Santap Malam Di Bekas Gudang Rempah Batavia

No comment 42 views

Berikut artikel Santap Malam di Bekas Gudang Rempah Batavia, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com – Alunan lagu dengan lirik berbahasa Belanda yg dinamis memenuhi ruang bekas gudang rempah-rempah yg kini menjadi Museum Bahari, Jakarta. Lagu berjudul Geef Mij Maar Nasi Goreng karya Louisa Johanna Theodora “Wieteke” van Dort seakan menyihir ruang makan menjadi lebih hidup.

“Jadi kayak noni-noni Belanda yg makan malam,” kata seorang anggota Komunitas Jelajah Budaya yg hadir.

BACA: Kapan Museum Kerajaan Samudera Pasai Bisa Dikunjungi Wisatawan?

Makan malam pada Sabtu (18/3/2017) tersebut memang istimewa, bukan cuma suasana melainkan juga ruang dan cara makan Komunitas Jelajah Budaya yg tidak biasa. Peserta makan malam di Museum Bahari Jakarta, yg yaitu bekas gudang rempah-rempah Batavia dengan cara makan rijsttafel.

“Sebelumnya kalian pernah mengadakan rijsttafel di Museum Bank Mandiri. Sekarang kalian berganti suasana ke Museum Bahari,” kata pelopor Komunitas Jelajah Budaya, Kartum Setiawan.

Kompas.com/Silvita Agmasari Museum Bahari Jakarta.

Ia menjelaskan kepada para peserta yg hadir, bahwa makan malam ala rijsttafel adalah cara makan ala Belanda yg terinspirasi dari cara makan keraton di Jawa.

“Pada abad ke-18 rijsttafel ini buat makan siang, kemudian pada abad ke-20 berubah bagi makan malam,” kata Kartum.

Tak lama ia menjelaskan, datanglah tujuh orang yg masing-masing berseragam beskap warna putih dan membawa piring berisi nasi serta lauk pauk. Mereka memutari meja para peserta dan berhenti agar peserta mampu mengambil lauk yg diinginkan.

“Rijsttafel biasanya sampai ada 20 orang yg menyajikan. Ini cuma tujuh, harap maklum,” kata Kartum.

BACA: Hangatnya Racikan Kopi Berpadu Rempah

Hidangan rijsttafel sendiri sebenarnya tidak ada yg istimewa. Isi dari nampan-nampan tersebut adalah hidangan sehari-hari seperti ayam goreng, perkedel, sambal goreng ati, dan lalap. Namun kata Kartum, zaman penjajahan dahulu makanan tersebut termasuk mewah dan cuma mampu dinikmati oleh kalangan atas. Termasuk cara makan ala rijsttafel.

Kompas.com/Silvita Agmasari Santap malam ala rijsttafel di Museum Bahari, Jakarta.

Ruang bersantap malam adalah restoran di Museum Bahari yg lalu berfungsi sebagai gudang rempah-rempah. Dengan lampu kuning temaram, pilar kayu jati asli, serta meja makan ala Betawi, semakin tidak mengurangi atmosfer kuno tempat ini.

BACA: Hanya Dua Hari, Koki dari Italia Hadirkan Kuliner Otentik di Jakarta

Di hari biasa, restoran di Museum Bahari tidak buka sampai malam atau melayani hidangan ala rijsttafel. Sehingga makan malam ini dapat dibilang momen langka. Komunitas Jelajah Budaya sendiri terbilang rutin menyelenggarakan acara serupa, meskipun dengan tema berbeda.

Untuk ikut serta dalam tur jelajah bekas gudang rempah-rempah Kota Tua dan santap malam ala rijstaffel, para peserta dikenakan harga Rp 185.000. Sangat setimpal dengan pengalaman yg didapat.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2017/03/19/120500227/santap.malam.di.bekas.gudang.rempah.batavia
Terima kasih sudah membaca berita Santap Malam di Bekas Gudang Rempah Batavia. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Santap Malam Di Bekas Gudang Rempah Batavia"