Suara Adzan Dari Makkah Yang Konon Terdengar Di Masjid Sulawesi Tenggara

Berikut artikel Suara Adzan dari Makkah yang Konon Terdengar di Masjid Sulawesi Tenggara, Semoga bermanfaat

Bau-bau – Masjid Agung Keraton di Buton, Sulawesi Tenggara milik cerita menarik. Konon, suara adzan dari Makkah terdengar segera di dalam masjidnya.

detikTravel bersama rombongan media dari Jakarta berangkat ke Buton atas undangan Kementerian Pariwisata, buat meliput Festival Budaya Tua pada awal minggu ini, Senin (26/8). Sekaligus, mampir ke berbagai destinasi di Buton dan Bau-bau seperti ke Benteng Keraton Buton di Kota Bau-bau, Sulawesi Tenggara.

Benteng Keraton Buton milik banyak cerita menarik. Setelah detikTravel ulas sebagai benteng terluas di dunia, cerita menarik lainnya adalah soal Masjid Agung Keraton Buton yg berada di dalam komplek bentengnya di posisi paling depan.

“Masjid ini telah ada sejak tahun 1511. Awalnya bukanlah masjid, melainkan sebagai tempat meeting rahasia. Lalu setelah Islam masuk ke Buton, fungsi bangunannya berubah sebagai masjid,” kata kata pemandu wisata Benteng Keraton Buton, Laode M Adam Vatiq atau yg akrab disapa Adam.

Masjid Agung Keraton Buton (Afif/detikTravel)

Adalah Syekh Abdul Wahid dari Arab Saudi, yg berdagang dan menyebarkan Islam di Buton pada sekitar abad ke-14. Setelah Islam masuk, sistem kerajaan pun berubah menjadi kesultanan dan maypritas penduduk kala itu memeluk Islam.

Kembali ke cerita masjidnya, masjid yg kemudian diberi nama Masjid Agung Keraton Buton ini memiliki beberapa lantai. Lantai bawah bagi jamaah laki-laki dan lantai atas bagi jamaah wanita. Arsitektur aslinya tetap dipertahankan dengan banyak tiang-tiang yg menjadi pondasinya.

“Di masjid ini terdapat lubang yg posisinya ada di bagian imam salat. Dari lubang inilah, menurut sejarah dan cerita terdengar suara adzan dari Makkah,” ungkap Adam.

Di bagian imam, di situlah kabarnya terdapat lubang yg terdengar suara adzan dari Makkah (Afif/detikTravel)

Adam melanjutkan, lubang tersebut begitu dijaga oleh para pengurus masjid. Jangankan lubangnya, masjidnya juga sangat dijaga sampai sekarang. Wisatawan tak bisa masuk ke sana, kecuali ketika sedang waktu salat.

“Hanya imam masjid saja yg mampu membuka lubang itu. Bahkan seorang gubernur sekalipun seandainya tak mendapat izin dari sang imam, tak mampu melihat lubangnya,” tegas Adam.

Jabatan seorang imam masjid mempunyai derajat yg tinggi dalam pemerintahan Kesultanan Buton (serta tetap dipertahankan hingga kini). Imam masjid milik hak penuh bagi mengelola Masjid Agung Keraton Buton ini, sekaligus bertanggung jawab atas umat Muslim setempat.

“Amaitaka amaitami, artinya kalau telah hitam maka hitam. Sama seperti aturan yg berlaku, harus ditaati. Keputusan besar masjid ini ada ditangan imam,” ujar Adam.

Bangunan masjidnya yg masih tradisional (Afif/detikTravel)

Dari pantauan detikTravel, bagian tempat imam tertutup dengan sajadah. Kala itu, cuma ada dua pengurus masjid yg sedang menyapu dan membereskan bagian dalam masjid buat melaksanakan salat Ashar. Karena waktu kunjungan terbatas, awak media pun tak sempat menemui sang imam.

“Selain itu, masjid ini juga milik banyak keunikan. Masjid ini milik 12 tangga yg melambangkan 12 rakaat shalat, dan jumlah lingkaran gendang 99 sama seperti Asmaul Husna. Jumlah tulangan di masjid tersebut berjumlah 313, sama seperti jumlah tulang dalam tubuh manusia. Lalu 13 lubang di masjid, jumlah yg sama dengan lubang pada tubuh manusia. Dua belas lubang terlihat, dan satunya tidak,” papar Adam. (aff/aff)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/08/26/124031/3284247/1519/suara-adzan-dari-makkah-yang-konon-terdengar-di-masjid-sulawesi-tenggara
Terima kasih sudah membaca berita Suara Adzan dari Makkah yang Konon Terdengar di Masjid Sulawesi Tenggara. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Suara Adzan Dari Makkah Yang Konon Terdengar Di Masjid Sulawesi Tenggara"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.