Tenggelam Dalam Serunya Keliling Kota Kuno Di Turki

No comment 115 views

Berikut artikel Tenggelam dalam Serunya Keliling Kota Kuno di Turki, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Turki memiliki begitu banyak kota kuno yg kaya mulai sejarah. Berjalan menjelajah mengelilingi di sana telah pasti mulai lupa waktu.

Pesawat SunExpress membawa aku terbang selama beberapa jam dari Kars menuju Izmir yg terletak di Turki bagian barat. Izmir yaitu kota pantai yg modern, mungkin salah sesuatu kota yg amat terpengaruh budaya barat di Turki.

Kota ini terkenal sebagai base yg ideal buat mengunjungi tempat-tempat wisata di sekitarnya. Perjalanan kali ini membawa aku menelusuri kota-kota Romawi kuno yg terletak di sekitar Izmir. Bagi penganut agama Nasrani, tentu tak asing dengan 7 gereja (kota) yg disebutkan dalam kitab Wahyu.  

Rasul Yohanes pada masa pemerintahan Kaisar Domitian diasingkan ke Pulau Patmos setelah gagal dibunuh dengan cara dimasukkan ke minyak mendidih. Yohanes menerima wahyu dari Yesus Kristus tentang akhir jaman dan nasihat kepada 7 gereja mula-mula di Asia Kecil.

Nama gereja-gereja tersebut adalah Smyrna (Izmir), Sardis (Sart), Pergamum (Bergama), Ephesus (Selcuk), Laodicea (Laodikiya), Philadelphia, dan Thyatira. Minatku pada reruntuhan kota kuno kemudian membawaku ke Izmir yg dulunya bernama Smyrna, salah sesuatu dari 7 gereja di kitab Wahyu.

Kesan pertama aku saat sampai di Izmir adalah gerah. Kota ini sangat berbeda dengan Kars yg sejuk walau matahari bersinar terik. Izmir itu panas dan lembab.

Saya berjalan membawa backpack yg terasa semakin berat saja menuju stasiun metro menuju Basmane, daerah aku tinggal selama 3 malam. Daerah Basmane adalah daerah yg paling ideal buat dijadikan base selama di Izmir.

Daerah Basmane dekat dengan Agora (sisa kota kuno Smyrna), Konak Square, dan Kordon. Hanya dengan berjalan kaki, kalian bisa mengunjungi tempat-tempat wisata ini. Selain itu, Basmane juga memiliki stasiun kereta yg menghubungkan Izmir dengan kota-kota yang lain seperti Selcuk dan Denizli.

Setelah sampai di Basmane, aku pun langsung menitipkan tas di Lotus Garden Hostel. Hostel berkonsep naturalis ini dikelola oleh para pencinta lingkungan yg amat memperhatikan pentingnya daur ulang sampah. Saya diingatkan bagi memisahkan sampah organik dan non organik karena sampah organiknya dipakai bagi membuat kompos. Hostel ini juga memelihara dua kucing yg lucu dan suka berinteraksi dengan penghuni hostel.

Tujuan pertama aku di Izmir adalah Agora, sedikit dari kota Smyrna yg masih tersisa. Smyrna yaitu kota yg sudah dihuni oleh berbagai peradaban di Mediterania. Bangsa Lidya, Yunani, Persia, Romawi dan Ottoman pernah mendiami tempat ini.

Alexander Agung adalah salah sesuatu nama besar yg pernah memberikan kontribusi besar pada kota ini. Alexander Agung usai berkonsultasi dengan Oracle (peramal) di Kuil Apollo Claros kemudian mendirikan kota Smyrna yg lebih luas di dataran dekat Gunung Pagos.

Sejak itulah Smyrna tumbuh menjadi kota yg besar dan makmur. Kekaisaran Romawi juga kemudian menguasai Smyrna dan menghiasinya dengan bangunan-bangunan indah. Smyrna juga menjadi kota berkembangnya agama kristen mula-mula. Disebutkan dalam Kitab Wahyu, jemaat Smyrna adalah jemaat yg miskin dan menderita namun dipuji karena kesetiaan mereka terhadap penyiksaan (Wahyu 2:8-11).

Setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi Timur, Smyrna dikuasai oleh Kesultanan Ottoman. Smyrna menjadi kota metropolitan dengan berbagai etnis (Yunani, Armenia, Turki,Yahudi) dan agama tinggal di sini. Setelah kekalahan Kesultanan Ottoman di Perang Dunia I, Smyrna dikuasai oleh tentara Yunani yg kemudian dipukul mundur oleh tentara Republik Turki.

Perang antara Yunani dengan Turki ini kemudian berakibat pahit pada hubungan antara kedua negara. Smyrna terbakar hebat setelah dikuasai oleh tentara Turki sehingga penduduk Izmir yg beretnis Yunani banyak yg menjadi korban. Kejadian ini pun akhirnya berujung pada Treaty of Lausenne yg menyatakan pertukaran penduduk etnis Yunani di Turki dengan penduduk etnis Turki di Yunani.

Suatu sejarah pahit yg membekas di berbagai wilayah di Turki dan Yunani sampai sekarang. Republik Turki yg mengadopsi bahasa latin kemudian menamai Smyrna menjadi Izmir.

Dengan begitu kayanya sejarah Izmir, sangat sedikit tempat di mana kalian mampu menikmati sejarah kota ini. Agora yg terletak dekat Basmane ini pun cuma berukuran setengah lapangan sepakbola dan bagian yg terbilang masih utuh adalah ruang basement Basilica (Gedung pemerintahan) dan dua tiang penyangga Agora (pasar).

Walaupun demikian, agora ini tetap menarik dikunjungi para penggemar sejarah dan arkeologi. Di ruang basement basilica ini, terdapat pipa batu bata yg masih mengalirkan air. Menurut penjelasan, pipa tersebut mengalirkan air yg belum diketahui sumbernya dan sudah berfungsi dari zaman Kekaisaran Romawi.

Usai mengunjungi Agora, aku berjalan melalui pasar rakyat menuju Konak Square. Salah sesuatu kesenangan aku saat mengunjungi Turki adalah saat mengunjungi pasarnya yg ramai dan segar.

Kenapa segar? Karena di mana lagi anda dapat membeli buah cherry yg merah segar dan manis cuma 2 lira sekilo! Aprikot 3 lira sekilo! Plum hitam 4 lira dan Anggur hijau kualitas mantap seharga 5 lira. Itu pun belom ditawar.

Saya melewati hiruk pikuk pasar Kemeralti sambil melihat-lihat bapak penjual berteriak-teriak menjual dagangannya. Riuh dan rendah tetapi tetap menyenangkan.

Pasar Kemeralti yaitu pasar terbesar di Izmir dan pasar ini terus ramai dikunjungi oleh penduduk lokal yg ingin berbelanja, sangat kontras dengan Grand Bazaar Istanbul yg pengunjungnya didominasi oleh turis. Setelah berjalan selama 15 menit di sekitar Kemeralti, akhirnya aku sampai di Konak Square.

Konak Square adalah alun-alun luas yg yaitu tempat yg paling kadang dikunjungi oleh turis maupun penduduk lokal di kala senja. Di tengah alun-alun ini terdapat Saat Kulesi (menara jam) yg dibangun pada tahun 1901 sebagai perayaan peristiwa naik tahta Sultan Abdulhamit yg ke 25.

Menara jam yg indah ini dianggap sebagai simbol dari Kota Izmir dan berfoto dengan latar menara jam ini bagaikan ritual untuk turis yg mengunjungi Izmir. Saya pun duduk di salah sesuatu bangku taman dan menikmati pemandangan senja di ketika sinar matahari berubah jingga dan menyinari Konak Square.

Burung-burung merpati berterbangan menghampiri pengunjung yg menebarkan biji padi bagi dimakan oleh burung-burung ini. Anak-anak kecil berlarian mengejar burung-burung yg jumlahnya banyak ini. Pemandangan yg unik dan jarang dapat kunikmati di Jakarta.

Usai beristirahat sebentar di Konak Square, aku pun berjalan ke arah pantai yg disebut dengan Kordon. Kordon adalah jalur pejalan kaki yg memanjang di pinggir laut Izmir dari Konak Pier sampai Stasiun Alsancak.

Jalur yg panjangnya 5-6 kilometer ini yaitu tempat yg sangat nyaman bagi sekadar berjalan menikmati pemandangan laut dan teluk Izmir atau sekadar duduk-duduk menatap laut dan kapal ferry yg hilir mudik membawa penumpang.

Ada suatu perasaan yg menyenangkan saat berjalan di Kordon. Aku melihat pasangan baik tua ataupun muda bergandengan tangan menikmati suasana senja yg romantis. Sepasang muda mudi duduk di kursi yg menghadap laut sambil memadu kasih dan bercanda ria.

Saya pun mengambil tempat di sebuah kursi yg kosong sambil menatap laut menikmati hangatnya sinar mentari yg akan tenggelam.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/08/27/145600/3278501/1025/tenggelam-dalam-serunya-keliling-kota-kuno-di-turki
Terima kasih sudah membaca berita Tenggelam dalam Serunya Keliling Kota Kuno di Turki. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Tenggelam Dalam Serunya Keliling Kota Kuno Di Turki"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.