesia. Jam operasional bandar udara mulai diperpanjang hingga 24 jam. Deregulasi juga ikut didorong. Begitu juga dengan kemudahan penambahan slot untuk pesawat yg hendak masuk ke Indonesia.

“Lakukan joint promo dan paket hard selling,” sebut Arief tentang pilihan strategi yg bisa diambil buat mendorong akses udara ini.

Jalu W Wirajati/Kompas.com Satu dari 400 taksi yg berstiker Wonderful Indonesia tampak di salah sesuatu pusat kota London, Rabu (16/11/2016).

Sesudah fasilitas penjualan dan akses dibenahi, lanjut Arief, amenitas pun mutlak harus siap. Karenanya, kamar hotel, resort, dan vila harus memadai pula. Untuk solusi tercepat, homestay di desa wisata jadi langkah kementeriannya.

“(Pada) kuartal I/2017 harus dapat bangun 1.000 homestay. Itu dibagi ke-10 top destinasi,” tegas Arief.

Hingga akhir kuartal III/2016, tercatat lebih dari 9,4 juta wisatawan mancanegara tiba ke Indonesia. Angka itu tumbuh 9,54 persen year to date, alias dibandingkan capaian pada akhir 2015.

Target 12 juta wisatawan mancanegara pada 2016 pun diyakini tercapai, karena triwulan terakhir yaitu peak season kunjungan wisata. “(Kinerja) pada 2016 telah on the track,” tegas Arief.

Pada 2017, Pemerintah mematok target kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) mencapai 13 persen.

Bersamanya, diharapkan pula masuk devisa senilai Rp 200 triliun, dengan 12 juta tenaga kerja terserap, dari target 15 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan pergerakan 265 wisatawan nusantara.
Sumber: http://travel.kompas.com/read/2017/01/16/160919927/tiga.jurus.indonesia.gaet.turis.pada.2017
Terima kasih sudah membaca berita Tiga Jurus Indonesia Gaet Turis pada 2017. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Tiga Jurus Indonesia Gaet Turis Pada 2017"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.