Tak Dijual Setiap Hari Di Parapat, Ini Waktu Tepat Menyantap Mi Gomak

Berikut artikel Tak Dijual Setiap Hari di Parapat, Ini Waktu Tepat Menyantap Mi Gomak, Semoga bermanfaat

PARAPAT, KOMPAS.com – Bentuknya seperti spaghetti yang biasa disajikan di restoran internasional maupun lokal. Namun alih-alih bersaus bolognaise atau carbonara, sajian mi khas Tanah Batak ini disiram kuah bersantan. Taburan teri kacang, potongan tahu, juga telur balado tidak mengurangi meriah cita rasa seporsi Mi Gomak.
 
Inilah spaghetti khas Tano (Tanah) Batak yg dikenal dengan sebutan Mi Gomak. Disebut Gomak (aduk-aduk) karena lalu cara pembuatan dan penyajiannya dikerjakan dengan tangan telanjang. Mi diambil dari baskom besar memakai tangan, dahulu diletakkan di piring. Barulah mi tersebut diberi kuah.
 
Saat berwisata ke tepi Danau Toba tepatnya di Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, jangan lupa mencicipi Mi Gomak. Kuliner khas Tanah Batak ini dapat ditemukan di Pasar Tiga Raja, Parapat. Namun, tidak setiap hari Anda dapat menemukan Mi Gomak.
 
Lalu, kapan waktu yg tepat “berburu” dan mencicipi spaghetti khas Tanah Batak ini?
 
Seorang penjual Mi Gomak di Pasar Tiga Raja, Lasman Ambarita (59) mengatakan, ketika ini Mi Gomak tidak lagi menjadi “primadona” masyarakat sekitar khususnya di Parapat. Ia sendiri cuma menyediakan 20-30 porsi Mi Gomak bagi dijual per hari.
 
“Sekarang kan banyak pilihan yang lain bagi sarapan. Jadi jarang yg beli. Kalau dijual setiap hari, sepi,” kata perempuan yg dikenal dengan sapaan Ibu Mei itu ketika ditemui KompasTravel di Pasar Tiga Raja, Selasa (23/8/2016).
 
Ibu Mei mengatakan, di sekitar pantai-pantai (tepi Danau Toba) pun, Mi Gomak terbilang langka. Ia menyebutkan, Mi Gomak cuma mampu ditemukan pada hari Minggu.
 
“Biasa di Pasar Tiga Raja jual Mi Gomak seminggu tiga kali merupakan Selasa, Kamis, Sabtu. Kalau Sabtu lumayan ramai karena pasar besar. Saya jual di depan rumah,” jelasnya.

Seorang penikmat Mi Gomak yg KompasTravel temui di Warung Ibu Mei, Martuan Situmorang menuturkan, ketika ini telah banyak pilihan makanan yg dapat ditemukan bagi sarapan. Padahal dulu, lanjut Martuan, Mi Gomak adalah santapan yg biasa diburu setelah pulang sekolah.

“Kalau sekarang banyak makanan yang lain bagi sarapan seperti lapet atau kue dari tepung beras. Padahal dahulu kalau pulang sekolah atau gereja pasti pada lari makan Mi Gomak,” tuturnya sambil tertawa.

Menurut Ibu Mei, tiap Selasa atau Kamis, ia cuma dapat menjual sekitar 20 porsi. Sementara seandainya pasar besar pada akhir pekan, ia dapat menjual sekitar 50 porsi.

“Kalau di Pasar Tiga Raja, ada empat penjual yg jualan tiga kali seminggu,” ungkap Ibu Mei.

Pasar Tiga Raja terletak tidak jauh dari Hotel Ina Parapat. Jika ingin menuju Pasar Tiga Raja, tersedia angkutan kota yg dapat ditumpangi dari Jalan Raya Siborong-Borong – Parapat dekat loket Bus Sejahtera.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/25/071000527/Tak.Dijual.Setiap.Hari.di.Parapat.Ini.Waktu.Tepat.Menyantap.Mi.Gomak
Terima kasih sudah membaca berita Tak Dijual Setiap Hari di Parapat, Ini Waktu Tepat Menyantap Mi Gomak. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Tak Dijual Setiap Hari Di Parapat, Ini Waktu Tepat Menyantap Mi Gomak"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.