Sambut Ramadan Dengan Kisah 2 Masjid Di Kutub Utara

No comment 109 views

Berikut artikel Sambut Ramadan dengan Kisah 2 Masjid di Kutub Utara, Semoga bermanfaat

Inuvik – Hari ini, umat Islam di segala dunia akan menjalankan ibadah puasa Ramadan, termasuk yg tinggal di Kutub Utara. Bahkan mereka milik masjid di sana.

Ada beberapa masjid di belahan utara Bumi yg dekat dengan Kutub Utara, yakni Masjid The Midnight Sun Mosque dan Nurd Kamal Mosque. Bagaimana rupanya?

Silakan cari di internet yg mengulas masjid-masjid di ujung dunia. Di belahan Bumi bagian utara, setidaknya terdapat beberapa masjid yg ada di beberapa negara, Kanada dan Rusia bernama The Midnight Sun Mosque dan Nurd Kamal Mosque.

Dihimpun detikTravel dari berbagai sumber seperti AFP dan Reuters, Senin (6/6/2016) beginilah penampakan dan sejarah pembangunan rumah-rumah Allah di utara Bumi:

1. Nurd Kamal Mosque, Rusia


Nurd Kamal Mosque (kanan) tampak dari kejauhan (Reuters)

Kita akan dari Nurd Kamal Mosque yg berada di Kota Norilsk, bagian paling utara Rusia. Untuk menuju ke sana, harus naik pesawat penerbangan domestik dari Moskow dengan waktu tempuh 3 jam lebih. Norilsk pun yaitu salah sesuatu kota di Rusia yg masuk dalam Lingkaran Arktik, dekat dengan kutub utara.

Penduduk yg tinggal di sana mencapai 200.000 jiwa lebih dan kebanyakan berprofesi sebagai pekerja tambang. Kotanya sendiri akan ditempati penduduk sekitar tahun 1930-an. Maka tidak heran, banyak pabrik-pabrik yg menjulang tinggi.

Sekitar 50 ribu penduduknya memeluk agama Islam. Mereka yaitu pendatang yg berasal dari Azerbaijan, atau negara-negara Asia Tengah pecahan Uni Soviet. Pada tahun 1998, umat Muslim di sana buat pertama kalinya memiliki masjid bernama Nurd Kamal Mosque.


Nurd Kamal Mosque dibanding bangunan-bangunan yang lain di sana (Reuters)

Nurd Kamal Mosque dibangun oleh Mukhtad Bekmeyev yg berasal dari Suku Tartar. Masjidnya begitu indah dan kelihatan mencolok dari bangunan yg lain. Dindingnya berwarna hijau, dengan kubah yg dilapisi warna emas. Di dekatnya, menjulang menara yg tampilan warnanya sama dengan masjidnya.

Nurd Kamal Mosque memiliki tiga lantai, yg juga menjadi semacam Islamic Center. Saat malam hari, umat Muslim setempat mulai tiba ke masjid walau demi menembus badai salju dan suhu yg ekstrem demi membaca Al Quran dan mendengarkan ceramah.


Menembus badai salju demi tiba ke masjid (Reuters)

Asal tahu saja, suhu di Kota Norilsk dapat mencapai suhu minus 50 derajat Celcius. Dalam setahun, faktanya Kota Norilsk bakal dihalangi salju selama 250 sampai 270 hari. Serta, badai salju mencapai 110 sampai 130 hari.

Belum lagi ketika bulan Ramadan, umat Muslim di sana berpuasa selama 20 jam karena matahari begitu lama berada di langit. Tapi hal tersebut tak menyurutkan mereka buat berpuasa dan beribadah, termasuk bagi tiba ke masjidnya.

2. The Midnight Sun Mosque, Kanada


The Midnight Sun Mosque yg dijuluki masjid paling utara di dunia (AFP)

The Midnight Sun Mosque di Kota Inuvik, Kanada memang tak sedingin Nurd Kamal Mosque. Suhu paling dingin di Kota Inuvik paling ekstrem mencapai angka minus 40 derajat Celcius. Namun The Midnight Sun Mosque posisinya lebih dekat ke Kutub Utara dan dijuluki ‘the most northerly mosque’.

Kota Inuvik masuk dalam kawasan Northwest Territories yg berada di sebelah utara Kanada. Karena masuk dalam lingkar Artik dan dekat dengan Kutub Utara, Inuvik pun memiliki fenomena alam yg unik.

Saat musim panas matahari mampu kelihatan selama 24 jam, yg dijuluki Midnight Sun. Sebaliknya, ketika musim dingin tiba, matahari tak mulai pernah tampak di sana. Selain itu, hampir sepanjang tahun kotanya terus tertutup oleh salju.

Kota Inuvik memiliki penduduk sebanyak sekitar 3.500 jiwa. Kehidupan di sana pun, sama saja dengan di kota-kota yang lain di dunia. Ada yg bekerja ke kantor, berprofesi sebagai nelayan, polisi dan anak-anak kecil berangkat ke sekolah setiap hari.

Dari ribuan penduduk, jumlah masyarakat Muslim di sana cuma sekitar 100 orang saja. Mereka pun kebanyakan adalah para imigran yg berasal dari Mesir, Siberia dan Sudan yg tiba buat bekerja.

Tahun 2010 menjadi tahun bersejarah untuk umat Muslim setempat karena pertama kalinya mereka memiliki masjid yg bernama bernama The Midnight Sun Mosque. Dinding dan atapnya terbuat dari seng tebal dan bagian atasnya berupa limas berwarna hijau. Di depanya, terdapat hiasan menara yg menjulang tinggi dan bercahaya ketika malam hari.


Umat Muslim di Inuvik yg sedang beribadah (AFP)

Menariknya, masjid tersebut tak dibangun di Kota Inuvik melainkan dikirim dari Kota Winnipeg yg berjarak 4.500 km. Cukup sulit membangun masjid di Kota Inuvik karena biayanya sangat besar dan belum lagi kendala cuaca. Maka masjidnya dibangun di Kota Winnipeg yg kemudian diangkut dengan helikopter.

Masjid tersebut yaitu hadiah dari Zubaidah Tallab Foundation. Suatu organisasi perkumpulan Muslim Kanada di Kota Winnipeg yg didirikan tahun 2007. Organisasi non-profit yg bertujuan buat menolong kebutuhan dan mempererat hubungan umat Muslim di Kanada.

The Midnight Sun Mosque milik luas 144 meter persegi. Di masjid inilah, umat Muslim setempat bisa beribadah, bersilaturahmi dan membaca Al Quran bersama-sama. Berbeda dengan masjid-masjid pada umumnya yg memiliki kaligrafi-kaligrafi besar, The Midnight Sun Mosque bak rumah besar tanpa kubah dan tanpa hiasan kaligrafi. Hanya menara bulan dan bintang saja yg menandakan ciri khas suatu masjid.

Baik di The Midnight Sun Mosque dan di Nurd Kamal Mosque, Rusia kedua masjid ini terbuka buat umum. Kehidupan harmonis di beberapa kota tempat masjid tersebut berdiri memang telah terjalin dengan baik. Membuat kehangatan untuk umat beragama, di dinginnya suhu dekat Kutub Utara.


Salat jamaah di The Midnight Sun Mosque (AFP)

(fay/fay)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/06/06/041312/3225990/1520/sambut-ramadan-dengan-kisah-2-masjid-di-kutub-utara
Terima kasih sudah membaca berita Sambut Ramadan dengan Kisah 2 Masjid di Kutub Utara. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Sambut Ramadan Dengan Kisah 2 Masjid Di Kutub Utara"