Rumah Tjong A Fie, Nuansa Tionghoa Di Kota Medan

No comment 165 views

Berikut artikel Rumah Tjong A Fie, Nuansa Tionghoa di Kota Medan, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Tionghoa menjadi salah sesuatu bangsa yg menorehkan budayanya di Indonesia. Ini sepenggal Tionghoa yg masih tertinggal di Medan, Rumah Tjong A Fie.

Jika Anda ke Medan, aku rekomendasikan buat mampir ke Rumah Tjong A Fie di Jln. Jend. Ahmad Yani No. 105 Medan. Di sana ada rumah punya Tjong A Fie.

Tjong A Fie adalah seorang pengusaha, bankir dan kapitan yg berasal dari Tiongkok dan sukses membangun bisnis besar dalam bidang perkebunan di Sumatera. Karyawan-karyawannya ada yg ia datangkan segera dari India. Tjong A Fie juga dekat dengan kaum terpandang di Medan, di antaranya Sultan Deli, Makmun Al Rasjid serta pejabat-pejabat kolonial Belanda.

Tjong A Fie Mansion atau lebih dikenal sebagai Rumah Tjong A Fie adalah rumah tinggal yg kemudian dibuka bagi umum. Sebagian besar rumah dijadikan museum yg menyimpan barang-barang punya Tjong A Fie dan keluarga. Rumah beberapa lantai ini memiliki 35 ruangan, dikelola dengan sangat baik oleh keturunannya dan terbuka buat siapa saja yg ingin melihat jejak peradaban Tionghoa di Medan.

Rumah besar yg didirikan Tjong A Fie pada tahun 1900 ini dibangun dengan desain yg sangat cantik, gabungan arsitektur Cina, Melayu dan Art Deco. Di buka pertama kali pada ketika peringatan ulang tahun Tjong A fie yg ke 150 tahun, rumah bersejarah ini kini ditetapkan sebagai salah sesuatu bangunan bersejarah dan yaitu cagar budaya oleh pemerintah Medan.

Ketika masuk ke Rumah Tjong A Fie, kami mulai melihat tiga ruang tamu yg diperuntukan buat tamu dari Eropa, Tionghoa dan Melayu. Ketiga ruangan tersebut mempunyai desain yg berbeda, sesuai dengan kebangsaan tamunya.

Kemudian kalian mulai dibawa oleh pemandu ke ruang tidur Tjong A Fie, ruang makan dan ruangan lainnya yg menyimpan banyak dokumentasi aktifitas Tjong A Fie semasa hidupnya.

Tjong A Fie dikenal juga sebagai orang yg dermawan. Ia memberikan sumbangsih yg cukup besar pada pembangunan kota Medan. Misalnya pembangunan dua tempat ibadah, bank dan berbagai layanan transportasi.

Yang paling membuat aku speechless adalah saat membaca Testament No. 67. Ini adalah surat wasiat Tjong A Fie yg telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, ditulis pada tahun 1920, setahun sebelum ia wafat. Surat ini dipajang di salah sesuatu dinding ruangan.

Menjelang ajalnya Tjong A Fie mewasiatkan buat memberikan segala kekayaanya kepada yayasan Toen Moek Tong. Hal ini dikerjakan buat menolong berbagai bidang kehidupan seperti pendididkan, memberikan santunan kepada yg berkepentingan dan korban bencana alam tanpa membedakan golongan dan bangsanya.

Selain belajar sejarah peradaban Tionghoa di Medan, kalian juga dapat belajar kebesaran jiwa dari Tjong A Fie. Dirinya mempunyai peran besar dalam memberi warna pada budaya Medan.

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/01/26/100800/3403585/1025/rumah-tjong-a-fie-nuansa-tionghoa-di-kota-medan
Terima kasih sudah membaca berita Rumah Tjong A Fie, Nuansa Tionghoa di Kota Medan. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Rumah Tjong A Fie, Nuansa Tionghoa Di Kota Medan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.