Seperti Ini Serunya Petualangan 2 Hari Di Pulau Sangiang

No comment 91 views

Berikut artikel Seperti Ini Serunya Petualangan 2 Hari di Pulau Sangiang, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Tak jauh dari Jakarta, ada Pulau Sangiang yg begitu cantik di Selat Sunda. Pulau ini memiliki aneka objek wisata seru bagi traveler kunjungi.

Sangiang, mungkin ada dua traveler yg belum begitu mengetahui seperti apa dan bagaimana Sangiang itu. Wajar, karena memang pulau yg sesuatu ini belum begitu terkenal seperti layaknya pulau-pulau di Kepulauan Seribu. Nah, maka dari itu, marilah kami mencoba putar kompas traveling ke pulau yg ada di Selat Sunda ini.

Cukup beberapa hari sesuatu malam saja bagi menikmati keindahan pulau ini untuk traveler yg tak mempunyai waktu berlibur cukup banyak. Kita mampu akan di Sabtu pagi kemudian kembali Minggu siang.

Untuk menuju Pulau Sangiang cukuplah mudah. Dari Simpang Cilegon, kami dapat naik angkot yg arah Anyer kemudian turun di Pelabuhan Paku. Ongkosnya hanya 15 ribu Rupiah saja buat perjalanan sekitar 40 menit.

Setelah itu kami mulai menyeberang ke Pulau Sangiang dari Pelabuhan Paku, Anyer. Tetapi terlebih lalu harus meminta izin ke TNI AL yg kantornya ada di depan dermaga. Tidak rumit, cukup gampang dan sederhana.

Setelah berlayar sekitar 1,5 jam dari Pelabuhan Paku, Anyer, kalian mampu segera menuju ke Lagoon Bajo. Salah sesuatu spot snorkeling yg ada di Sangiang. Underwater di Lagoon Bajo cukup bagus, masih alami dan belum ada yg rusak.

Semoga para traveler yg ke sana dapat menolong menjaganya. Ikannya juga cukup banyak dan besar-besar dengan air yg bening. Setelah puas snorkeling di Lagoon Bajo, kalian melanjutkan perjalanan ke spot snorkling selanjutnya, merupakan Lagoon Waru. Kondisi Lagoon Waru sama dengan Lagoon Bajo.

Puas snorkeling ria perut terasa lapar. Kita kembali melanjutkan perjalanan bagi ke homestay. Sampai di homestay setelah bersih-bersih kemudian dilanjutkan dengan makan siang. Setelah istirahat sebentar menunggu matahari agak bersahabat, kalian melanjutkan bagi mengeksplore Pulau Sangiang lebih dalam.

Ya, yg pertama mulai dituju adalah Gua Kelelawar. Sebuah gua eksotis yg mempunyai lubang yg mana lubangnya segera menembus ke lautan. Untuk menuju ke sana kami terlebih dulu harus trekking sekitar 30 menit, melewati hutan.

Di gua itu banyak sekali hidup kelelawar. Makanya disebut Gua Kelelawar. Apabila sedang beruntung, kami pun dapat menjumpai hiu putih yg menepi bagi makan. Tentu saja makan kelelawar pastinya. Makanya, diharapkan agar tak terlalu dekat dengan pintu gua karena selain adanya hiu dan kelelawar, deburan ombaknya juga sangat keras.

Puas menikmati Gua Kelelawar, kalian melanjutkan trekking ke Puncak Begal. Sebuah spot yg digunakan buat menunggu matahari tenggelam. Cukup indah pemandangan dari Puncak Begal. Saat kami mengarahkan pandangan ke bawah, di sana kelihatan Gua Saung Cucut.

Untuk menuju ke sana harus turun melalui tangga yg sudah disediakan di tebing. Sekilas Gua Saung Cucut mirip dengan Gua Kelelawar. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Puncak Harapan.

Spot favorit menunggu sunset. Dan memang, matahari terbenam di spot ini memang begitu mengagumkan. Berpadu dengan debur ombak juga teriakan kelelawar yg akan meninggalkan sarang. Sungguh pesonanya begitu menghipnotis.

Setelah matahari turun, kamipun pulang menuju homestay. Perjalanan pulang melewati Pantai Pasir Panjang. Tentu saja, sayang sekali kalau disia-siakan. Setelah memesan kelapa muda, kita kemudian bersantai di pasir putih yg menghampar. Ada juga yg bermain-main air.

Tak lama kemudian mendadak muncul kawanan kelelawar membentuk barisan rapi, terbang beraturan meliuk-liuk seperti aliran air disungai. Kelelawar saja dapat rapi dan disiplin begitu dalam barisannya.

Malam menjelang, kalian harus langsung kembali ke homestay bagi bersih-bersih dan tidur. Morning call, pagi setelah salat subuh kita bergegas trekking menuju Puncak Arjuna buat menunggu matahari terbit.

Tapi kalian kecewa, matahari nampaknya enggan menampakan diri pagi itu. Tapi tidak apa, kita segera menuju ke Pantai Pasir Panjang lagi. Dan kalian temukan spot di mana ada dua hammock yg tergantung di antara tanaman bakau pinggir pantai.

Ditemani gorengan dan kopi yg dibeli di warung dekat pantai, kita bergelantungan di hammock menikmati deru ombak dan kicau burung. Lupa telah beban hidup ini. Damai sekali terasa.

Selanjutnya setelah sarapan di homestay, kita menetapkan bagi kembali snorkling. Tujuan awalnya adalah Mata Sutha. Tapi entah kenapa pemandu kita menetapkan mengajak kita ke Rawa Kedondong.

Dan betapa senangnya kita begitu sampai di Rawa Kedondong. Spot ini sepi sekali. Cuma ada rombongan kita saja, jadi seperti berasa di pulau pribadi. Memang menurut informasi, spot ini masih termasuk spot tersembunyi, jadi jarang wisatawan yg berkunjung kesitu.

Semoga selanjutnya, para traveler yg mengunjunginya dapat menjaga kelestarian spot itu. Di Rawa Kedondong, selain snorkeling kalian juga spearfishing. Banyak jenis ikan di sini. Besar-besar pula. Kerapu macan yg menjadi incaran kami.

Hari telah siang, karena air di dermaga cepat surutnya, yg menyebabkan kapal sulit merapat, maka kalian harus buru-buru. Setelah beres-beres dan makan siang, kalian berpamitan kepada pemilik homestay bagi kembali ke Jakarta. Begitulah trip singkat 2D1N di Pulau Sangiang, salah sesuatu pulau di ujung Barat Tanah Pasundan.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/07/27/105500/3260414/1025/seperti-ini-serunya-petualangan-2-hari-di-pulau-sangiang
Terima kasih sudah membaca berita Seperti Ini Serunya Petualangan 2 Hari di Pulau Sangiang. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Seperti Ini Serunya Petualangan 2 Hari Di Pulau Sangiang"