Tahun 2017, Wisatawan “Greater China” Masih Jadi Tumpuan Indonesia

Berikut artikel Tahun 2017, Wisatawan “Greater China” Masih Jadi Tumpuan Indonesia, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com – Wisatawan dari negara-negara sekitar China (Greater China) tetap menjadi target penting wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2017. Hal itu kelihatan dari rencana kerja Kementerian Pariwisata tahun 2017.

Berdasarkan paparan presentasi Jumpa Pers Akhir Tahun 2016 Kementerian Pariwisata, Rabu (21/12/2016), tercatat target-target negara yg disasar oleh Kementerian Pariwisata. Negara-negara Greater China ditargetkan sebanyak 2.453.000 orang.

Negara-negara Greater China terdiri dari China, Taiwan, dan Hongkong. China ditargetkan dapat menyumbang wisman sebanyak 2.037.000 orang, Taiwan sebanyak 284.000 orang, dan Hongkong 132.000 orang.

Di bawah negara-negara Greater China, ada Singapura sebanyak 2.275.000 orang. Selanjutnya diikuti oleh negara-negara di wilayah Eropa sebanyak 2.198.000 orang.

(BACA: Indonesia, “The Famous Next Destination” dari China Travel and Leisure)

Negara-negara Eropa terdiri dari Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Rusia, dan negara-negara Eropa lainnya. Untuk pasar wisman yang berasal Malaysia sebanyak 1.772.000 orang dan Australia sebanyak 1.816.000 orang.

Adapun negara-negara target lainnya seperti dari wilayah Timur Tengah, Jepang, India, Korea Selatan, Amerika Serikat, Filipina, Thailand, dan pasar-pasar lainnya.

Kementerian Pariwisata sendiri sudah memutuskan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2017 sebanyak 15 juta orang. Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pada Jumpa Pers Akhir Tahun 2016 Kementerian Pariwisata.

“2017, target kunjungan wisatawan mancanegara 15 juta,” tegas Arief.

Pada tahun 2016, kunjungan wisman yang berasal China mengalami peningkatan pesat. Seperti pada bulan Mei 2015, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisman China mengalami lonjakan sebanyak 32.925 dibandingkan bulan Mei 2015.

Sementara pada bulan Oktober 2016, BPS Provinsi Bali mencatat wisatawan yang berasal China berada pada peringkat kedua setelah Australia. Jumlah wisatawan China yg berlibur ke Bali bulan Oktober 2016 sebanyak 78.604 orang.

“Saat ini wisman China sudah menjadi wisman prioritas kita, demikian ke depannya. Jumlah wisman China ke luar negeri lebih dari 100 juta per tahun. Jadi bagi menggaet lima persen atau lima juta bagi tahun 2019 seharusnya mampu kalian lakukan, yang berasal anggaran tak dipotong,” kata Arief ketika dihubungi KompasTravel, Mei lalu.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/12/22/172741127/tahun.2017.wisatawan.greater.china.masih.jadi.tumpuan.indonesia
Terima kasih sudah membaca berita Tahun 2017, Wisatawan “Greater China” Masih Jadi Tumpuan Indonesia. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Tahun 2017, Wisatawan “Greater China” Masih Jadi Tumpuan Indonesia"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.