Saat Warga Kesurupan Massal Di Ritual Adat Keboan, Banyuwangi

No comment 132 views

Berikut artikel Saat Warga Kesurupan Massal di Ritual Adat Keboan, Banyuwangi, Semoga bermanfaat

Banyuwangi – Banyuwangi milik upacara adat unik setiap memasuki bulan Muharram, yakni ritual Keboan. Banyak warga yg kesurupan massal dan bertingkah laku seperti kerbau.

Setiap memasuki bulan Suro dalam penanggalan Jawa, puluhan warga Dusun Sukodono dan Dusun Krajan, Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi pasti mengalami kesurupan masal. Mereka tiba-tiba mengerang dan berteriak-teriak tanpa sadar. Anehnya, warga dari beberapa dusun ini berperilaku sama, merupakan menyerupai kerbau.

Aksi kesurupan masal warga beberapa dusun ini menjadi hal biasa untuk warga di daerah ini. Karena, kesurupan masal ini yaitu bagian dari ritual adat Keboan yg dikerjakan warga buat menandai datangnya musim tanam padi di desa ini, Minggu (9/10/2016).

Warga yg kesurupan selalu memberontak meminta sesaji. Tangannya mengepal kaku, pandangan matanya tajam. Tidak cuma itu layaknya kerbau, setiap ada tempat berisi kubangan air si kerbau ingin terjun berendam.

“Ini Merupakan ritual adat warga Desa Aliyan sebagai pertanda awal dimulainya musim tanam,” ungkap Suwarno, warga setempat kepada detikTravel.

Pada pelaksanaan ini, kata Suwarno, memang warga terus mengalami kesurupan. Hal ini lantaran setiap pelaksanaanya ada roh leluhur desa yg tiba dan memilih warga bagi masuk ke dalam tubuh mereka.

“Mereka tidak mampu mengelak karena yg memilih mereka adalah roh leluhur yg menyerupai kerbau. Sehingga banyak warga yg kesurupan seperti kerbau,” katanya.

Salah sesuatu warga yg kesurupan roh leluhur (Ardian/detikTravel)Salah sesuatu warga yg kesurupan roh leluhur (Ardian/detikTravel)

Menurut Suwarno, keluarga harus mendampingi agar kerbau itu tidak mengamuk. Karena, sangat berbahaya seandainya kerbau jadi-jadian itu mulai menceburkan segala badan hingga kepalanya tertutup air di kubangan. Tak cukup satu, tetapi tiga orang yg harus mengendalikan kerbau yg akan beringas itu.

“Ya harus dipegangi. Minimal ada 3 orang yg harus ada disamping kerbau. Kalau tak mampu luka-luka nanti setelah sadar,” tambah Suwarno.

Setelah segala warga mengalami kesurupan, ritual dilanjutkan dengan ider bumi berkeliling kampung. Mereka selalu berputar dengan iringan musik gamelan khas yg berada di Balai Desa setempat.

“Di sini mereka meminta do’a dan berkah kepada perangkat desa dan sesepuh adat. Setelah itu arak-arakan kembali dilanjutkan menuju ke sawah buat menebar benih,” ujarnya.

Sementara, dewi sri atau dewi padi yg diwujudkan oleh gadis desa yg juga ikut dalam iringan ider bumi kemudian menebar benih padi tersebut. Ratusan warga yg sudah lama menunggu akhirnya berebut buat mendapatkan bulir padi itu. Konon, warga yakin barang siapa yg mendapat bulir padi yg disebar itu mulai mendapat berkah.

“Ini nanti dicampur dengan benih padi di rumah kemudian ditanam bersamaan. Insya Allah Hasilnya mulai bertambah dan semakin melimpah,” kata Minah.

 Ritual tahunan ini menyebabkan kesurupan massal warga desa (Ardian Fanani/detikTravel) Ritual tahunan ini menyebabkan kesurupan massal warga desa (Ardian Fanani/detikTravel)

(wsw/wsw)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/10/09/161000/3316602/1519/saat-warga-kesurupan-massal-di-ritual-adat-keboan-banyuwangi
Terima kasih sudah membaca berita Saat Warga Kesurupan Massal di Ritual Adat Keboan, Banyuwangi. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Saat Warga Kesurupan Massal Di Ritual Adat Keboan, Banyuwangi"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.