Suka Duka Jadi Awak Kabin Pesawat Emirates

No comment 127 views

Berikut artikel Suka Duka Jadi Awak Kabin Pesawat Emirates, Semoga bermanfaat

DUBAI, KOMPAS.com – Emirates, maskapai yang berasal Uni Emirat Arab, yaitu salah sesuatu maskapai penerbangan internasional yg digemari orang Indonesia. Selain rutenya yg beragam, awak kabin Emirates juga terkenal ramah. 

Untuk penerbangan dari Jakarta, pasti terus tersedia awak kabin yg dapat berbahasa Indonesia. Seperti halnya awak kabin dari maskapai-maskapai penerbangan yg memiliki rute jarak jauh, ada tantangan tersendiri yg dialami para awak kabin.

“Kalau telah terbang berjam-jam dan di udara, stres itu pasti ada. Makanya awak kabin harus dapat menjaga emosi dengan baik,” ungkap Ronald Hartono Wibowo, Leadership Training Specialist Cabin Crew Training Emirates, ketika ditemui KompasTravel di kantor Emirates Aviation College – Crew Training, Dubai, Uni Emirat Arab, Senin (21/11/2016). 

Ronald adalah orang Indonesia yg telah bekerja selama 18 tahun di Emirates. Ia memulai karirnya sebagai awak kabin. 

“Bisa dibilang aku yaitu grup pertama dari Indonesia yg bekerja di Emirates. Ada puluhan waktu itu, kalian yg pertama dari Indonesia,” kata Ronald.  

Ronald menuturkan ada anggapan bahwa bekerja sebagai awak kabin kelihatan menyenangkan. “Kami kelihatan bepergian ke mana-mana, sekarang di Paris, besok telah di Australia,” tuturnya.  

Ia mengakui sangat menikmati pekerjaannya ketika menjadi awak kabin. Namun, pekerjaan awak kabin terbilang berat. Selain harus mampu menjaga emosi, awak kabin dituntut bagi mampu kerja dalam tim dan luwes.  

“Kami harus dapat melayani penumpang dengan baik, jadi harus supel,” katanya.

KOMPAS.COM/NI LUH MADE PERTIWI F Ronald Hartono Wibowo, Leadership Training Specialist Cabin Crew Training Emirates yg sudah bekerja di Emirates selama 18 tahun.

Pekerjaan yg menuntut bepergian selama berjam-jam dan jarak jauh, mengharuskan awak kabin bagi menjaga keadaan fisik mereka. Selain itu, walau lelah, awak kabin harus tetap melayani penumpang dengan sebaik mungkin. 

“Jadi, buat menjadi awak kabin memang harus passion juga,” kata Ronald.  

Setiap awak kabin biasanya memiliki pengalaman berkesan ketika menghadapi penumpang. Ronald mengakui, terkadang hal-hal sepele yg dikerjakan penumpang dapat membuat awak kabin begitu senang dan merasa dihargai. Hal ini pun mampu membangkitkan semangat kerja mereka. 

“Cukup dengan penumpang menyapa kalian di akhir penerbangan, itu telah membuat senang. Ketika kalian menyapa ‘terima kasih’, dahulu dibalas ‘terima kasih, perjalanannya sangat menyenangkan’, itu telah sangat berarti untuk kami,” cerita Ronald. 

Ia menuturkan pengalaman berkesan baginya adalah saat ada penumpang yg mulai turun dari pesawat, menjabat tangannya dengan erat dan menguncapkan terima kasih.

“Hal ini terkesan sederhana, tetapi buat saya, ini sangat berkesan,” kata Ronald. 

Jadi tips terbaik bagi penumpang, janganlah lupa buat mengucapkan terima kasih kepada para awak kabin yg telah melayani di pesawat. Ucapan terima kasih yg terkesan sederhana, ternyata bermakna dalam buat para awak kabin.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/11/22/200500727/suka.duka.jadi.awak.kabin.pesawat.emirates
Terima kasih sudah membaca berita Suka Duka Jadi Awak Kabin Pesawat Emirates. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Suka Duka Jadi Awak Kabin Pesawat Emirates"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.