Rahasia Di Balik Gedung Putih, Kantor Presiden Amerika

No comment 156 views

Berikut artikel Rahasia di Balik Gedung Putih, Kantor Presiden Amerika, Semoga bermanfaat

Washington – Gedung Putih alias White House, adalah kantor presiden AS di Washington DC yg juga mampu dikunjungi wisatawan. Gedung ini banyak menyimpan kisah tersembunyi.

Salah sesuatu kisah mengejutkan adalah, gedung ini dibangun oleh para budak kulit hitam. Mulai dari batu dan pasir buat White House serta dua bangunan pemerintah AS utama lainnya digali oleh budak yg dahulu tinggal di Virginia.

Michelle Obama pada Juni 2016 dahulu di waktu terakhirnya menjadi ibu negara berkata tentang keberagaman selama ini pada Konvensi Nasional Demokrat Juli 2016. “Saya bangun setiap pagi di sebuah rumah yg dibangun oleh para budak,” kata Michelle seperti dikutip detikTravel dari BBC Travel, Selasa (17/1/2017).

Selain itu, Presiden Obama pernah berbicara pula ketika abad ke-18 dan ke-19, secara besar-besaran terjadi perbudakan tenaga kerja di AS. Mereka diperbudak buat digunakan dalam pembangunan awal gedung-gedung pemerintah Amerika.

Penulis BBC Travel yg berbasis di negara bagian Virginia ini, tahu di mana bahan bangunan bagi Gedung Putih dan Capitol. Serta dua bangunan utama pemerintah AS dan bersejarah lainnya berasal.

Gedung Putih dapat dikunjungi wisatawan (Carlos Barria/Reuters)Gedung Putih dapat dikunjungi wisatawan (Carlos Barria/Reuters)

Penulis lokal, Jane Hollenbeck Conner menjelaskan ada tambang yg didirikan pada Pulau Wigginton bagi menyediakan bahan batu-batu nisan, rumah-rumah serta gereja di Virginia Utara tahun 1694. Tambang itu kemudian terlantar setelah Perang Saudara AS pada tahun 1861-1865. Stafford County mengakuisisi properti dari pemerintah AS pada tahun 1963 yg akhirnya dibuka bagi umum pada tahun 2010.

Tambang ini terletak 88 mil (141 km) sebelah utara dari Richmond, Virginia. Dulunya para budak lah yg sudah menggali batu pasir. Sekarang berupa semenanjung yg dikelilingi tiga sisi oleh Sungai Aquia Creek.

Tanda-tanda yg ada di lokasi bisa menunjukan penggunaannya oleh penduduk asli Amerika selama ribuan tahun dan pemerintah federal membelinya pada 1791 ketika tahun Bill of Rights (deklarasi hak-hak) yg membatasi lembaga perbudakan.

Terletak sekitar 30 mil (48 km) dari Gunston Hall, rumah George Mason penulis Bill of Rights dan Mount Vernon Estate rumah presiden AS pertama George Washington, keduanya dibangun dari pasir Aquia yg digali oleh tenaga kerja budak. Sehingga taman ini menolong menghubungkan titik-titik di bagian utama dari sejarah kolonial.

(BBC Travel)(BBC Travel)

George Washington sudah memakai batu pasir abu-abu terang atau ‘freestone’ bagi jalan setapak di rumah kayunya. Semua berasal dari tambang Aquia.

Pengalaman emosional mulai turis temui saat mengunjungi taman ini. Semua tanda-tanda batu pasir yg ditinggalkan oleh para budak dan orang kulit hitam lebih dari beberapa abad yg lalu. Turis dapat membayangkan orang-orang mengayunkan kapak dan mencabut batu blok besar dan menempatkannya di kapal tongkang menunggu diangkut sampai Sungai Potomac ke situs konstruksi di ibu kota.

Peninggalan kerja paksa ini pasti terdengar sangat menyedihkan. Namun di sekitar pulau, kami mulai melihat bangau dan hewan langka seperti Elang Botak mulai kelihatan terbang di Virginia State Park.

Bagi para traveler, rugi dong bila ke tempat bagus dan bersejarah cuma bagi foto-foto. Ayo ketahui juga sejarahnya! (msl/fay)

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/01/17/084417/3397693/1520/rahasia-di-balik-gedung-putih-kantor-presiden-amerika
Terima kasih sudah membaca berita Rahasia di Balik Gedung Putih, Kantor Presiden Amerika. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Rahasia Di Balik Gedung Putih, Kantor Presiden Amerika"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.