Tak Perlu Bawa Tenda! Ini Tips Sebelum Mendaki Gunung Kinabalu

Berikut artikel Tak Perlu Bawa Tenda! Ini Tips Sebelum Mendaki Gunung Kinabalu, Semoga bermanfaat

KINABALU, KOMPAS.com – Mendaki Gunung Kinabalu di Sabah, Malaysia mampu jadi agenda liburan bersama teman atau keluarga. Anda mampu menikmati pemandangan alam berupa hutan hujan tropis khas Borneo hingga puncak gunung yg berupa batuan granit.

Bila berencana mendaki Gunung Kinabalu, ada dua hal yg perlu diperhatikan. Pasalnya, mendaki Gunung Kinabalu berbeda dengan kebanyakan gunung-gunung di Indonesia.

BACA JUGA: Ini Perbedaan Jalur Pendakian Gunung Kinabalu Pasca-gempa 2015

KompasTravel sempat mendaki Gunung Kinabalu dua waktu dahulu atas undangan Sabah Tourism Board. Berikut dua hal-hal yg perlu diketahui sebelum mendaki Gunung Kinabalu.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Dua pendaki yang berasal Indonesia tengah menyusuri jalur pendakian Gunung Kinabalu, Sabah, Malaysia, Selasa (22/11/2016).

Tak perlu bawa ransel besar

Anda tidak perlu membawa ransel besar yg berisi banyak barang bawaan. Cukup gunakan tas ransel berukuran sekitar 32 liter. Tas ransel ukuran tersebut cukup buat membawa perlengkapan pribadi. Tak usah membawa tenda, karena tersedia penginapan di tengah jalur pendakian Gunung Kinabalu.

Bawa barang secukupnya

Tak perlu membawa tenda, kantung tidur, kompor apalagi bahan makanan seperti telur, sayur atau minyak goreng. Pendaki mulai tidur di sebuah penginapan yakni di Laban Rata.

Untuk makanan dan minuman, pendaki mampu mendapatkan di Restoran Laban Rata. Bawalah barang secukupnya seperti jaket pribadi, botol minum, headlamp, sesuatu baju ganti, dan makanan ringan.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Pendaki melintasi jalur yg menanjak menjelang Pos Pendakian Gunung Kinabalu yakni Pondok Villosa di ketinggian sekitar 2.900 meter di atas permukaan laut (mdpl), Senin (21/11/2016). Gunung Kinabalu berstatus sebagai gunung tertinggi di Pulau Kalimantan yakni berketinggian 4.095,2 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Persiapan fisik

Persiapan fisik sebelum mendaki Gunung Kinabalu mutlak dilakukan. Jalur yg mulai ditempuh adalah sembilan kilometer dari titik awal (Timpohon) hingga ke puncak Gunung Kinabalu (Low’s Peak).

Mayoritas jalur didominasi oleh tangga. Tingkat kemiringan jalur pendakian mencapi sekitar 60 derajat, dan tentu menguras tenaga.

Bangun dini hari

Saat ingin mendaki ke puncak Gunung Kinabalu, pendaki umumnya mulai berangkat sekitar pukul 02.00-03.00 waktu setempat. Ada baiknya bangun lebih awal sekitar pukul 01.00 supaya mampu mempersiapkan diri.

Agar waktu tidur cukup, disarankan buat tidur lebih awal setelah makan malam. Makan malam berakhir pukul 19.30.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Pendaki berada di kamar tipe Laban Rata Rest House Bunks Bed. Bentuk kamarnya sseperti kamar asrama dengan 12 kasur atau 6 tempat tidur bertingkat.

Tak boleh berisik

Di penginapan Laban Rata, dilarang berisik ketika memasuki jam malam. Jam malam di Laban Rata dimulai sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Suasana penginapan mulai hening karena pendaki yang lain sudah beristirahat sebagai persiapan bagi mendaki ke puncak Gunung Kinabalu.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Penanda berupa kartu (name tag) buat setiap pendaki Gunung Kinabalu juga diberikan sebelum mendaki. Penanda tersebut berisi urutan kelompok dan nama pendaki.

Selalu gunakan kartu penanda pendaki

Ketika mendaftar di Kantor Kinabalu Park, pendaki mulai dibagikan sebuah kartu penanda pendaki. Selalu gunakan kartu tersebut selama pendakian Gunung Kinabalu.

Kartu penanda pendaki tersebut juga berfungsi sebagai bukti sah bagi mendaki ke puncak Gunung Kinabalu. Pemandu biasanya mulai memberitahu hal ini sebelum memulai pendakian.

Buang air di toilet

Pengelola Gunung Kinabalu menyediakan toilet di sepanjang jalur pendakian. Di toilet tersebut tersedia air bersih yg mengalir.

Bila tidak tertahankan, pendaki mampu buang air di titik-titik tertentu. Tanyalah tempat yg diperbolehkan kepada pemandu pendakian.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Di pos-pos pendakian sepanjang jalur tersedia fasilitas air minum alami. Air minum itu berasal dari mata air Gunung Kinabalu.

Isi ulang air minum

Di pos-pos pendakian sepanjang jalur, tersedia fasilitas air minum alami yg berasal dari mata air Gunung Kinabalu. Pendaki dapat mengisi botol minum dan segera menenggaknya. Jadi, tidak perlu membawa banyak botol air minum.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/12/04/080000927/tak.perlu.bawa.tenda.ini.tips.sebelum.mendaki.gunung.kinabalu
Terima kasih sudah membaca berita Tak Perlu Bawa Tenda! Ini Tips Sebelum Mendaki Gunung Kinabalu. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Tak Perlu Bawa Tenda! Ini Tips Sebelum Mendaki Gunung Kinabalu"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.