Rugi Kalau Tidak Tahu: Tradisi Piknik Ala Orang Lombok

No comment 93 views

Berikut artikel Rugi Kalau Tidak Tahu: Tradisi Piknik Ala Orang Lombok, Semoga bermanfaat

Lombok Tengah – Hidup itu jangan kurang piknik. Kalau tak percaya, belajarlah dari Suku Sasak di Lombok. Mereka bahkan milik tradisi piknik bersama agar hidup bahagia.

Hidup di lokasi tujuan wisata tidak membuat warga penghuninya lupa bagi pergi piknik. Dengan sebutan ‘Madak Madek Mare’, warga Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB milik tradisi pergi piknik berkemah di Pantai Kuta.

Namun, tradisi ini tak banyak yg mengetahui, seperti yg detikTravel lihat, Jumat (21/10/2016). Kegiatan yg dikerjakan Suku Sasak ini berlangsung selama 3 hari berturut-turut.

Pengunjung pantai pun tak perlu heran saat melihat tenda yg berdiri dan terbuat seadanya dari terpal dan anyaman daun kelapa ini. Puluhan tenda berukuran 4×7 meter dan ada yg lebih besar itu digunakan buat bermalam layaknya orang berkemah.

Kemah Suku Sasak di Pantai Kuta (Masaul/detikTravel)Kemah Suku Sasak di Pantai Kuta (Masaul/detikTravel)

Selama di pantai, mereka melakukan aktivitas bernama Madak Empaq, merupakan menangkap ikan. Ini yaitu tradisi turun temurun yg dipercaya telah ada sejak ratusan tahun lalu.

“Ini adalah tradisi nenek moyang kami, dan kalian terus melakukannya setiap tahun. Kami melakukan Madak Madek Mare ini sebanyak tiga kali dalam setahun,” ujar salah sesuatu warga bernama Minah (37).

Minah menambahkan, tradisi piknik tahunan itu terus dikerjakan oleh semua warga Desa Rembitan dan bahkan sesuatu Kecamatan Pujut. Sebagai warisan leluhur kegiatan ini diikuti oleh segala anggota keluarga akan dari anak-anak hingga paling tua.

Bukan cuma itu, alat yg digunakan bagi menangkap ikan pun masih tradisional. Dikatakan salah sesuatu warga lainnya, Agung (39), mereka memakai batang kayu yg ujungnya diikatkan akar-akaran yg memang beracun untuk ikan.

Persiapan memancing bersama (Masaul/detikTravel)Persiapan memancing bersama (Masaul/detikTravel)

“Tradisi ini kita percayai memperlancar rezeki buat masyarakat yg melakukannya. Pagi-pagi ketika fajar tiba, seluruh anak-anak terutama laki-laki dewasa turun ke laut bagi menangkap ikan sebagai lauk selama kemah,” terang Agung.

“Hasil ikannya bila ada lebihan kita jual juga ke pengunjung pantai. Kami jual hasil kerajinan kita juga seperti gelang dan kain tenun,” imbuh dia.

Kegiatan yg dikerjakan selama piknik cuma memperkenalkan laut kepada anak-anak desa ini. Laut yg yaitu ladang pencaharian dan menyimpan berkah di dalamnya harus diketahui semenjak masa kanak-kanak.

“Untuk anak-anak yg berusia 5 hingga 10 tahun kami biarkan bermain dan mengenal laut. Saya cuma meyakini hal itu bisa memperlancar seluruh kegiatan dan rejeki. Pada umumnya, tradisi ini wajib dikerjakan apabila warga menginginkan segala aktivitas sehari-harinya berjalan dengan baik,” ucap Agung.

Tradisi ini sendiri dikerjakan selama tiga kali dalam setahun, merupakan pada bulan Agustus, September dan Oktober. Warga yg melakukan tradisi ini biasanya bekerja sebagai petani.

“Kalau kalian lagi Madak Madek Mare rumah kita tinggalkan saja. Karena memang di rumah tak ada barang yg perlu dikhawatirkan bagi dicuri,” sahut Minah. (fay/fay)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/10/23/095600/3327183/1519/rugi-kalau-tidak-tahu-tradisi-piknik-ala-orang-lombok
Terima kasih sudah membaca berita Rugi Kalau Tidak Tahu: Tradisi Piknik Ala Orang Lombok. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Rugi Kalau Tidak Tahu: Tradisi Piknik Ala Orang Lombok"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.