Satu Pulau Tidak Terjamah Di Banyuwangi

No comment 144 views

Berikut artikel Satu Pulau Tidak Terjamah di Banyuwangi, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Banyuwangi milik sesuatu pulau kecil yg berada di Selat Bali. Pulau Tabuhan namanya yg tenang, pasir pantainya putih dan dijamin bikin jatuh hati.

Jika berlibur ke Banyuwangi identik dengan pergi ke Pantai Pulau Merah, Kawah Ijen, atau Green Bay, maka kali ini aku mulai menceritakan sedikit tentang pulau kecil berpasir putih yg jauh dari keramaian wisatawan. Pulau Tabuhan namanya berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Banyuwangi, terletak di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.

Berbekal petunjuk dari warga setempat, aku yg ketika itu sedang berlibur dengan keluarga bersemangat mencari pulau ini, maklum kalian tak terlalu suka pergi ke pantai yg ramai wisatawan. Perjalanan dari Surabaya cukup jauh sekitar 290 km atau 8 jam lewat jalur Pantura. Untuk menuju pulau Tabuhan kalian harus berhenti di Pantai Kampe, karena akses yg direkomendasikan cuma lewat pantai tersebut.

Perjalanan menuju pulau ini ternyata juga sangat cantik. Sepanjang jalan sebelum sampai di Pantai Kampe kalian melewati perkebunan kelapa yg dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara XII. Dibalik perkebunan itulah pemberhatian pertama kita berada. Saat datang di tempat tersebut cuma ada tiga keluarga yg sedang snorkling dan bermain. Dari keterangan yg kalian mampu Pantai Kampe dan Pulau Tabuhan terkenal mulai aktivitas snorklingnya, air yg jernih serta ombak yg tak terlalu besar menjadi daya tarik dari pantai dan pulau tersebut.

Saat sampai kalian segera di hampiri oleh nelayan setempat, ‘mau ke Pulau tabuhan ya pak?’ serempak kalian menjawab ya. Dan nelayan pun segera menawarkan perahunya buat digunakan menyebrang. Harga yg dipatok buat pulang pergi dari pulau tersebut sekitar 500 ribu rupiah, namun harga tersebut mampu berubah tergantung waktu kami berkunjung.

Naik ke perahu kita diberi life jacket bagi keamanan, perahu yg disewakan adalah perahu nelayan umumnya yg cuma muat 10 hingga 15 orang . Perjalanan dari pantai Kampe ke Pulau Tabuhan memakan waktu sekitar 15 sampai 30 menit, melewati perangkap-perangkap ikan yg disebar oleh nelayan disana. Usut milik usut saat aku sampai rumah dan browsing tentang pulau Tabuhan, perangkap tersebut adalah tempat penangkaran ikan hiu. Wisatawan yg ingin merasakan sensasi berenang bersama hewan buas ini mampu coba dengan membayar harga yg telah ditentukan oleh pemiliknya.

Sampai di Pulau tersebut kalian segera disambut oleh pasir pantai yg putih, air yg jernih, tumbuhan liar, langit yg biru lengkap dengan awan putih bersih membuat aku segera teringat dengan pemandangan diGili Meno Pulau Lombok. Yang membuat aku paling senang dengan pulau ini tentu saja karena tak ada penduduknya.

Selain itu pantai di pulau ini memiliki ombak yg tak terlalu besar sehingga cocok sekali digunakan bagi berenang santai. Yang kurang dari pulau ini adalah tak ada pohon yg cukup rindang buat berteduh sehingga sehabis liburan kulit kita memerah, terbakar sinar matahari. Imbasnya lagi, banyak sampah yg ditinggal oleh wisatawan.

Pengunjung yg berwisata di Pulau Tabuhan memang dianjurkan bagi membawa makanan pribadi, karena tak ada satupun warung atau penjual makanan disekitar tempat wisata tersebut. Jika ingin makan siang atau ngemil pengunjung bisa membawa makanan dari rumah, tentu saja sampah harus dibawa kembali agar tak mengotori pantai.

Jika ingin melakukan snorkling, pengunjung dapat meminjam alatnya di nelayan-nelayan setempat. Tidak cuma Snorkling, wisatawan yg ingin melihat Sunrise di Pulau Tabuhan mampu menginap dengan cara berkemah, dengan membawa alat kemah punya pribadi tentu saja. Namun dikarenakan waktu dan kurangnya persiapan bagi berkemah aku dan keluarga menetapkan bagi pulang setelah asyik berenang santai dan makan bekal yg telah dibawa.

Satu hal lagi yg menarik dari pulau ini, merupakan pengunjung mampu segera melihat sunrise dan sunset dari jarak yg tak terlalu jauh. Hal ini dikarenakan pulau Tabuhan cuma memiliki luas lahan kurang lebih 500 hektar. Keliling pulau dengan berjalan kaki atau joging ringan sangat sangat aku anjurkan, tapi hati-hati dengan karang-karang kecil yg banyak bertebaran di bibir pantai.

Jika aku disuruh merekomnedasikan pantai perawan yg sangat cantik dengan harga dan akomodasi yg gampang juga murah Pulau Tabuhan dapat jadi destinasi yg harus dipertimbangkan. Selamat berlibur!

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/02/21/102600/3424145/1025/satu-pulau-tidak-terjamah-di-banyuwangi
Terima kasih sudah membaca berita Satu Pulau Tidak Terjamah di Banyuwangi. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Satu Pulau Tidak Terjamah Di Banyuwangi"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.