Sejarah Perang Di Balik Gubuk Muhlis Eso

No comment 128 views

Berikut artikel Sejarah Perang di Balik Gubuk Muhlis Eso, Semoga bermanfaat

CERITA Perang Dunia II yg dituturkan sang kakek membekas dalam ingatan Muhlis Eso.

Muhlis yg kala itu masih berusia sepuluh tahun tergerak bagi mencari jejak peperangan tentara Amerika Serikat dan Jepang di bumi Moro.

Kini, 26 tahun telah Muhlis berkeliling Pulau Morotai, masuk dan keluar hutan mencari barang peninggalan perang bagi membuktikan cerita kakeknya.

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Rumah gubuk dan gubuk museum Muhlis Eso di Morotai, Maluku Utara.

Satu per sesuatu barang yg dia temukan dikumpulkan dalam museum yg dia bangun di samping rumah gubuknya.

Benda-benda bersejarah bernilai tinggi itu semestinya dapat membuatnya kaya. Tapi, Muhlis memilih hidup penuh keterbatasan demi menyelamatkan sejarah utama dunia di Morotai.

Semangatnya berapi-api saat bertutur tentang Morotai dalam peta Perang Dunia II. Hampir seluruh macam senapan ia hafal, lengkap dengan tahun pembuatan dan penggunanya.

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Muhlis Eso menyusuri tempat persembunyian prajurit Jepang, Teruo Nakamura, di Air Terjun Nakamura di Desa Dehegila, Morotai, Maluku Utara, Minggu (17/7/2016). Tempat ini dinamakan Air Terjun Nakamura sesuai nama prajurit Jepang yg bersembunyi dari tentara Amerika Serikat pada masa Perang Dunia II.

Untuk mencari barang peninggalan perang yg tertimbun tanah, Muhlis cuma memakai besi lot yg ia tusuk-tusukkan ke dalam tanah.

Dari setiap benturan dan bekas goresan di besi, ia langsung tahu benda yg terkubur di dalamnya.

Raut murung tergores di wajah Muhlis tatkala ia menceritakan benda-benda peninggalan perang di Pulau Morotai tiba-tiba diambil dan dihancurkan bagi dilebur.

Pesawat tempur, tank amfibi, dan mobil perang yg masih mampu ia lihat ketika kecil kini cuma tersisa beberapa unit amfibi.

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Botol bekas minuman lemon dan soda tentara Amerika Serikat sisa peninggalan Perang Dunia II di Morotai, Maluku Utara.

Aksi Muhlis ialah upaya kecil membuka Morotai sebagai gerbang Pasifik. Posisi Morotai yg strategis dalam Perang Dunia II menjadikannya sebagai bagian dari strategi lompat katak panglima perang Jenderal Douglas MacArthur buat merebut kembali Filipina dari Jepang. (Lucky Pransiska)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 31 Juli 2016, di halaman 32 dengan judul “Sejarah Perang di Balik Gubuk Muhlis Eso”.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/03/213700827/Sejarah.Perang.di.Balik.Gubuk.Muhlis.Eso
Terima kasih sudah membaca berita Sejarah Perang di Balik Gubuk Muhlis Eso. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Sejarah Perang Di Balik Gubuk Muhlis Eso"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.