Tak Hanya Pantai, Belitung Punya Museum Yang Menarik Dikunjungi

Berikut artikel Tak Hanya Pantai, Belitung Punya Museum yang Menarik Dikunjungi, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Belitung terkenal dengan pantai yg indah. Tapi selain pantai, traveler juga mampu wisata sejarah ke museum.

Soal wisata bahari, Belitung tidak usah diragukan lagi. Sejak terkenal lewat Laskar Pelangi, Belitung memang menawarkan wisata bahari berupa pantai dan pulau-pulau kecil dengan cirinya yg khas, yakni dengan batu-batu granit ukuran raksasa.

Selain itu, rupanya sejak lama Belitung juga milik objek wisata bernuansa lain, yakni wisata sejarah. Salah sesuatu di antaranya adalah Museum Pemerintah Kabupaten Belitung, tidak yang lain adalah museum geologi yg pernah ada di tanah Laskar Pelangi.

“Mau ke mana kalian setelah ini, Pak?,” tanya Nurul Suwasty Khotimah, salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung yg menjadi travelmate aku kala itu.

Sebagai orang asli Pulau Belitung, aku percaya Nurul tahu banyak perihal tempat-tempat wisata tidak biasa yg patut bagi didatangi di Pulau Belitung. Salah sesuatu buktinya adalah ia tahu salah sesuatu warung mie ayam terenak di Pulau Belitung yg menjadi sarapan kalian pagi itu.

“Enaknya ke mana? Pokoknya terserah kamulah, yang berasal jangan pantai lagi, yg dekat-dekat saja,” aku menjawab seraya menikmati suap demi suap mie ayam super pedas itu.

“Baiklah. Pertama, kalian ke museum dulu. Bapak belum pernah kesana bukan? Setelahnya, barulah kalian berangkat menuju Batu Mentas,” rancang Nurul seraya menatap langit-langit warung yg terletak tidak jauh dari Tugu Batu Satam itu.

Setelah membayar beberapa porsi mie ayam dan beberapa gelas teh manis, berangkatlah kita menuju Jalan Melati, tempat di mana museum yg dimaksud oleh Nurul berada. Soal museum ini, sebetulnya aku telah mengetahuinya sejak lama.

Hanya saja, dua kali menginjakkan kaki ke Pulau Belitung, belum sekalipun menginjakkan kaki di museum yg konon menjadi tempat hiburan satu-satunya masyarakat Pulau Belitung zaman dahulu, sebagaimana yg diceritakan oleh Andrea Hirata dalam salah salah sesuatu novelnya yg masih bercerita soal kehidupan masyarakat Pulau Belitung.

“Ini dia museumnya, Pak,” jelas Nurul serupa pemandu wisata, setibanya kita di sebuah bangunan dengan arsitektur ala tempo dulu. “Yuk, masuk.”

Sebagai objek wisata bernuansa sejarah, Museum Pemerintah Kabupaten Belitung ini pun berada di daerah yg syarat mulai nilai-nilai sejarah masa lalu. Ya, dari bangunan di sepanjang sisi kiri dan kanan jalan yg kita lewati, gampang ditebak bahwa bangunan-bangunan itu adalah bangunan peninggalan Belanda dengan ciri khasnya yg menjulang tinggi dan berukuran raksasa. Di Pulau Belitung, kawasan ini memang dikenal sebagai daerah pemukiman pejabat Belanda masa silam.

“2.000 rupiah buat sesuatu orang,” jawab salah seorang penjaga museum manakala kita bertanya perihal tiket masuk museum ini.

Ya, cuma dengan membayar 2.000 rupiah saja, kami telah dapat melihat dengan seksama sesuatu demi sesuatu koleksi Museum Pemerintah Kabupaten Belitung. Lokasi museum ini terletak di Jalan Metali Tanjung Pandan, Belitung. Semula, museum ini bernama Museum Geologi yg khusus menyimpan berbagai macam bebatuan serta maket-maket yg menggambarkan sejarah perjalanan ekplorasi penambangan timah di Pulau Belitung.

Informasi di museum menyebutkan bahwa museum ini dibangun atas prakarsa Dr. Osberger, seorang geolog berkebangsaan Austria tahun 1962. Saat itu Dr. Osberger masih bertugas di Unit Penambangan Timah Belitung.

Seiring perjalanan waktu, museum ini kemudian difungsikan juga sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah peninggalan kerajaan-kerajaan yg pernah berdiri di Pulau Belitung, merupakan berupa senjata parang, keris, tembikar, perabot rumah tangga dan benda antik lainnya.

Salah sesuatu koleksi menarik museum ini adalah buaya raksasa yg telah diawetkan sedemikan rupa. Lalu, tidak jauh dari museum ini, tepatnya di bagian belakang, ada kebun binatang mini yg mengoleksi dua binatang yg dulu juga menjadi tempat hiburan paling menarik buat masyarakat Pulau Belitung. Sekarang, semuanya masih mampu dinikmati dengan jelas di sini.

“Sekarang, mari kami ke Batu Mentas,” ajak Nurul menutup perjalanan kalian menyusuri jengkal demi jengkal museum kebanggaan kampung halamannya itu.

Ngomong-ngomong, kalau tiba ke Pulau Belitung, jangan lupa singgah di museum ini ya? Museum ini buka setiap hari, dari pukul 08.00 sampai 16.00 WIB. Sayang sekali bukan kalau ke Pulau Belitung hanya tiba ke pantainya saja?

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/02/17/125500/3390844/1025/tak-hanya-pantai-belitung-punya-museum-yang-menarik-dikunjungi
Terima kasih sudah membaca berita Tak Hanya Pantai, Belitung Punya Museum yang Menarik Dikunjungi. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Tak Hanya Pantai, Belitung Punya Museum Yang Menarik Dikunjungi"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.