Tarsius, Si Mata Belo Dari Bangka Belitung Dan Sulawesi

Belitung – Tahukah kamu, Indonesia memiliki primata paling kecil di dunia. Inilah tarsius yg panjang tubuhnya tidak sampai 10 cm. Mata super bulatnya menggemaskan!

Dalam penelusuran detikTravel dari berbagai sumber, Kamis (26/5/2016) terdapat 7 macam tarsius di Indonesia yakni Tarsius syrichta, Tarsius bancanus, Tarsius tarsier, Tarsius dentatus, Tarsius lariang, Tarsius pelengensis, Tarsius sangirensis, Tarsius tumpara dan Tarsius pumilus. Habitatnya menyebar di Pulau Sumatera (khususnya Bangka Belitung), Pulau Kalimantan dan Sulawesi.

Hewan ini termasuk binatang yg dilindungi oleh negara. Status konservasinya sendiri menurut IUCN (International Union for the Conservation of Nature) termasuk vulnerable alias rentan buat punah. Bentuknya yg menggemaskan dan kecil kerap diburu oleh orang-orang yg tidak bertanggung jawab.

Tarsius yg yaitu hewan langka dan dilindungi (Afif/detikTravel)

Mari kalian mengenal tarsius lebih dekat. Hewan yg masuk dalam kategori primata terkecil di dunia ini sungguh unik, dilihat dari bentuk wajahnya saja sungguh lucu. Matanya besar atau belo dan telinganya lebar, mirip sebuah topeng.

Panjang tubuh maksimalnya cuma 10 cm, sedangkan paling kecil ukurannya 93-98 milimeter. Beratnya pun tak mencapai 1 kilogram dan hidupnya di pepohonan. Nama Tarsius diambil berdasarkan ciri fisik tubuhnya yg istimewa, merupakan tulang tarsal yg memanjang, yg membentuk pergelangan kaki mereka. Sehingga, memudahkan tarsius bisa melompat sejauh 3 meter dari sesuatu pohon ke pohon lainnya.

Selain bentuk tubuhnya, keunikan tarsius telah pasti ada pada matanya. Usut milik usut, ternyata ukuran mata tarsius lebih besar dibanding otaknya. Mata tarsius pun digunakan bagi melihat dengan tajam di kegelapan malam. Sebab, hewan berbulu abu-abu dan merah ini masuk dalam golongan hewan nokturnal, yg artinya lebih aktif di malam hari.

Primata terkecil di dunia (Gilang Tamma/ACI)

Kepala tarsius juga memiliki keunikan. Kepalanya mampu berputar 180 derajat bagi memperhatikan keadaan sekitar. Ditambah dengan telinga yg dapat mendeteksi gerak-gerik hewan lainnya, mulai membuat tarsius lebih gampang berburu mangsanya dan bertahan hidup.

Apa saja makanan tarsius? Tarsius memakan serangga seperti kecoa dan jangkrik hingga burung dan ular yg ukurannya kecil. Tarsius menandakan wilayah kekuasaan mereka dengan urin dan disebut juga sebagai hewan yg setia terhadap pasangannya.

Pertanyaan selanjutnya adalah, di mana kami dapat melihat hewan yg menggemaskan ini? Kalau di kalimantan, habitatnya masih di alam liar dan jauh dari pemukiman manusia. Untuk di Bangka Belitung, tempat buat melihatnya ada di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di Kabupaten Belitung Timur.

Hewan yg aktif di malam hari (Afif/detikTravel)

Di dalam kantor dinas tersebut, dibuat kebun binatang mini. Salah sesuatu satwa penghuninya adalah tarsius yg warna bulunya kecokelatan. Pihak dinas pariwisata setempat memang ingin mengubah kantornya sebagai tempat yg menyenangkan buat dikunjungi wisatawan. Silakan baca cerita selengkapnya di sini.

Kemudian buat di Sulawesi ada di dua tempat seperti, Taman Nasional Bantimurung di Sulawesi Selatan, Cagar Alam Gunung Tangkoko Batuangus dan Taman Margasatwa Tandurusa di Bitung, Sulawesi Utara. Beberapa tarsius dimasukkan dalam kandang buat dirawat dan dilestarikan.

Karena tarsius adalah hewan yg aktif di malam hari, maka seandainya kalian siang-siang melihatnya mereka cuma diam saja. Tidak banyak gerak dan kadang menutup matanya. Namun tidak mengapa, rasanya melihat si mata belo yg menggemaskan ini dari dekat telah jadi pengalaman tidak terlupakan. (aff/shf)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/05/26/075500/3218012/1519/tarsius-si-mata-belo-dari-bangka-belitung–sulawesi
Terima kasih sudah membaca berita Tarsius, Si Mata Belo dari Bangka Belitung dan Sulawesi. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Tarsius, Si Mata Belo Dari Bangka Belitung Dan Sulawesi"