Saatnya Kota Yogyakarta Kembangkan Daya Tarik Baru

No comment 72 views

Berikut artikel Saatnya Kota Yogyakarta Kembangkan Daya Tarik Baru, Semoga bermanfaat

SELAMA bertahun-tahun, pariwisata Kota Yogyakarta bergantung pada obyek wisata yg itu-itu saja. Ketika kabupaten sekitarnya berlomba memunculkan destinasi baru, Yogyakarta masih mengandalkan Malioboro, Keraton, Taman Pintar, dan Kebun Binatang Gembira Loka.

Harus diakui, obyek-obyek wisata andalan Kota Yogyakarta memang masih mendatangkan wisatawan dalam jumlah banyak, bahkan meningkat.

Kawasan Malioboro, contohnya, tetap dipadati ribuan pengunjung ketika akhir pekan. Meski trotoar sisi timur Malioboro tidak lagi diperbolehkan sebagai tempat parkir sepeda motor sehingga pengunjung harus berjalan kaki lebih jauh, wisatawan tetap berdatangan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Yogyakarta, jumlah wisatawan yg tiba ke Yogyakarta pada 2015 sebanyak 5.619.231 orang terdiri dari 5.338.352 wisatawan Nusantara dan 230.879 wisatawan mancanegara. Jumlah wisatawan pada 2015 tersebut meningkat sekitar 7 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Namun, seandainya dilihat lebih detail, ternyata ada penurunan jumlah wisatawan di dua obyek wisata. Penurunan antara yang lain terjadi di Keraton Yogyakarta dan sejumlah obyek wisata sekitarnya. Pada 2015, jumlah wisatawan ke Keraton Yogyakarta 601.593 orang atau menurun 31,6 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yg mencapai 880.422 orang.

Penurunan kunjungan wisatawan juga terjadi di Taman Sari, situs yg lalu yaitu taman dan kolam pemandian punya Keraton Yogyakarta.

Tahun lalu, wisatawan yg tiba ke Taman Sari 399.970 orang atau menurun 8,9 persen dibandingkan dengan pada 2014. Fenomena serupa terjadi di Museum Kereta Keraton dan Taman Pintar yg masing-masing turun 35,6 persen dan 6,1 persen.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sudiyanto menilai, paling tak ada beberapa faktor yg menyebabkan jumlah kunjungan wisatawan ke obyek wisata sekitar Keraton Yogyakarta menurun. Faktor pertama terkait akses menuju obyek-obyek wisata tersebut.

Mulai akhir 2014, Pemerintah Kota Yogyakarta mengubah pengaturan dahulu lintas di sekitar Keraton. Sejak ketika itu, bus pariwisata dilarang memasuki wilayah sekitar Keraton Yogyakarta dan dilarang parkir di Alun-alun Utara Yogyakarta buat menjaga kelestarian kawasan cagar budaya itu.

”Larangan itu sebenarnya tak persoalan asalkan ada tempat parkir yang lain yg memadai. Namun, ketika ini cuma ada beberapa tempat parkir sekitar Keraton sehingga tidak cukup bagi menampung seluruh bus pariwisata, terutama ketika musim liburan,” ujar Sudiyanto.

Faktor kedua, yakni berkembangnya berbagai daya tarik wisata baru di DIY. Sejak dua tahun terakhir, muncul obyek-obyek wisata baru di empat kabupaten sekitar Yogyakarta, yakni Gunung Kidul, Kulon Progo, Bantul, dan Sleman.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/15/201400827/Saatnya.Kota.Yogyakarta.Kembangkan.Daya.Tarik.Baru
Terima kasih sudah membaca berita Saatnya Kota Yogyakarta Kembangkan Daya Tarik Baru. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Saatnya Kota Yogyakarta Kembangkan Daya Tarik Baru"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.