Sensasi Musim Panas Beograd

No comment 126 views

Berikut artikel Sensasi Musim Panas Beograd, Semoga bermanfaat

KOTA Beograd launching sensasi musim panas. Dari Danau Ciganlija hingga tepian Sungai Sava, perempuan-perempuan berkulit putih dan tubuh berisi mengenakan kaus singlet berlalu-lalang.

Benteng tua Kelemegdan dan gereja ortodoks Saint Sava melengkapi paduan eksotisme itu dengan lanskap kultur yg pekat.

Liburan di Beograd, Serbia, mulai terasa lengkap seandainya menghirup kedekatan persahabatan beberapa pemimpin Gerakan Non Blok Josip Broz Tito dan Soekarno di Museum Tito. Beograd dengan jumlah populasi 1,6 juta jiwa, terletak pada rapat antara Sungai Sava dan Danube, memiliki luas wilayah 359,96 kilometer persegi.

Menjajal wilayah luas dengan obyek wisata budaya beragam dan menakjubkan tentu membutuhkan waktu panjang. Beograd dikenal sebagai tempat lahir budaya prasejarah terbesar Eropa, merupakan kebudayaan Vin?a. Ini kota tua yg konon sudah ada sebelum tahun masehi.

Karena itu, Duta Besar Indonesia bagi Serbia dan Montenegro James Harry Kandou yg menemani rombongan kita menawarkan sejumlah lokasi favorit turis agar waktu tiga hari di Beograd optimal buat pelesir.

Suhu udara Beograd mencapai 32 derajat celsius di musim panas saat kita berada di sana pertengahan Juli lalu. Dari Indonesia perjalanan ke Beograd sekitar 15 jam dengan sekali transit di Doha.

KOMPAS/JEAN RIZAL LAYUCK Taman Gereja Ortodoks Saint Sava di Beograd.

Sejarah dan pesta

Beograd menjadi ibu kota Yugoslavia antara tahun 1918 hingga 2003. Serbia adalah bagian dari negara Yugoslavia yg kemudian pecah menjadi enam negara merdeka, merupakan Macedonia, Serbia, Montenegro, Bosnia-Herzegovina, dan Kroasia.

Tahun 1999, NATO mengebom Serbia dan bangunannya yg rusak masih kelihatan di pusat kota Beograd. Bangunan rusak dengan reruntuhan batu bata di gedung bertingkat sengaja tak diperbaiki. Dan, itu menjadi kenangan kota yg memang kerap terlibat konflik peperangan.

Dari balik kaca bus perjalanan dari Bandara Nikola Tesla ke penginapan di kawasan Bulevar Beograd, kita menyaksikan panorama indah Sungai Sava dan Danube yg membelah kota. Dua sungai itu adalah urat nadi buat Eropa, menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar di ”Benua Biru” akan dari Jerman, Romania, sampai Laut Hitam.

Setiap hari kapal pengangkut barang hilir mudik di sungai tersebut. Kapal wisatawan juga tidak henti mengalir, menikmati pesona alam dari Eropa Tengah hingga kawasan Balkan.

Malam hari kapal-kapal menjadi tempat dugem mengapung. Musik mengentak dari tengah sungai dengan memancarkan lampu warna-warni. Mereka pun larut dalam pesta malam.

Sabtu malam waktu spesial buat menyaksikan atmosfer pesta di mana-mana di kota Beograd. Hotel tempat kita menginap juga menggelar pesta wine. Gadis-gadis cantik Beograd di beranda hotel menawarkan wine dengan ramah.

Rambut mereka hitam bertubuh padat, bertinggi sedang mirip Ana Ivanovic, petenis dunia yang berasal Serbia. Para tamu cukup memberi uang jaminan gelas 1.000 dinar Serbia atau Rp 150.000 buat mencicipi belasan macam wine Serbia.

KOMPAS/JEAN RIZAL LAYUCK Jembatan Benteng tua Kelemegdan

Pesta adalah bagian dari kehidupan hidup masyarakat Beograd. Beberapa tahun lalu, Beograd masuk kota peringkat tertinggi di dunia sebagai tempat pesta oleh Lonely Planet.

Beograd adalah kota masa depan Eropa setelah kota itu memenangkan ”City of the Future” dalam kontes diadakan oleh The Economist/FDI Magazine. ”Beograd adalah Eropa sesungguhnya,” ujar James Kandou.

Benteng Kelemegdan

Mengunjungi Kelemegdan menjadi prioritas kunjungan kita di Beograd. Bangunan benteng tua itu tampak kokoh di selatan kota Beograd. Untuk masuk ke Kelemegdan setiap pengunjung dewasa membayar 100 dinar Serbia atau Rp 15.000, sedangkan anak-anak 80 dinar Serbia.

Kelemegdan adalah taman paling populer di kalangan warga di sana, konon dibangun abad ke-3 sebelum masehi oleh bangsa Celtic.

Pohon besar yg teduh dan jalan setapak di dalamnya, bangku-bangku di bawah pohon hingga air mancur yg indah serta patung-patung dengan arsitektur mammot bersejarah memberi kenyamanan pengunjung.

Sisi kanan Kelemegdan dijadikan kebun binatang yg mampu dinikmati para tamu.

Taman ini dikenal dengan nama Turki Kalemegdan berasal dari kata ”kale” artinya perang dan ”megdan” artinya medan atau tempat. Bagian tertua kota ini menempati wilayah menghadap titik temu Sungai Sava dan Danube. Di sana ada reruntuhan benteng kuno.

KOMPAS/JEAN RIZAL LAYUCK Lorong benteng tua Kelemegdan di Beograd.

Ketika perut lapar kami bisa singgah sejenak di sebuah bangunan menjorok ke dalam yg dua waktu dulu diubah menjadi restoran. Di sana kalian menikmati makanan khas Serbia, Pljeskavica, mirip hamburger, sekaligus menyaksikan panorama indah Sungai Danube dari kejauhan.

Besok harinya kalian melanjutkan perjalanan ke Katedral Saint Sava adalah gereja Ortodoks terletak di wilayah Vra?ar Plateau, Beograd. Saint Sava, gereja ortodoks terbesar di dunia mampu menampung 10.000 umat sambil berdiri.

Bangunan gaya Eropa yg megah dengan sejumlah tiang dilapisi marmer dengan taman bunga yg luasnya hampir 1 hektar Saint Sava menjadi ikon kota Beograd. Keagungan Saint Sava disejajarkan Angkor Wat di Kamboja ataupun Candi Borobudur di Indonesia.

Makam Tito

Perjalanan dari Saint Sava menuju makam Josip Broz Tito sekitar 20 menit. Makam mantan presiden Yugoslavia disebut ”House of Flowers” terletak di Museum 25 May (museum revolusi) di kawasan Bulevar, Beograd, berjarak 100 meter dari Gedung Kedutaan Indonesia di Serbia.

Tito yg berasal etnis Kroasia adalah tokoh pemersatu Yugoslavia, meninggal 4 Mei 1980 pada usia 88 tahun. Prosesi pemakaman Tito dihadiri tamu dari 128 negara.

Taman bunga yg lapang dengan rumput hijau di kedua sisi jalan menuju ke lokasi makam menjadi daya tarik pengunjung. Di halaman depan kami bisa segera melihat patung Tito mengenakan baju kebesaran perang dengan kepala tertunduk.

KOMPAS/JEAN RIZAL LAYUCK Bagian depan Benteng tua Kelemegdan di Beograd.

Dalam gedung lokasi makam Tito mampu disaksikan koleksi ratusan hadiah dari rakyat ketika perayaan ulang tahun sang presiden pada 7 Mei. Hadiah dari rakyat beragam dan bervariasi dalam bentuk kerajinan tangan.

Di Museum 25 May berada di sisi kiri makam Tito, bisa disaksikan koleksi hadiah kepala negara dan raja dari belahan dunia bagi Tito.

Presiden Indonesia Soekarno memberi hadiah cukup banyak kepada Tito, akan dari keris, patung garuda hingga sendok dan garpu terbuat dari perak sebanyak 180 buah. Sendok dan garpu dari perak Yogyakarta dibawa sendiri oleh Soekarno ketika berkunjung ke Beograd tahun 1956.

Tak cuma hadiah dari Soekarno, Jenderal Abdul Haris Nasution juga pernah memberi hadiah Mandau yang berasal Kalimantan kepada Tito.

Tito dan Soekarno beberapa tokoh utama dunia di era perang dunia Barat-Timur yg mengambil jalan tengah mendirikan Gerakan Non Blok bersama Jawaharlal Nehru (India), Gamal Abdel Nasser (Mesir), dan Kwame Nkrumah (Ghana).

Romantisme pertemanan Soekarno dan Tito bisa dilihat dalam hubungan surat menyurat selama 10 tahun. Tak jarang Soekarno membalas surat Tito dengan tulisan tangan indah. Dokumentasi surat menyurat lebih belasan kali disimpan dengan rapi di Badan Arsip Yugoslavia.

KOMPAS/JEAN RIZAL LAYUCK Lukisan di langit gedung gereja Saint Sava, Beograd, setinggi 70 meter.

Hubungan mesra Soekarno dan Tito itu menjadikan Indonesia sangat dikenal di Serbia. Kepala Badan Arsip Yugoslavia Miladin Milosevic ketika menerima rombongan kita bersama Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey di kantornya, Vase Pelagica, Beograd menyebut Indonesia adalah saudara dekat.

Milosevic menyebut Soekarno berkali-kali mengunjungi Beograd dekade tahun 1956 hingga pelaksanaan KTT Non blok tahun 1961. Surat-surat Soekarno dan Tito cukup banyak.

Kedekatan hubungan itu menjadikan Indonesia mendapat keistimewaan lahan saat membangun kantor Kedutaan Besar di Beograd. Kantor Kedubes RI terletak di jalan protokol Bulevar Kneza Aleksandra, sekitar 100 meter dari makam Tito. (Jean Rizal Layuck)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 10 September 2016, di halaman 23 dengan judul “Sensasi Musim Panas Beograd”.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/09/14/081200927/sensasi.musim.panas.beograd
Terima kasih sudah membaca berita Sensasi Musim Panas Beograd. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Sensasi Musim Panas Beograd"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.