Tarif Wajib Masuk Raja Ampat Dianggap Mahal? Ini Tanggapan Kadispar

Berikut artikel Tarif Wajib Masuk Raja Ampat Dianggap Mahal? Ini Tanggapan Kadispar, Semoga bermanfaat

WAISAI, KOMPAS.com – Peraturan Bupati Nomor 18 tahun 2014, Kabupaten Raja Ampat memutuskan adanya Tarif Layanan Pemeliharan Lingkungan (TLPL) pada kawasan Raja Ampat. Tarif sebesar Rp 500.000 dikenakan buat wisatawan nusantara dan Rp 2 juta bagi wisatawan mancanegara yg wajib dibayar ketika wisatawan ingin berwisata di daerah Raja Ampat.

Dari petugas lapangan di Raja Ampat, KompasTravel mendapati banyak wisatawan nusantara yg keberatan mulai harga tersebut.

“Biasanya yg mengeluh itu wisatawan domestik, ada yg bilang mahal. Banyak yg belum mengerti fungsinya. Kalau wisatawan mancanegara rata-rata telah tahu fungsinya,” kata Fredy, staf kartu jasa lingkungan yg ditemui di booth Kabupaten Raja Ampat dalam acara Festival Lovely Raja Ampat, di Waisai, Raja Ampat, Papua Barat, Rabu (19/10/2016).¬†

(BACA: Sebelum Wisata ke Raja Ampat, Ketahui Tarif Wajib Ini)

Kadispar Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo ketika ditemui KompasTravel, Minggu (23/10/2016) di Pantai WTC, Waisai, Raja Ampat juga menyampaikan banyak wisatawan domestik yg keberatan mulai besaran tarif tersebut. Namun demikian, Yusdi meminta pengertian para wisatawan yg ingin berkunjung ke Raja Ampat.

“Kita telah dari tahun 2007 memberlakukan tarif tersebut, tapi baru tahun 2015 menaikkan harganya. Tergantung orangnya yg melihat, karena Raja Ampat ini bukan wisata massal. Raja Ampat wisata minat khusus yg fokus pada keindahan dan kelestarian alam,” kata Yusdi.

(BACA: “Blusukan” Pagi di Pasar Waisai Raja Ampat, Apa Menariknya?)

Menurutnya, buat wisatawan pecinta alam harga tersebut sebenarnya telah masuk akal. “Dibandingkan dengan yg mirip Raja Ampat lebih mahal lagi. Misalnya Galapagos atau Palau. Hanya mungkin untuk wisatawan yg minat biasa mungkin mahal,” kata Yusdi.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisman di Pianemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Untuk melihat panorama bahari ini, wisatawan harus menaiki 320 anak tangga, sebelum akhirnya rasa capek terbayar begitu melihat keindahan Pianemo dari atas bukit.

Kabar gembiranya untuk Anda yg menggangap TLPL Raja Ampat terlalu mahal, Yusdi menyampaikan tahun 2017 ada perencanaan buat mengubah aturan TLPL.

“Supaya dapat memberi kesempatan pada wisatawan domestik terutama dengan harga yg lebih wajar dan rasional, tetapi kita tetap fokus dengan proteksi alam kami,” katanya.

Saat ditanya kapan mulai diberlakukan harga baru, Yusdi belum mampu menjawab sebab diperlukan koordinasi dari berbagai pelaku pariwisata di Raja Ampat buat memutuskan harga tersebut.

Sebagai perbandingan, Galapagos memberlakukan tarif serupa dengan Raja Ampat sebesar 100 dollar AS atau setara dengan Rp 1,4 juta buat tiap wisatawan. Selanjutnya Palau memberlakukan biaya visa masuk wisatawan 50 dollar AS atau setara dengan Rp 700.000 dan green fee atau sebutan biaya konservasi sebesar 100 dollar AS atau setara Rp 1,4 juta.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/10/23/201000727/tarif.wajib.masuk.raja.ampat.dianggap.mahal.ini.tanggapan.kadispar
Terima kasih sudah membaca berita Tarif Wajib Masuk Raja Ampat Dianggap Mahal? Ini Tanggapan Kadispar. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Tarif Wajib Masuk Raja Ampat Dianggap Mahal? Ini Tanggapan Kadispar"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.