Religi Dan Keelokan Pantai Balekambang

No comment 132 views

Berikut artikel Religi dan Keelokan Pantai Balekambang, Semoga bermanfaat

UNSUR religi dan keadaan alam yg memesona adalah beberapa hal yg tak dapat dipisahkan dari Pantai Balekambang di Srigonco, Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pura di pulau yg terhubung ke daratan melalui jembatan kecil dari semen itu melengkapi gulungan ombak yg pecah di kejauhan.

Kicau burung prenjak menghiasi lereng sisi barat Pantai Balekambang yg masih banyak ditumbuhi pepohonan, Senin (5/7/2016) siang. Puluhan meter ke arah laut, dua pemancing yg menceburkan separuh badannya ke air laut, sabar menunggu umpannya disambar ikan. Sementara di bibir pantai yg memanjang ke sisi timur, wisatawan asyik bermain pasir dan air.

Awal Juli, wisatawan memadati pantai yg berjarak sekitar 60 kilometer dari Kota Malang. Pengunjung bukan saja berasal dari daerah sekitar Malang, melainkan juga kota yang lain di Jawa Timur, termasuk dari Jakarta dan Bali. Mereka menyempatkan diri berwisata di sela-sela kegiatan mudik dan silaturahim.

”Suasana dan pemandangannya benar-benar menyenangkan dan membuat betah. Keluar dari sini pikiran juga benar-benar segar karena pengunjung umumnya tiba bagi mencari ketenangan,” kata Maria Rezitadina (20), mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, yg mengunjungi Balekambang sehari sebelum Idul Fitri 1437 Hijriah.

Berbeda dengan pantai yang lain di sisi selatan Jawa yg terkesan curam, keadaan Balekambang cukup landai. Wisatawan tak cuma bebas bermain di atas pasir yg berwarna kuning keputihan, tapi juga dapat bermain sedikit ke tengah yakni di atas hamparan karang ketika air surut.

Bagi mereka yg enggan bermain terlalu ke tengah, mampu merasakan air laut yg mengalir mengitari pulau karang di tempat itu.

”Pantainya bagus, masih alami. Selain itu, ada pura di pulau yg membedakan dengan pantai lain, seperti Tanah Lot di Bali,” ujar Sunu Adi (33), wisatawan yang berasal Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Sunu tiba ke Balekambang berombongan bersama 12 saudaranya. Awalnya, mereka berkunjung ke rumah kerabat di Surabaya dulu diajak berwisata ke Malang. ”Ini kali pertama aku ke sini dan baru tahu kalau di Malang ada pantai dan sangat bagus seperti ini,” tuturnya.

Bagi mereka yg berkunjung ke Balekambang kurang lengkap rasanya seandainya cuma bermain air. Menyeberang ke pulau karang, tempat Pura Ismoyo yg dibangun pada 1985, yaitu salah sesuatu keharusan.

KOMPAS/AGNES SWETTA PANDIA Mencari ketenangan di tengah kesibukan sehari-hari, Pantai Balekambang di Srigonco, Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dapat menjadi pilihan tepat buat pengunjung. Kawasan pantai seperti Tanah Lot, Bali, ini berjarak 60 kilometer dari Kota Malang dengan keadaan jalan mulus.

Dari pulau itu, wisatawan mampu melihat Samudra Indonesia lebih jelas, Pantai Balekambang di sisi timur, serta Pantai Jembatan Panjang dan Pantai Dali Putih di sisi barat.

Di jembatan semen sepanjang 70 meter itu pula biasanya wisatawan ramai-ramai mendokumentasikan diri. Siang itu, misalnya, banyak wisatawan yg didominasi anak muda berswafoto dengan latar belakang pura. Memang tak seluruh wisatawan mampu menginjak area sekitar pura. Mereka yg tengah tiba bulan (cuntaka) dilarang masuk. Wisatawan juga harus menjaga kebersihan dan kesucian pura.

Pada waktu-waktu tertentu, seperti Nyepi, wilayah Balekambang ramai oleh ribuan umat Hindu dari dua daerah, seperti Kediri, Blitar, dan Pasuruan, guna menjalani upacara Jalanididhipuja, yakni prosesi penyucian diri dalam rangka menyambut datangnya Nyepi. Di kawasan ini pula terdapat Sumur Pitu yg airnya biasa dipakai bagi upacara.

”Balekambang cukup bagus. Pantainya masih alami. Dua pulau karang yg terikat jadi sesuatu dengan jembatan itu menarik. Ombaknya juga tak berbahaya seperti di Pantai Ngliyep atau Jolosurto yg curam dan kadang membawa korban,” kata Sadirin (74), wisatawan yang berasal Surabaya.

Sadirin tiba ke Balekambang mengantarkan anak-anaknya dari Semarang dan Solo yg ingin berlibur menikmati suasana pantai. Selain Balembang, mereka juga mengunjungi pantai yang lain di Kabupaten Malang, seperti Gua China dan Sendangbiru di Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

23 pantai

Pemerintah Kabupaten Malang tengah berusaha menata obyek wisata pantai yg ada di wilayahnya. Sejauh ini ada 23 obyek wisata menarik yg sudah terdata di sepanjang 105 kilometer garis pantai. Dari jumlah itu, baru beberapa obyek wisata yg sudah ditata oleh badan usaha punya daerah, yakni Pantai Balekambang dan Ngliyep di Kecamatan Donomulyo.

Keindahan panorama pantai di Malang tak kalah dari daerah yang lain di Indonesia dan milik keunikan tersendiri. Pantai Kondangmerak di Bantur, misalnya, memiliki kontur tanah yg landai, berpasir putih, dan ombak yg tak terlalu besar. Begitu pula Pantai Tambakasri di Kecamatan Sumbermajing Wetan yg masih alami dan berpasir coklat.

Pantai-pantai di Malang selatan dapat menyedot hampir tiga juta wisatawan dalam setahun, terutama wisatawan domestik.

KOMPAS/AGNES SWETTA PANDIA Mencari ketenangan di tengah kesibukan sehari-hari, Pantai Balekambang di Srigonco, Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mampu menjadi pilihan tepat buat pengunjung. Kawasan pantai seperti Tanah Lot, Bali, ini berjarak 60 kilometer dari Kota Malang dengan keadaan jalan mulus.

”Pantai kita tak kalah menarik dibandingkan dengan daerah lain. Memang masih ada dua kendala, misalnya infrastruktur. Akan tetapi, menurut kami, itu telah layak, arah menuju pantai yg natural yg seperti itu jalannya,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara.

Menurut Made, pihaknya tengah melakukan studi kelayakan bersama pihak ketiga bagi menata pantai-pantai yg ada di daerahnya. Dari kegiatan itu nantinya mulai diketahui pantai-pantai yg dikembangkan sesuai peruntukan atau tidak.

Seluruh pantai memiliki karakter masing-masing. Ada pantai dibiarkan alami, tapi ada juga yg dilengkapi berbagai fasilitas sebagai magnet buat pengunjung.

Saat menjelajahi semua pantai di Kabupaten Malang, pengunjung harus menyiapkan stamina karena infrastruktur ke kawasan pantai umumnya masih seadanya. Namun, lelah mulai terbayar pesona pantai dengan ciri khas deburan ombak mendadak dan menjulang tinggi khas pantai laut selatan. (Defri Werdiono/Agnes Swetta Pandia)
Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/07/25/084200627/Religi.dan.Keelokan.Pantai.Balekambang
Terima kasih sudah membaca berita Religi dan Keelokan Pantai Balekambang. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Religi Dan Keelokan Pantai Balekambang"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.