Sueg, Nikmatnya Jajanan Kampung Di Penglipuran

No comment 190 views

Berikut artikel Sueg, Nikmatnya Jajanan Kampung di Penglipuran, Semoga bermanfaat

BANGLI, KOMPAS.com – Makanan berbahan umbi yg terus identik dengan makanan desa karena kerap ditemukan dan disajikan warga pedesaaan telah tidak asing lagi. Biasanya disajikan dalam bentuk peneman kopi atau teh.

Namun ada lagi makanan khas pedesaan yg jarang dikonsumsi oleh kebanyakan orang. Dari berbagai macam umbi, ada salah sesuatu macam umbi yg jarang dikonsumsi.

Untuk dapat dikonsumsi sebagai kudapan, dibutuhkan keahlian khusus buat mengolahnya, sehingga layak menjadi jajanan khas Bali.

Nama tanaman ini adalah Sueg, di mana umbinya dapat diolah menjadi kue khas Bali dan tak kalah lezat dengan umbi macam yg lumrah diolah sebagai panganan. Sueg dapat diolah menjadi jajajan setelah melalui dua proses.

Jenis umbi sesuatu ini memang berbeda dengan umbi macam lainnya. Tidak segala macam umbi Sueg mampu dikonsumsi, bahkan malahan ada yg beracun. Jenis jajanan ini pun cuma mampu kami peroleh dalam setahun sekali di setiap musimnya.

Di Desa Penglipuran, Bangli, yg dikenal dengan memiliki keindahan arsitektur bangunan khas di setiap pintu masuk, ada sosok yg intens tiap tahunnya mengolah umbi Sueg.

Ni Wayan Puspawati adalah perempuan Penglipuran yg belum lama ditemui dengan mengelilingi memasuki rumah-rumah tetangganya. Ia bersama anak lelakinya memproses umbi Sueg ini dari sebuah rumah di antara deretan rumah khas tradisional yg memiliki lahan tegalan di bagian belakang rumah.

Ketika ditemui belum lama ini, ia baru saja beranjak dari pintu rumah bergegas di bawah rintik hujan. Ia menempati rumah di kawasan Desa Wisata Penglipuran, tak jauh dari Karang Memadu di deretan paling selatan.

Dari sini ia menjajakan jajanan Sueg dari rumah ke rumah, seolah telah akrab dengan para pembelinya. Wisatawan yg kebetulan berkunjung pun dibuat penasaran, dan bahkan turut mencicipinya.

Dalam sesuatu nampan, Ni Wayan Puspawati menata rapi jajanannya yg masih hangat, memiliki ciri khas berupa taburan parutan kelapa di permukaan kue tersebut.

Uang dari hasil jualan lantas diselipkan di bawah jajanan ini. Makin lama melangkah, receh dan uang kertas mulai makin banyak terkumpul di bawah jajanan yg tertata.

Menurut dia, Sueg yaitu umbi yg dapat diolah menjadi jajanan enak. Sueg tumbuh liar di kebun dan cuma dapat dipanen setahun sekali.

“Untuk mengetahui mampu dipanen, pohon Sueg itu harus mati lalu dengan sendirinya. Baru dapat diambil umbinya,” ujarnya.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/06/072900427/Sueg.Nikmatnya.Jajanan.Kampung.di.Penglipuran
Terima kasih sudah membaca berita Sueg, Nikmatnya Jajanan Kampung di Penglipuran. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Sueg, Nikmatnya Jajanan Kampung Di Penglipuran"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.