Salah Besar Jika Anda Memotong Puncak Tumpeng!

No comment 149 views

Berikut artikel Salah Besar jika Anda Memotong Puncak Tumpeng!, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com – Selama ini cara mengonsumsi tumpeng yg banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia adalah dengan cara memotong puncaknya terlebih dahulu, baru diberikan kepada orang yg paling dihormati atau disayangi. Prosesi ini bahkan dianggap sangat penting. Bahkan memotong┬átumpeng menjadi acara puncak sebuah perayaan.

Namun, tahukah Anda, ternyata cara memotong puncak tumpeng tersebut salah besar. Hal itu menyalahi arti filosofi dari tumpeng itu sendiri.

“Tumpeng berasal dari Jawa, tetapi terpengaruh pengaruh budaya Hindu India,” kata Murdjati Gardijito, peneliti di pusat studi pangan dan gizi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, kepada KompasTravel, Senin (8/8/2016).

(BACA: Tahukah Anda, Ternyata “Tumpeng” adalah Akronim)

Murdjati menyebutkan bahwa bentuk tumpeng yg kerucut, lebar di bawah dan runcing di atas, sebenarnya adalah representasi dari Gunung Mahameru di India yg dianggap sebagai tempat sakral, tempat bermukimnya para dewa.

“Bagian atas tumpeng terdiri cuma dari sesuatu butir nasi. Itu adalah simbol dari Tuhan yg Maha Esa. Makin ke bawah adalah umat dengan berbagai tingkat kelakuannya. Makin banyak adalah umat yg kelakuannya tak begitu baik, yg sempurna cuma sedikit. Makanya tak boleh dipotong puncaknya,” kata Murdjati.

Sebab, apabila memotong tumpeng dari puncaknya, justru menyalahi filosofi tumpeng yg yaitu representasi hubungan manusia dengan Tuhan. “Kalau dipotong puncaknya berarti memotong hubungan umat dengan Tuhan. Dipotong atasnya juga lauknya tidak kena,” kata Murdjati.

Ia menyampaikan bahwa cara memotong tumpeng sebenarnya terpengaruh oleh budaya Barat, yakni memotong kue. “Kalau kue memang harus dipotong. Tetapi, kalau tumpeng itu makannya harus dikepung, dimakan bersama-sama,” kata Murdjati.

Lalu bagaimana cara makan tumpeng yg benar?

“Bersama-sama, diambil pakai tangan akan dari bawah. Lalu puncaknya selalu turun sampai akhirnya puncak itu menjadi sesuatu dengan dasarnya, yg berarti manunggaling kawulo lan Gusti (Sang Pencipta tempat kembali seluruh makhluk),” ujar Murdjati.

Jika merasa tidak mau makan tumpeng menggunakan tangan, dengan sendok pun tidak apa. Asalkan, tambah Murdjati, makanlah tumpeng dari bagian bawah, jangan lagi memotong bagian puncak tumpeng.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/11/192000227/salah.besar.jika.anda.memotong.puncak.tumpeng.
Terima kasih sudah membaca berita Salah Besar jika Anda Memotong Puncak Tumpeng!. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Salah Besar Jika Anda Memotong Puncak Tumpeng!"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.