Semarang Tawang, Stasiun Tua Sarat Sejarah

No comment 98 views

Berikut artikel Semarang Tawang, Stasiun Tua Sarat Sejarah, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Traveler yg pernah berkunjung ke Semarang naik kereta api via jalur, utara Jawa maka tentu mengenal Stasiun Semarang Tawang. Stasiun tua yg sarat sejarah.

Semua kereta penumpang yg melintasi jalur utara, baik kelas eksekutif, bisnis, maupun ekonomi berhenti atau sekedar melewati stasiun ini. Stasiun yg berada di Tanjung Mas, Semarang Utara, Kota Semarang ini ternyata menyimpan banyak sejarah tentang perkeretaapian Indonesia.

Stasiun ini didirikan oleh perusahaan kereta api swasta Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) dan dirancang oleh seorang arsitek Belanda Mr Sloth Blauwboer. Setelah rancangan disetujui, upacara peletakan batu pertama pembangunan dimulai pada 29 April 1911.

Tiga tahun kemudian stasiun baru NISM selesai dan diresmikan pada 1 Juni 1914. Sesuai nama wilayahnya, stasiun tersebut dinamakan Stasiun (Semarang) Tawang NIS. Sejak peresmian itu stasiun lama semarang lebih dikhususkan buat stasiun bongkat muat barang dan Stasiun Tawang cuma melayani kereta api penumpang.

Saat masa kemerdekaan, Stasiun Tawang setidaknya pernah menyelenggarakan perjalanan kereta api luar biasa (KLB) sebanyak beberapa kali. Pertama ialah pada ketika para pemuda dan pekerja kereta api di Semarang Tawang melakukan perjalanan jurusan Bandung buat pertama kalinya. Perjalanan pada 10 September 1945 itu bagi membuktikan kepada para pimpinan Indonesia di kantor pusat Bandung bahwa perkeretaapian di segala Jawa Tengah telah berhasil dikuasai Indonesia.

KLB kedua terjadi pada akhir bulan Oktober 1945, merupakan kedatangan Presiden Soekarno disertai Sekneg Gafar Pringgodigdo di Stasiun Tawang buat perundingan gencatan ‘Pertempuran Lima Hari Semarang’ pada peristiwa pertempuran itu sendiri, awak Stasiun Tawang sigap menolong mengungsikan 15 lokomotif kiriman dari Stasiun Poncol bagi diteruskan menuju Kedungjati.

Selain memiliki cerita sejarah yg menarik bagi diketahui, Stasiun Semarang Tawang memiliki keunikan tersendiri merupakan seandainya umumnya stasiun kereta di Indonesia menggunakan nada Westminster Chime sebagai penanda kedatang kereta, maka tak dengan Stasiun Tawang. Stasiun ini memakai melodi bel pertanda datang-perginya KA terus memakai lagu tradisional khas daerah Semarang yg berjudul “Gambang Semarang”.

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/01/31/134400/3405366/1025/semarang-tawang-stasiun-tua-sarat-sejarah
Terima kasih sudah membaca berita Semarang Tawang, Stasiun Tua Sarat Sejarah. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Semarang Tawang, Stasiun Tua Sarat Sejarah"