Sertifikasi SDM Pariwisata Indonesia Sudah Mendesak

No comment 106 views

Berikut artikel Sertifikasi SDM Pariwisata Indonesia Sudah Mendesak, Semoga bermanfaat

Jakarta – Sertifikasi terhadap SDM Pariwisata Indonesia mendesak buat dilakukan. Jika tak begitu, mereka mulai tergerus oleh tenaga kerja pariwisata asing.

Dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2016 ini, arus tenaga kerja asing dari negara yang lain telah tak mampu dicegah lagi. Maka dari itu diperlukan instrumen atau sistem yg mampu melindungi tenaga kerja tersebut, terutama SDM di bidang pariwisata.

Satu yg tengah digodok dan telah disepakati adalah ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professional (MRA-TP). Nantinya sistem MRA ini mulai berlaku di seluruh negara-negara ASEAN.

“Jadi gini, MRA itu isinya saling pengakuan antara 10 negara anggota ASEAN mulai kualifikasi dari SDM-nya, terutama di bidang pariwisata. Tenaga kerja ini nantinya mulai mendapat sertifikat dari Tourism Professional Sertification Board (semacam BNSP), sebagai pengakuan atas kompetensi yg dia kuasai,” jelas I Gusti Putu Laksaguna, Chairman ATPMC ketika jumpa pers di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Selasa (9/8/2016) malam.

Nah, secara teknis, standarisasi atau penyetaraan kompetensi dalam sistem MRA ini juga perlu dilakukan, agar tenaga kerja di masing-masing negara milik kompetensi yg sama. Jadi saat dibutuhkan, para pemberi kerja dapat mencari tenaga kerja sesuai dengan level kompetensinya.

“Akan ada 5 level, akan dari level 1 itu setara dengan sertifikat 2, kemudian berturut-turut level 2 sertifikat 3, sampai level 4 setara diploma, dan level 5 itu advanced diploma. Di masing-masing level tentu kompetensi yg diajarkan berbeda. Di level 1, akan dari basic misalnya diajarin jadi waiters, sampai di level 5 materinya telah sophisticated atau manajerial,” terang Putu.

Pemberian sertifikat kepada SDM pariwisata ini berfungsi sebagai pengakuan terhadap keahlian yg mereka kuasai. Sertifikat ini mulai berlaku di segala negara anggota ASEAN. Dalam sistem ATPRS (ASEAN Tourism Professional Registration System), nantinya mulai ada opsi match making yg mulai mempertemukan antara para job seekers alias para tenaga kerja, dengan job opportunities dari para pemberi kerja, merupakan pihak industri pariwisata.

“Sistem ini tinggal di klik, nanti mulai keluar lowongan yg dibutuhkan serta tenaga kerja yg dibutuhkan sesuai level kompetensinya di masing-masing negara. Semua orang yg telah mengikuti pendidikan dan pelatihan, yg milik kualifikasi yg sama mulai didaftarkan. Nantinya si pemegang sertifikat setelah lulus mulai mendaftarkan diri secara volunteer di database ini,” urai Putu.

Selain memberikan pengakuan, sertifikat ini di sisi yang lain mulai memberikan perlindungan sekaligus barikade terhadap arus tenaga kerja asing yg masuk ke Indonesia. Karena menurut amanat undang-undang, pihak industri tak dapat sembarangan bagi mampu merekrut tenaga kerja asing.

“Ini juga sekaligus sebagai barikade terhadap tenaga kerja asing. Pihak industri tak dapat sembarangan memasukkan orang, harus ada sertifikat dan sesuai kompetensinya. Aturannya kalau dari negeri sendiri tak mencukupi, baru mampu mengambil dari negara lain. Kalau jumlahnya telah cukup, ngapain ambil dari negara lain. Ini amanat UU Tenaga Kerja,” ungkap Putu.

Pada kenyataannya, bila sistem ini dicurangi, para pemberi kerja mampu komplain ke National Tourism Profesional Board (NTPB) di masing-masing negara yang berasal tenaga kerja, sebagai pihak yg bertanggung jawab buat melakukan monitoring terhadap proses pemberian sertifikat keahlian kepada tenaga kerja.

“Apabila si pemegang sertifikat pada kenyataannya tak sesuai dengan kompetensinya, dapat komplain ke NTPB di masing-masing negara. Faktor trust dari pemberi kerja pasti mulai turun dengan negara itu, dan pasti tak mulai mau lagi pakai tenaga kerja dari sana. Makanya tak dapat sembarangan mengeluarkan sertifikat ini, harus dari lembaga resmi dan sesuai kompetensi dari tenaga kerja,” tutup Putu.

(wsw/fay)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/08/10/081543/3272032/1382/sertifikasi-sdm-pariwisata-indonesia-sudah-mendesak
Terima kasih sudah membaca berita Sertifikasi SDM Pariwisata Indonesia Sudah Mendesak. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Sertifikasi SDM Pariwisata Indonesia Sudah Mendesak"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.