Ribuan Orang Padati Bromo Menunggu Yadnya Kasada

No comment 87 views

Berikut artikel Ribuan Orang Padati Bromo Menunggu Yadnya Kasada, Semoga bermanfaat

PROBOLINGGO, KOMPAS.com – Ribuan orang memadati kawasan Gunung Bromo sejak Rabu (20/7/2016) subuh. Arus kedatangan warga dari berbagai desa di sekitar kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru itu bertambah padat sejak siang menjelang sore.

Kedatangan ribuan orang tersebut terkait mulai digelarnya Ritual Yadnya Kasada yg puncaknya jatuh pada hari ini dan Kamis (21/7/2016) besok.

Pintu masuk penting Bromo di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Probolinggo tampak sibuk. Pengunjung yg tiba tak cuma dari warga sekitar Bromo, namun juga dari berbagai daerah di Jawa Timur yg ingin menyaksikan ritual setahun sekali itu.

Yadnya Kasada juga menarik ribuan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. “Sejak hari Minggu, segala kamar hotel, penginapan dan homestay full booking. Yang tersisa adalah vila dengan tarif cukup tinggi,” ujar Ipur, salah sesuatu pemandu wisata Bromo.

Di Lava View cottage, restoran dipenuhi oleh wisatawan asing yg tiba dari berbagai negara.

Robert, wisatawan yang berasal Inggris mengakui tiba beberapa hari sebelumnya agar mampu menikmati berbagai destinasi di Bromo. “Kami tiba berlima, dan sangat senang dengan keindahan di Bromo,” ujar Robert ketika ditemui menyaksikan sunrise di Bukit Kingkong.

Kedatangan ribuan wisatawan itu juga membawa berkah buat usaha penyewaan jeep dan ojek. Ratusan jeep yg mengangkut wisatawan kelihatan beriringan sejak pukul 3 dini hari menuju lokasi Penanjakan buat menunggu matahari terbit.

Malam ini, Pendopo Agung Desa Ngadisari mulai menjadi titik awal prosesi Yadnya Kasada. Berbagai tahapan ritual dimulai di sana pada pukul 7 malam, dan pada tengah malam, berbagai sesajen mulai diarak menuju Pura Luhur Poten di lautan pasir.

Para Dukun Suku Tengger, tokoh masyarakat dan warga Suku Tengger mulai memanjatkan doa di Pura ini. Jelang dini hari, sesajen itu mulai dibawa naik ke Kawah Gunung Bromo dan dilempar ke dalam kawah. Rangkaian prosesi ritual ini menjadi daya tarik wisata di Bromo.

Kendati Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sudah memutuskan Bromo dalam status waspasa, namun ritual Yadnya Kasada tetap mulai diselenggarakan, namun dengan sejumlah pembatasan.

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Warga suku Tengger membawa sesaji bagi dilarung ke kawah Gunung Bromo pada puncak upacara adat Kasada, di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (12/8/2014). Kegiatan yg berlangsung setahun sekali ini harus dilaksanakan meskipun bau belerang dari kawah gunung menyengat.

“Sesuai dengan rekomendasi batas aman Gunung Bromo dalam radius sesuatu kilometer, sehingga peserta ritual Kasada yg boleh naik ke kawah Bromo juga dibatasi,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo Dwijoko Nurjayadi seperti dilansir¬†Antara, Selasa (19/7/2016).

Menurut dia, BPBD sudah berkoordinasi dengan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Polres Probolinggo, Kodim 0820 Probolinggo, tokoh masyarakat dan dukun Suku Tengger, dan pihak lainnya sesuai rekomendasi PVMBG terkait ritual Suku Tengger tersebut.

Sementara itu, Kepala Pos Pengamatan Gunung Bromo, Ahmad Subhan berharap seluruh pihak buat saling memperhatikan keselamatan diri dengan mematuhi rekomendasi yg dikeluarkan oleh PVMBG.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/07/20/172100027/Ribuan.Orang.Padati.Bromo.Menunggu.Yadnya.Kasada
Terima kasih sudah membaca berita Ribuan Orang Padati Bromo Menunggu Yadnya Kasada. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Ribuan Orang Padati Bromo Menunggu Yadnya Kasada"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.