Stasiun Takalar Kokoh Berdiri

No comment 138 views

Berikut artikel Stasiun Takalar Kokoh Berdiri, Semoga bermanfaat

SORE hendak beranjak. Dalam keheningan dan temaram di Desa Takalar, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Halifah (35) bertutur tentang rumahnya.

Ternyata rumahnya adalah bekas Stasiun Kereta Api Takalar, yg dibuat tahun 1922, pada masa kolonial Hindia Belanda, dan kini masih kokoh berdiri.

”Saya tahu dari cerita orang-orang di sini bahwa rumah ini dulunya stasiun kereta api. Sebelum menjadi rumah tinggal kami, bangunan ini sempat menjadi rumah sakit bersalin, kira-kira 10 tahun lalu,” ujar Halifah, Kamis (17/11/2016).

Selama 10 tahun terakhir, Halifah menghuni bekas stasiun tersebut. Halifah adalah bidan dan pegawai honorer puskesmas di Desa Takalar.

Tidak sulit buat mengenali bangunan rumah Halifah yg adalah bekas stasiun kereta api. Bentuknya mirip dengan Stasiun Jongaya di Kota Makassar.

Stasiun akhir

Stasiun Takalar yaitu stasiun akhir jalur kereta api Makassar-Takalar sepanjang 47 kilometer. Perusahaan punya pemerintah Hindia Belanda, Staatstramweg op Celebes, mengoperasikan kereta api di jalur ini selama delapan tahun, 1922 hingga 1930.

Pada masa Hindia Belanda, jalur kereta Makassar-Takalar memiliki delapan halte (sekarang dikenal sebagai stasiun) dan 12 stopplats (perhentian, sekarang dikenal sebagai halte). Sebagian besar stasiun dan halte ini telah runtuh.

Stasiun Jongaya serta Stasiun Takalar yaitu beberapa bangunan stasiun lama yg masih terawat. Keduanya menjadi jejak sejarah peradaban di Sulawesi Selatan yg pernah dirambah jasa transportasi massal kereta api.

Kini, pemerintah berusaha menghidupkan kembali perkeretaapian di Sulawesi, yg dimulai dengan proyek Trans-Sulawesi dari Makassar sampai Parepare.

Stasiun Takalar berada di kawasan pesisir Cilalang, Desa Takalar. Pada masanya, stasiun ujung, seperti Stasiun Takalar, dilengkapi meja putar lokomotif dan sarana lainnya, seperti dipo bagi perawatan lokomotif ataupun gerbong serta sarana bak penampungan air buat ketel uap lokomotif.

Nurdin (71), warga yg tinggal tidak jauh dari bekas Stasiun Takalar, memperlihatkan dua bekas sarana perkeretaapian tersebut. Lokasinya terletak di sebelah selatan stasiun, mendekat ke arah pantai. Hampir seluruh bangunannya telah rata dengan tanah.

Ada sisa bangunan beton berbentuk kotak yg cukup besar. Menurut Nurdin, benda itu adalah bekas bak penampungan air buat ketel uap lokomotif. Tak jauh dari situ, terdapat bekas bangunan yg menyisakan potongan dinding dan lantai berkeramik yg dulu sebagai kamar mandi.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/12/09/104200327/stasiun.takalar.kokoh.berdiri
Terima kasih sudah membaca berita Stasiun Takalar Kokoh Berdiri. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Stasiun Takalar Kokoh Berdiri"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.