Tergigit Bestik Lidah

No comment 120 views

Berikut artikel Tergigit Bestik Lidah, Semoga bermanfaat

PERTAUTAN sejarah panjang dengan era penjajahan kolonial masih menyisakan tapaknya pada kuliner Solo. Beragam masakan yg kini dikenal sebagai kuliner solo terasa sangat kebarat-baratan, seperti selad solo ataupun bestik.

Bestik atau bistik yaitu pelafalan lidah Jawa buat ”beefsteak” yg rasanya dijamin bikin rindu Kota Solo.

Sama seperti beefsteak, bestik juga berbahan dasar daging sapi. Namun, uniknya, tidak cuma daging sapinya yg digunakan sebagai bahan baku utama, aneka jeroan pun diolah sebagai steak ala rakyat Solo.

Jangan pernah membayangkan gelondongan daging saat menikmati bestik. Bestik solo diolah dari cincangan daging, lidah, hingga jeroan.

Menu bestik akhirnya menjadi sangat beragam akan dari bestik daging sapi, bestik lidah sapi, bestik jeroan sapi, bestik dadar lidah, bestik ayam, hingga bestik brutu. Bestik atau steak sapi hingga ayam ala Solo ini dengan gampang dijumpai di warung kaki lima.

Salah sesuatu warung kaki lima yg menjajakan menu bestik dan tidak pernah sepi adalah Warung Sumber Bestik Pak Darmo. Meskipun warungnya telah permanen, konsep tenda kaki lima tetap dipertahankan. Sumber Bestik Pak Darmo telah milik lebih enam cabang, antara yang lain di Solo, Bali, dan Semarang.

Mengunjungi Warung Sumber Bestik Pak Darmo di Jalan dr Rajiman atau 300 meter timur Pasar Kembang pada akhir minggu menjadi petualangan tersendiri.

KOMPAS/RIZA FATHONI Kamar Bola (Risoles goreng) Warung Sumber Bestik Solo.

Malam pekan pada akhir Agustus lalu, tidak tersedia sesuatu pun kursi kosong di Warung Sumber Bestik Pak Darmo. Di tengah hujan deras, sebagian calon pembeli rela antre berdiri menunggu sembari berharap mulai langsung ada tempat kosong.

Penantian panjang itu berakhir manis saat aneka hidangan panas tersaji di meja panjang. Spesialisasi masakan di warung ini adalah bestik, nasi goreng, dan risoles.

Di antara beragam macam bestik yg dihidangkan, bestik lidah menjadi hidangan yg paling disukai. Lidah sapi cincang tersaji dalam piring berkuah kental coklat. Kuah tersebut yaitu perpaduan antara kaldu, kecap, dan mayones ala Solo.

Selain lidah sapi cincang atau daging sapi cincang, bestik disajikan bersama dengan potongan kentang goreng, buncis, selada, serta wortel rebus.

Pasangan suami-istri, Widadi dan Sukini, yg yaitu generasi kedua pemilik Warung Sumber Bestik Pak Darmo tidak berhenti mencincang daging hingga jeroan dari sejak warung buka setelah matahari terbenam hingga pukul 23.00.

Bumbu tradisional

Selayaknya masakan khas Solo yg memang terus didominasi rasa manis, kuah kental coklat pada bestik solo ini pun terasa manis gurih.

KOMPAS/RIZA FATHONI Nasi goreng di Warung Sumber Bestik Solo.

”Menu bestik telah sangat umum di Solo. Pelanggan bilang kalau bestik di warung ini rasanya lain. Padahal, bumbunya sama, segala menggunakan bumbu tradisional. Tanganan (tergantung pembuatnya) saja jadi terasa beda,” kata Widadi.

Mengamati Widadi meracik menu memang terasa mengasyikkan. Tangannya lincah melempar aneka bumbu ke wajan penggorengan.

Sebagian bumbu, seperti bawang merah, bawang putih hingga cabai telah terlebih dahulu dihaluskan di rumah oleh sang istri, Sukini. Bahu-membahu, suami-istri ini bergantian meramu menu. Saking sibuknya, tidak ada waktu untuk mereka bagi saling berbincang.

Di rumah, Sukini juga bertugas merebus daging sapi, lidah sapi, hingga aneka jeroan selama 3-4 jam. Proses perebusan itu tanpa penambahan bumbu dan dikerjakan di atas perapian arang kayu.

Aneka bahan baku sapi itu kemudian dipotong kecil. Baru setelah ada pesanan pembeli, potongan sapi itu dicacah halus. Satu lidah sapi, misalnya, cukup bagi 15 porsi yg per porsinya seharga Rp 27.000.

Kuah gurih manis berasal dari kaldu sapi yg semakin dipersegar dengan tambahan potongan bawang bombai dan tomat.

”Enggak ada bumbu yg dirahasiakan, semuanya terbuka. Yang utama sapi yg digunakan adalah sapi kualitas bagus. Biasanya aku pakai bagian has luar. Habis enggak habis tutup pukul 23.00. Persiapan pengolahannya dari pagi. Enggak pernah libur,” ujar Widadi.

KOMPAS/RIZA FATHONI Paklay di Warung Sumber Bestik Solo.

Bersama ayahnya, Darmo, Widadi akan merintis Warung Sumber Bestik Pak Darmo sejak 1989. Kala itu, Widadi masih bujangan dan memulai membangun warung tersebut dari nol.

Hingga kini, mereka tetap bertahan dengan konsep warung kaki lima walau sebagian warungnya telah berupa bangunan permanen. Dari sejak pertama kali didirikan, segala menu yg disajikan pun masih serupa.

Ragam menu

Selain menu bestik, Warung Sumber Bestik Pak Darmo juga menyajikan menu yang lain yg dijamin bakal bikin ketagihan.

Nasi goreng yg paling favorit di warung ini adalah nasi goreng krukup. Disebut nasi goreng krukup karena menu nasi gorengnya sengaja dibungkus di dalam telur dadar.

Menu andalan lainnya yg bakal sulit ditemukan di tempat yang lain adalah risoles kering dan risoles kuah. Risolesnya sendiri terbuat dari potongan daging sapi yg kemudian dibungkus dengan telur dadar dulu dikucuri dengan kuah serupa kuah yg dipakai bagi bestik.

Bisa dibilang risoles kuah ini adalah bestik risoles yg juga dipadukan dengan wortel rebus, daun selada, serta potongan kentang rebus.

KOMPAS/RIZA FATHONI Warung Sumber Bestik Solo.

Beragam masakan khas Tionghoa seperti capcay, paklai, dan puyunghai juga dihadirkan. Untuk mewadahi kesenangan orang Solo pada masakan rakyat yg memakai bahan baku jeroan ayam maupun sapi, beragam macam masakan tersebut juga dihadirkan dengan bahan baku jeroan.

Bestik menjadikan daging sapi yg umumnya dianggap masakan kalangan atas menjadi lebih murah dan tetap terasa nikmat. Bestik alias beefsteak rakyat ini tersaji manis di piring kaki lima di Kota Solo. (MAWAR KUSUMA)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 6 November 2016, di halaman 31 dengan judul “Tergigit Bestik Lidah”.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/11/22/061200527/tergigit.bestik.lidah
Terima kasih sudah membaca berita Tergigit Bestik Lidah. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Tergigit Bestik Lidah"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.