Rela Antre Lama Demi “Cheesetart”, Apa Istimewanya?

No comment 186 views

Berikut artikel Rela Antre Lama demi “Cheesetart”, Apa Istimewanya?, Semoga bermanfaat

KOMPAS.com — Sebuah gerai yang berasal Jepang baru-baru ini buka di mal Gandaria City, Jakarta. Kue yg dijual di gerai bernama Pablo itu ternyata begitu digemari orang Indonesia. Buktinya, sejak resmi dibuka pada Kamis (17/11/2016), antrean panjang kerap terjadi di depan gerai Pablo.

Kue cheesetart menjadi andalan Pablo. Di Jepang sendiri ada dua merek cheesetart ternama, salah satunya Pablo. Pendirinya, Masamitsu Sakimoto, berharap memiliki toko kue dengan antrean panjang.

Harapannya terwujud karena sejak lima tahun lalu, ketika toko pertamanya di Osaka buka, antrean panjang terjadi. Kini, hal yg sama terjadi di gerai pertamanya di Indonesia. Antrean kelihatan panjang hingga setiap pembeli perlu waktu sekitar sesuatu jam buat membeli cheesetart.

(Baca juga: Pablo, “Cheesetart” Populer dari Jepang Kini Hadir di Jakarta)

Di Pablo, cheesetart yg dijual tersedia dalam beberapa ukuran. Rasa yg mampu dibeli adalah orisinal, matcha, dan cokelat. Namun, apa yg menjadi keistimewaan cheesetart ini?

Menurut Sakimoto, cheesetart Pablo memiliki tekstur yg lembut sehingga terkesan meleleh di lidah. “Kalau sekali makan, pasti kaget dengan rasa dan teksturnya,” kata Sakimoto pada acara temu media sebelum pembukaan Pablo, Rabu (16/11/2016) lalu.

Cheesetart gaya Jepang ini populer tak cuma di Jepang, tapi segala dunia. Jika dipanggang, isian cheesetart, yaitu cheese custard, biasanya menjadi padat.

Di sinilah letak perbedaannya. Cheesetart yg populer di Jepang umumnya memiliki tekstur cheese custard yg lembut cenderung seperti cairan kental, mirip seperti mousse.

Di gerai-gerai Pablo di Jepang, pembeli dapat memilih tingkat kematangan seperti memesan steak. Di Indonesia, dan Pablo di luar Jepang, standar yg berlaku adalah medium rare.

Hasilnya adalah kulit tart yg garing berpadu dengan cheese custard yg meleleh. Saat dipotong, cheese custard seakan tumpah. Jika tidak terampil, potongan mulai terkesan berantakan.

Cheesetart sendiri terdiri dari kulit tart yg diberi cheese custard. Kulit tart ini seperti kulit pai. Bedanya, kalau kulit pai umumnya menutupi hingga bagian atas kue, kulit tart cuma di bagian bawah.

Cheesetart ya seperti cheesecake saja, bedanya cheesetart menggunakan kulit tart di bawahnya,” kata Sakimoto.

Custard sendiri biasanya memakai bahan penting berupa susu atau krim dan telur. Sementara itu cheesetart umumnya terdiri dari krim keju dan tambahan keju lainnya, telur, dan bahan lainnya. Di Pablo sendiri resep tersebut sangat dijaga ketat.

Namun, Sakimoto menjamin rasa dan kualitas Pablo di Indonesia sama dengan yg di Jepang. Sebab, pihaknya menggunakan bahan-bahan yg didatangkan dari Jepang, serta peralatan memasaknya, misalnya alat pemanggang.

Cheesetart macam ini paling enak disantap selagi masih hangat. Namun seandainya masih sisa, cheesetart dapat dimasukkan ke dalam kulkas. Teksturnya mulai berubah seperti makan puding.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/11/28/121924627/rela.antre.lama.demi.cheesetart.apa.istimewanya.
Terima kasih sudah membaca berita Rela Antre Lama demi “Cheesetart”, Apa Istimewanya?. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Rela Antre Lama Demi “Cheesetart”, Apa Istimewanya?"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.