Sambut Wisatawan, Derawan Terus Membangun Penginapan

No comment 99 views

Berikut artikel Sambut Wisatawan, Derawan Terus Membangun Penginapan, Semoga bermanfaat

DERAWAN, KOMAS.com – Warga Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, selalu saja menyambut wisatawan. Penginapan pun semakin banyak bertambah di sana.

“Sepengelihatan aku ada 6 pembangunan penginapan baru di tahun ini. Ada juga yg menjorok ke laut,” kata Basri, seorang warga Derawan, Sabtu (17/9/2016). Basri adalah bekas pegawai di kantor kepala kampung Derawan.

Wisatawan ke Derawan memang selalu bertumbuh. Dinas Pariwisata dan Budaya Berau mencatat 5.130 wisatawan lokal dan 190 wisatawan mancanegara menginap di Derawan sepanjang 2016 ini.

Tak heran pembangunan penginapan semakin banyak. Setidaknya ada 30 penginapan maupun kelas losmen yg bercokol di sana. Kebanyakan dikelola sendiri oleh warga, dua dikelola investor dari luar Derawan.

Fasilitas di sana lumayan baik. Kamar ada yg pakai AC. Tak sedikit yg memakai kipas angin. Padahal, tanpa AC, ruang inap rasanya begitu panas. Harga per kamar ada yg Rp 300.000 hingga Rp 1 juta-an per malam.

“Orang bule banyak yg suka dengan kipas angin,” kata Agus Setiyono, warga Derawan dari Solo, Jawa Tengah.

BARRY KUSUMA Pulau Derawan di Kalimantan Timur.

Aktivitas pecinta alam dan bawah air membuatnya memilih tinggal di Derawan akan tahun 1989. Ia mendirikan losmen Danakan pada 1996. “Sebagai orang pertama-tama yg mendirikan penginapan di kampung ini jadi mengikuti seluruh perkembangan pembangunan Derawan,” katanya.

“Saya menyewakan kamar dari ketika masih harga awal Rp 7.500 per kamar hingga sekarang Rp 300.000 pakai AC,” sambung Agus.

Menurut Basri, penginapan berkembang cepat menjelang PON 2008. Derawan dan Tanjung Batu menjadi lokasi pertandingan bola voli pantai dan pertandingan layar. Rumah-rumah warga disewa bagi atlet dan official.

Waktu itu, lanjut Basri, 100 rumah disewa sebagai homestay. Bila sekarang, rata-rata kamar rumah di sana Rp 150.000 – Rp 200.000 per malam, tergantung fasilitas. “Sekarang setelah pembenahan sana sini (homestay) belum banyak berkurang,” kata Basri.

Cemas Dampak Maratua

Tersirat cemas pada dampak perkembangan Maratua di hati dua warga Derawan bila bandara udara jadi dibuka di Maratua. Disparbud Berau mencatat 139 wisman dan 656 wisatawan lokal menginap di Maratua sepanjang 2016 ini.

BARRY KUSUMA Pulau Maratua di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Sementara 265 wisatawan cuma berkunjung sejenak ke sana dulu pergi, kembali ke Tanjung Batu atau Derawan. Imbasnya, dua warga Derawan khawatir pulau itu cuma menjadi tempat persinggahan saja atau tak sama sekali suatu ketika nanti.

Jumlah wisatawan pun bakal berkurang drastis yg berimbas pada menurunnya penghasilan penginapan-penginapan yg jadi andalan mereka. “Kami perkirakan mulai terjadi tiga atau lima tahun mendatang,” kata Basri.

“Kenapa bandara tak di Tanjung Batu. Luasnya Tanjung Batu seperti itu, kok malah pilih membangun di Maratua,” kata Basri.

Tanjung Batu adalah salah sesuatu kampung di kecamatan Pulau Derawan menjadi satu-satunya daerah transit menuju obyek wisata Pulau Derawan dan pulau-pulau yang lain di sekitarnya, seperti Maratua, Sangalaki, Kakaban, dan Bakungan dan lain-lain. Penginapan tentu sayang sudah dikembangkan tetapi terancam terbengkalai. “Dampak yg pasti mulai terjadi. Hanya tinggal menunggu saja,” kata Agus.

Agus mengatakan, mesti ada sentuhan pemerintah agar seluruh terbenahi dengan baik. Derawan mampu tersisih lama kelamaan. Potensi bawah lautnya mampu jadi cuma kenangan suatu waktu nanti.

Belum lagi sejumlah tantangan Derawan adalah sampah kiriman dari darat, pengelolaan sampah dan limbah di Derawan sendiri yg belum maksimal. Termasuk kreatifitas dan UKM warga dalam menyambut wisatawan.

KOMPAS/LUKAS ADI PRASETYA Pulau Derawan, pulau andalan pariwisata Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menyajikan pemandangan bawah air dan atas air yg memesona, Minggu (7/12/2014).

Abrasi juga jadi ancaman luar biasa untuk Derawan. Agus pernah menghitung luas pulau ini yg memiliki panjang 3 km dan lebar 1,5 km di 1990-an.

“Sekarang, mampu telah terkikis 30 meter ke dalam di sekeliling pulau ini. Bisa dilihat dari berapa banyak kelapa yg telah tumbang,” katanya.

Semua menjadi tantangan bila ingin Derawan jadi salah sesuatu unggulan pariwisata Berau. “Harus ada sentuhan pemerintah. Lihat penginapan-penginapan semakin banyak. Perlu pengaturan dari pemerintah,” kata Agus.

*****

Ingin merasakan cantiknya alam dan budaya Yogyakarta? Ikuti kuis “Take Me Anywhere 2” yg diadakan KompasTravel bersama Oppo. Cukup klik link berikut bagi mengikuti kuis tersebut: Mau Liburan Gratis di Yogyakarta? Ikuti Kuis “Take Me Anywhere 2”

Pemenang mulai mendapatkan kesempatan liburan gratis yg seru ke Yogyakarta selama tiga hari beberapa malam. Hadiah telah termasuk tiket pesawat, transportasi lokal, hotel, konsumsi, dan beragam aktivitas seru selama di Yogyakarta.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/09/18/192200927/sambut.wisatawan.derawan.terus.membangun.penginapan
Terima kasih sudah membaca berita Sambut Wisatawan, Derawan Terus Membangun Penginapan. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Sambut Wisatawan, Derawan Terus Membangun Penginapan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.