Sisi Lain Flores, Danau Ranamese Yang Hijau

No comment 120 views

Berikut artikel Sisi Lain Flores, Danau Ranamese yang Hijau, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Selain alam ala Afrika, Flores milik sisi yang lain yg tidak kalah indah. Salah satunya Danau Ranamese yg hijau dan sejuk.

Bagi yg belum pernah tiba ke Flores, Nusa Tenggara Timur, yg dibayangkan tentang keadaan geografis Flores adalah sebuah pulau yg gersang dan didominasi oleh bukit dan lembah savana. Banyak sekali sahabat dan kenalan di Jawa menanyakan sepanas apa Flores itu?

Hal ini lebih banyak dipengaruhi oleh publikasi tentang Flores yg sebagian besar diisi oleh berita dan foto-foto kawasan wisata kepulauan Komodo di Manggarai Barat, yg memang sebagian besarnya adalah bukit-bukit savana yg gersang.

Jika kalian melakukan perjalanan menjelajah Flores, pemandangan bukit-bukit gersang cuma mulai kalian jumpai di dua titik di ujung barat Pulau berjuluk Nusa Bunga ini. Memasuki Kota Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai pada ketinggian 1200 mdpl, anggapan tentang Flores yg gersang segera sirna.

Suhu udara di kota kecil ini berkisar antara 18-25°C. Sepanjang sisi selatan kota ini membentang hutan hujan tropis yg hijau menghiasi jejer perbukitan Mandusawu. Hutan hujan yg ini yaitu kawasan konservasi Taman Wisata Alam Ruteng dengan luas 32.600 ha.

Hutan TWA Ruteng ini menjadi penyangga ekologis utama buat kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur dan yaitu rumah besar untuk burung-burung endemik Flores yg eksotis, serta satwa lainnya.

Salah sesuatu obyek wisata yg paling populer dalam kawasan TWA Ruteng adalah danau tropis Ranamese dalam bahasa Manggarai, Rana: Danau, Mese: Besar/luas. Danau Ranamese terletak persis di tepi jalan negara trans Flores, 30 km dari kota Ruteng. Oleh karena itu, bagi mengunjungi danau ini, wisatawan cuma perlu bagi berhenti dalam perjalanan.

Pada Senin (30/05), aku dan fotografer Leonardus Nyoman mengunjungi Danau seluas 5 hektar ini. Kami berangkat dari Ruteng tepat pukul 04.30 WITA. Kami mengambil waktu sepagi itu, karena tujuan kalian adalah memotret burung-burung yg ada di kawasan hutan Ranamese. Yah, Danau Ranamese tak cuma terkenal dengan keteduhannya di celah hutan hujan yg hujau dan asri tapi juga yaitu rumah untuk aneka burung eksotis.

Memasuki kawasan Ranamese, hari masih gelap. Kami coba masuk ke dalam kawasan hutan 2 km sebelum danau, bagi coba peruntungan barangkali menemukan burung yg masih bertengger di dahan – dahan pohon. Usaha kalian terhenti, karena keadaan hutan yg basah selepas hujan semalam emnulitkan kalian buat lebih jauh masuk ke dalam hutan.

Kami kemudian menetapkan buat segera menuju kawasan danau. Hari telah akan beranjak terang. Satu per satu, kicauan burung – burung akan terdengar. Saat kita akan memasuki jalur treking di sisi timur danau, suasana hutan benar – benar riuh oleh suara burung yg bersahutan.

Dengan perlahan kalian menuruni jalur yg terjal munuju sisi timur danau sambil memantau lokasi yg tepat bagi memotret burung – burung di sana. Saya dan Pak Leonardus mengambil jalur yg berbeda. Ia memilih menuju sisi utara danau dan aku menyisir sisi selatan.

Berada di tepi Ranamese, sungguh membingungkan antara menikmati keindahan danau di bawah rona pagi yg teduh atau mengawasi burung – burung yg dengan lantang berkicau di dahan – dahan pohon.

Danau Ranamese, menurut data BKSDA NTT memiliki kedalaman 43 meter. Danau ini yaitu danau yg tertutup oleh cekungan dan tebing yg keseluruhan kawasannya dilingkupi hutan, melindungi permukaan danau dari terpaan angin, sehingga sepanjang waktu, danau ini tampak teduh.

Di dua titik di tepi danau tampak rakit para pemancing tradisional dari kampung terdekat tertambat pada akar – akar pohon yg mengangkang ke dalam danau. Angsa liar berenang dalam kelompok – kelompok kecil, dua di antaranya terbang rendah melintasi danau. Pemadangan pagi yg mulai sangat panjang seandainya semuanya harus digambarkan sesuatu per satu.

Kembali ke tujuan awal kita tiba ke Ranamese, aku menyisir sisi timur laut danau yg berupa cekungan dengan vegetasi yg benar – benar terjaga. Pohon – pohon benar menulang tempat bertenggernya burung – burung. Sesekali, kawanan burung yg sedang santai harus terbirit – birit terbang berpindah dahan kala kawanan burung Srigunting dengan agresifnya menguasai pohon.

Di kawasan ini, burung yg paling dominan adalah Samyong (Pachycephala Nudigula) yg dalam bahasa lokal disebut Ngkiong. Samyong yaitu burung endemik Nusa Tenggara dan dikenal sebagai burng 1001 kicauan. Burung ini juga memiliki nama yang lain Kancilan Flores.  Burung ini memiliki karakter bunyi yg unik karena kemampuannya meniru bunyi – bunyi yg ada di sekitarnya. Tidak heran seandainya di lokasi yg berbeda, burung ini memperdengarkan kicauan yg berbeda pula.

Selain Samyong, di sini juga terdapat burung endemik yang lain yakni Kipasan Flores (Rhipidura Diluta), Anis Nusa-Tenggara (Zoothera Dohertyi), serta puluhan macam burung eksotis lainnya.

Keberadaan burung – burung endemik nan eksotis di sekitar kawasan danau Ranamese, belum menjadi primadona sesungguhnya lantaran wisata minat khusus bird watching di kawasan ini, belum begitu intens dipromosikan.

Kawasan wisata alam danau Ranamese sesungguhnya sudah memiliki fasilitas yg cukup memadai. BKSDA NTT sudah membangun villa – villa dengan akamr tidur yg lengkap serta perlengkapan tenda dome seandainya para pengunjung ingin merasakan sensasi camping di alam tropis dan asri.

Matahari baru benar – benar menjangkau semua permukaan danau setelah lepas dari pukul sepuluh pagi. Pada jam – jam seperti itu, burung – burung lebih banyak terbang jauh atau menempati dahan yg tinggi. Meski demikian, kiacaun – kicauan tidak pernah habis meningkahi teduhnya danau. Saat matahari sudah hampir tegak di atas kepala, kalian akhirnya harus kembali ke Ruteng, meskipun ingin rasanya selalu berdiam di sana, bergurau dengan harmoni alam yg mendamaikan.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/06/10/142100/3221368/1025/sisi-lain-flores-danau-ranamese-yang-hijau
Terima kasih sudah membaca berita Sisi Lain Flores, Danau Ranamese yang Hijau. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Sisi Lain Flores, Danau Ranamese Yang Hijau"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.